Nodul Tiroid – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Nodul Tiroid

Nodul tiroid adalah penyakit yang sering terjadi pada wanita dan pria. Penderita penyakit nodul tiroid biasanya mengalami adanya benjolan pada kelenjar tiroid. Pembesaran terus terjadi hingga membuat dampak serius yaitu berkurangnya produksi dari hormon tiroid, sakit, dan beberapa keluhan lainnya. Benjolan yang berada di leher jika ditekan terasa padat, keras, berisi cairan dan lembek.
Penyakit nodul tiroid memiliki jenis yang bermacam-macam. Adapun jenisnya yaitu nodul koloid, kista tiroid, nodul inflamasi, gondok multinodular, nodul tiroid hiperfungsi, dan kanker tiroid. Apabila seseorang terkena nodul tiroid maka bisa merasakan gejalanya.
Awal penderita merasakan gejala yaitu saat nodul tiroid baru berukuran kecil. Penderita mengalami pembekakan pada leher, suaranya menjadi serak, sulit bernafas dan sulit menelan makanan.

Jenis-Jenis Nodul Tiroid

Ada beberapa jenis nodul tiroid, antara lain:

1. Nodul koloid
Nodul tiroid ini bersifat nonkanker. Nodul atau benjolan koloid dapat membesar, tapi tidak menyebar keluar dari kelenjar tiroid.

2. Kista tiroid
Nodul tiroid ini berisi cairan atau darah. Kista tiroid bisa terbentuk dari pertumbuhan jaringan tumor tiroid, misalnya pada penyakit adenoma tiroid. Kista tiroid biasanya jinak, tetapi pada beberapa kasus, dapat tersusun dari jaringan yang bersifat ganas atau kanker.

3. Nodul inflamasi
Nodul tiroid ini muncul akibat peradangan kronis dan menimbulkan pembengkakan kelenjar tiroid. Tipe nodul tiroid inflamasi bisa disebabkan oleh penyakit Hashimoto.

4. Gondok multinodular
Gondok atau pembesaran kelenjar tiroid dengan banyak nodul ini umumnya bersifat jinak dan sering kali muncul saat tubuh mengalami kekurangan yodium dalam jangka panjang atau ada penyakit tiroid tertentu.

5. Nodul tiroid hiperfungsi
Nodul ini memproduksi hormon tiroid secara berlebihan sehingga menyebabkan hipertiroidisme. Akibatnya, akan muncul berbagai masalah kesehatan dan penyakit, seperti gangguan irama jantung (aritmia), tekanan darah tinggi, atau bahkan serangan jantung.

6. Kanker tiroid
Nodul tiroid ini bersifat ganas, tetapi sangat jarang terjadi. Kanker tiroid ada beberapa jenis, tergantung dari asal sel atau jaringan tiroidnya. Pada tahap awal, kanker tiroid sering kali tidak menunjukkan gejala yang khas.

Gejala Nodul Tiroid

Nodul tiroid jarang menimbulkan gejala, terutama ketika benjolan masih berukuran kecil. Umumnya, benjolan ini hanya terdeteksi saat seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan umum.

Keluhan biasanya baru timbul ketika benjolan sudah semakin besar. Gejalanya meliputi:

  • Sulit menelan
  • Sulit bernapas
  • Suara menjadi serak
  • Sakit dan pembengkakan di leher

Keluhan lain juga bisa muncul ketika nodul tiroid memproduksi hormon tiroksin dan menyebabkan gejala hipertiroidisme, seperti cemas, sulit tidur, berat badan turun, merasa panas dan berkeringat, sesak napas, jantung berdebar, dan gangguan penglihatan.

Seseorang yang menderita nodul tiroid juga rentan mengalami hipotiroidisme, yaitu kondisi di mana kadar hormon tiroid di dalam tubuh rendah.

Penyebab Nodul Tiroid

Sebenarnya apa penyebab terjadinya penyakit nodul tiroid? Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya nodul tiroid. Berikut penyebab nodul tiroid yang harus diketahui.

  1. Sering terkena paparan radiasi terutama pada bagian leher dan kepala.
  2. Jenis kelami wanita lebih sering menderita nodul tiroid
  3. Faktor usia, orang yang memiliki usia + 30 tahun ke atas lebih bersiko terkena nodul tiroid.
  4. Faktor keturunan, penyakit nodul tiroid juga disebabkan oleh faktor keturunan. Jika ada anggota keluarga yang terkena nodul tiroid maka, Anda wajib berhati-hati.
  5. Kekurangan yodium, bila tubuh kurang mengkonsumsi yodium pasti mudah terjangkit nodul tiroid.

Diagnosis Nodul Tiroid

Untuk mendeteksi nodul tiroid, diperlukan serangkaian pemeriksaan medis oleh pihak medis, meliputi pemeriksaan fisik dan pemeriksaan khusus, seperti tes darah dengan mengukur kadar hormon tiroid, USG, pencitraan nuklir, dan biopsi aspirasi jarum halus atau fine needle aspiration biopsy (FNAB).

Setelah diagnosis dan penyebab nodul tiroid diketahui, Pihak medis dapat menentukan langkah pengobatan yang sesuai. Perawatan nodul tiroid biasanya bertahap, tergantung pertumbuhan, ukuran, fungsi tiroid, dan apakah benjolan bersifat jinak atau kanker.

Penanganan Nodul Tiroid

Pengobatan nodul tiroid bisa dilakukan dengan beberapa cara, yakni:

  • Pemantauan berkala
    Apabila nodul berukuran kecil dan bersifat nonkanker atau jinak, biasanya dokter hanya menyarankan pasien untuk melakukan USG dan serangkaian pemeriksaan fungsi kelenjar tiroid secara rutin untuk memantau pertumbuhan nodul tiroid.

  • Pemberian obat-obatan
    Jika benjolan tumbuh semakin besar, dokter mungkin akan memberikan obat levothyroxine untuk membantu mencegah perkembangan nodul. Pilihan penanganan lainnya adalah pengobatan radioaktif yodium dan pemberian obat antitiroid, seperti methimazole, jika nodul tiroid menyebabkan peningkatan kadar hormon tiroid.

  • Operasi tiroid
    Operasi biasanya diperlukan jika benjolan membesar dan menyebabkan penderita sulit menelan atau sulit bernapas. Pembedahan juga diperlukan untuk nodul tiroid yang berisiko menjadi kanker tiroid.

Apabila benjolan tiroid bersifat kanker, penanganan yang dilakukan adalah operasi tiroidektomi untuk mengangkat jaringan tiroid yang ganas. Metode penanganan ini biasanya disertai dengan terapi obat levothyroxine.

Lantaran penyebab pastinya yang belum diketahui, nodul tiroid sulit untuk dicegah. Meski demikian, risiko terjadinya nodul tiroid dapat dikurangi dengan mencukupi asupan makanan beryodium, seperti, makanan laut, daging, dan produk susu atau garam beryodium secukupnya.