Patah Pergelangan Kaki – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Patah Pergelangan Kaki (Patah Engkel)

Risiko kecelakaan saat melakukan aktivitas yang sangat rentan seperti di lokasi proyek sangat dianjurkan untuk menggunakan APD (Alat Pelindung Diri). Tujuannya untuk melindungi bahaya-bahaya yang mengancam para pekerja seperti patah pergelangan kaki (patah engkel) saat bekerja. Pengetahuan dasar mengenai penyakit ini sangatlah diperlukan apalagi bagi masyarakat yang bekerja sebagai surveyor maupun proyek.
Patah pergelangan kaki atau biasa dikenal dengan engkle’s fractura merupakan keadaan tulang dibagian pergelangan kaki yang mengalami retak maupun patah karena disebabkan adanya hantaman maupun benturan yang keras. Tulang pergelangan kaki terdiri atas tiga bagian besar, meliputi, tulang talus, tibua dan fibula.
Patah pergelangan kaki (patah engkel) dapat diatasi dengan cara pertolongan pertama berupa pembidaian. Tentunya orang yang harus paham mengenai penanganan mulai dari retak ringan hingga patah tulang yang mampu melakukannya. Patah tulang pergelangan bisa berupa patah tulang tertutup maupun patah tulang terbuka.

Gejala Patah Pergelangan Kaki

Gejala untuk mengenali seseorang jika mengalami patah pergelangan kaki (patah engkel) meliputi :

  • Terdengar suara seperti benda yang patah saat kejadian
  • Nyeri parah yang muncul secara tiba-tiba di pergelangan kaki
  • Memar dan bengkak di pergelangan kaki
  • Bentuk pergelangan kaki tidak normal akibat terjadi pergeseran tulang
  • Rasa sakit meningkat ketika beraktivitas dan berkurang ketika beristirahat
  • Nyeri ketika berdiri atau ketika bertumpu pada kaki yang patah
  • Terjadi perdarahan apabila tulang menembus kulit.

Penyebab Patah Pergelangan Kaki

Patah pergelangan kaki sering kali disebabkan oleh:

  • Kecelakaan kendaraan
  • Cedera ketika berolahraga
  • Jatuh dari ketinggian
  • Jatuh akibat tersandung
  • Pergelangan kaki terpelintir ketika berjalan atau berlari.

Selain itu, faktor berikut juga dapat meningkatkan risiko patah pergelangan kaki:

  • Melakukan olahraga berat, seperti basket, tenis, atau sepak bola
  • Mengenakan alas kaki yang tidak sesuai dengan aktivitas
  • Meningkatkan intensitas olahraga secara tiba-tiba
  • Melakukan pekerjaan berisiko tinggi, seperti rekontruksi bangunan atau bekerja di pabrik
  • Berjalan di jalan yang tidak rata atau licin
  • Mengalami osteoporosis
  • Mengalami kanker. tulang.

Diagnosis Patah Pergelangan Kaki

Pihak medis akan menanyakan kejadian saat cedera dan melakukan pemeriksaan fisik. Dalam pemeriksaan fisik, pihak medis akan melihat dan meraba pergelangan kaki pasien, atau menggerakkan kaki pasien bila perlu.

Untuk memastikan dugaan patah pergelangan kaki, pihak medis akan melakukan pemeriksaan penunjang berupa:

  • Foto Rontgen
    Hasil foto Rontgen dapat memperlihatkan kondisi dan letak patahan tulang pada pergelangan kaki. Pemindaian ini perlu dilakukan dari beberapa sisi agar patahannya dapat terlihat dengan jelas.
  • CT scan
    Pemindaian dengan CT scan dapat menunjukkan detail dari tulang dan jaringan yang mengelilinginya. Hasil pemindaian dapat membantu pihak medis menentukan pengobatan terbaik untuk pasien.
  • MRI
    Pemindaian ini dilakukan untuk melihat kondisi tulang dan jaringan sekitarnya secara lebih detail.
  • Bone scan
    Pemeriksaan ini dilakukan bila ada dugaan tulang sudah mengalami kelainan, misalnya kanker, sebelum cedera. Pada prosedur ini, zat radioaktif akan disuntikkan ke pembuluh darah sebelum dilakukan pemindaian.

Penanganan Patah Pergelangan Kaki

Jika merasakan gejala patah pergelangan kaki, Anda dianjurkan untuk tidak banyak bergerak. Di bawah ini adalah perawatan mandiri yang dapat dilakukan sebelum ke rumah sakit:

  • Jika terjadi perdarahan, hentikan dengan menekan luka menggunakan kain atau kasa yang bersih.
  • Bebat pergelangan yang cedera dengan perban elastis, tetapi jangan terlalu ketat sampai kaki mati rasa (kebas).
  • Kompres dingin pergelangan kaki yang cedera menggunakan es batu yang dibungkus kain atau handuk, selama maksimal 20 menit.
  • Berbaring dan sangga kaki yang cedera dengan bantal hingga posisinya lebih tinggi dari dada, untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan di area yang patah.

Setelah tiba di rumah sakit, penderita akan mendapat penanganan lebih lanjut. Ada beberapa tindakan yang dilakukan pihak medis untuk mengatasi patah pergelangan kaki, yaitu:

  • Memberikan obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen
  • Melakukan reduksi, yaitu tindakan untuk mengembalikan tulang ke posisinya semula, dengan terlebih dahulu memberikan pasien obat penenang atau obat bius
  • Menyangga kaki pasien dengan gips atau penyangga kaki untuk sementara waktu, agar tulang yang patah tidak bergerak
  • Melakukan operasi untuk memasang pen, bila reduksi dan pemasangan gips atau penyangga kaki tidak memungkinkan
  • Penderita yang menggunakan gips atau penyangga kaki dapat berjalan dengan tongkat. Lamanya waktu yang dibutuhkan hingga gips atau penyangga kaki dapat dilepas tergantung pada tingkat keparahan patah tulang pergelangan kaki, tetapi biasanya sekitar 6 minggu.

Selama menggunakan gips atau penyangga kaki, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Hindari aktivitas berat, seperti mengangkat beban berat dan berolahraga.
  • Jaga gips atau penyangga kaki agar tidak basah.
  • Gerakkan jari kaki dan tekuk lutut secara teratur untuk mengurangi kekakuan.
  • Hubungi pihak medis jika gips retak, terlalu sempit atau longgar, dan bila kaki atau pergelangan kaki terasa sakit dan tidak nyaman.
  • Jangan lupa memeriksakan diri kembali ke pihak medis beberapa minggu setelah pengobatan pertama, untuk mengetahui kondisi pergelangan kaki.

Komplikasi Patah Pergelangan Kaki

Patah pergelangan kaki dapat mengakibatkan komplikasi berupa:

  • Infeksi tulang (osteomielitis)
  • Radang sendi (artritis)
  • Kerusakan saraf atau pembuluh darah
  • Sindrom kompartemen.

Pencegahan Patah Pergelangan Kaki

Patah pergelangan kaki bisa dicegah dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Menggunakan sepatu yang tepat dan sesuai dengan kondisi lingkungan
  • Melakukan pemanasan sebelum berolahraga
  • Tidak berolahraga secara berlebihan
  • Menjaga kesehatan tulang dengan memperbanyak konsumsi makanan sumber kalsium dan vitamin D
  • Menurunkan berat badan bila mengalami obesitas
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Berhati-hati jika berkendara dan berjalan di permukaan yang licin.