Kanker Lidah - Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Kanker Lidah

Sesuai namanya, penyakit kanker lidah merupakan salah satu jenis kanker yang muncul di jaringan lidah. Kanker lidah bisa terjadi pada pangkal atau ujung lidah. Penyakit ini banyak dialami oleh mereka yang sering mengonsumsi alkohol dan pecandu rokok. Selain itu, penyakit ini juga lebih mudah menyerang mereka yang perna terinveksi virus HIV.

Gejala

Gejala kanker lidah yang paling mudah dikenali yakni munculnya bercak berwarna putih atau merah pada lidah. Selain itu sariawan yang tak kunjung sembuh selama beberapa minggu juga perlu diwaspadai.
Selain dua gejala utama diatas, ada juga gejala penyakit kanker lidah lainnya antara lain:

  1. Sakit ketika menelan makanan yang tak kunjung sembuh
  2. Muncul benjolan pada area leher dan mulut
  3. Rasa kebas yang tidak lekas hilang
  4. Pendarahan tidak jelas pada lidah
  5. Penurunan berat yang drastis
  6. Perubahan pada suara
  7. Kesulitan menggerakkan rahang.

Penyebab

Kanker lidah terjadi akibat adanya perubahan atau mutasi genetik pada sel-sel jaringan lidah. Mutasi genetik ini menyebabkan sel tumbuh abnormal serta tidak terkendali, dan menjadi sel kanker. Namun, penyebab mutasi genetik ini sendiri belum diketahui secara pasti.

Laki-laki berusia di atas 50 tahun yang anggota keluarganya menderita kanker lidah lebih berisiko menderita penyakit lidah ini. Selain itu, beberapa faktor berikut juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker lidah:

  1. Merokok
    Kebiasaan merokok atau mengonsumsi tembakau, meskipun bukan dalam bentuk rokok, dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker lidah akibat paparan zat pemicu kanker (karsinogenik) yang terdapat di dalam tembakau.
  2. Konsumsi minuman keras (alkohol)
    Orang yang sering minum alkohol dalam jumlah banyak lebih berisiko mengalami kanker lidah.
  3. Infeksi Human papillomavirus (HPV)
    Walau jarang terjadi, HPV dapat menyebabkan pertumbuhan jaringan abnormal di dalam mulut, sehingga memicu kanker. Infeksi HPV di dalam mulut dapat menyebar melalui hubungan seksual secara oral.
  4. Kesehatan rongga mulut yang tidak baik
    Kanker lidah juga dapat dikaitkan dengan bentuk gigi yang tidak rata, kasar, dan bergerigi, serta bentuk gigi palsu yang tidak sesuai.
  5. Pola makan yang tidak sehat
    Kurang mengonsumsi buah dan sayur atau memiliki pola makan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker lidah.

Diagnosis Kanker Lidah

Langkah diagnosis kanker lidah diawali dengan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan pasien, misalnya apakah pernah menderita infeksi HPV atau tidak. Pihak Medis juga akan menanyakan apakah ada anggota keluarga pasien yang pernah menderita kanker lidah atau tidak, serta apakah pasien memiliki kebiasaan merokok atau minum alkohol.

Setelah itu, pihak medis akan memeriksa kondisi mulut dan lidah pasien. Bila ada kecurigaan ke arah kanker, pihak medis akan merujuk pasien ke spesialis onkologi. Spesialis onkologi kemudian dapat melakukan pemeriksaan lanjutan berupa:

  • Biopsi lidah
    Pada prosedur ini, pihak medis akan mengambil sampel jaringan lidah untuk diperiksa di laboratorium. Pasien biasanya akan diberikan bius lokal selama proses biopsi ini.
    Pemeriksaan endoskopi
    Jika kanker lidah diduga terjadi pada bagian pangkal lidah, pihak medis akan melakukan
  • pemeriksaan endoskopi. Pemeriksaan endoskopi dapat sekaligus mengambil sampel jaringan lidah dan kelenjar getah bening di sekitar lidah.
  • Pemindaian
    Pemindaian dilakukan untuk melihat kondisi mulut dan lidah, serta mengetahui penyebaran kanker. Pemindaian dapat dilakukan dengan CT scan atau MRI.
  • Tes HPV
    Tes HPV dilakukan untuk memeriksa apakah pasien positif menderita infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker lidah.

Stadium Kanker Lidah

Berdasarkan keparahan dan luasnya penyebaran sel kanker, kanker lidah dapat dibagi menjadi empat stadium, yaitu:

Stadium 1
Kanker sudah mulai tumbuh, namun diameter kanker belum melebihi 2 cm serta belum menyebar ke jaringan disekitarnya. Stadium 1 bisa disebut sebagai stadium awal kanker lidah.
Stadium 2
Kanker sudah mencapai diameter sekitar 2-4 cm, namun belum menyebar ke jaringan di sekitarnya.
Stadium 3
Diameter kanker sudah lebih dari 4 cm dan sudah menyebar ke jaringan di sekitarnya, termasuk ke kelenjar getah bening terdekat.
Stadium 4
Kanker sudah menyebar ke jaringan di sekitar mulut dan bibir, atau bahkan ke organ lain yang letaknya jauh, seperti paru-paru dan hati.
Kanker pada ujung lidah lebih mudah terdeteksi dibandingkan kanker pada pangkal lidah. Kanker di lidah bagian depan biasanya akan terdiagnosis saat kanker masih berukuran kecil, sehingga lebih mudah ditangani.

Kanker yang muncul di pangkal lidah cenderung baru terdeteksi pada stadium lanjut, yaitu saat kanker sudah membesar dan bahkan sudah menyebar ke kelenjar getah bening di leher.

Penanganan

  1. Operasi
    Jika ukuran kanker masih kecil, maka operasi bisa dilakukan dengan mengangkat jaringan yang terkena sel kanker dan juga jaringan sekitarnya. Namun ini berbeda jika sudah masuk stadium akhir. Jika sudah memasuki stadium akhir maka operasi yang dilakukan yakni pemotongan lidah baik itu sebagian atau keseluruhan.
    Dampak dari operasi ini adalah kesulitan untuk menelan, berbicara dan juga makan. Untuk itu kemudian dokter akan menyarankan operasi rekonstruksi lidah dengan mengambil jaringan kulit lain dan mencangkokannya ke lidah.
  2. Kemoterapi
    Pengobatan ini bertujuan membunuh sel kanker dengan memasukkan obat-obatan baik itu diminum atau disuntik. Untuk hasil yang maksimal biasanya kemoterapi dikombinasikan dengan radioterapi atau operasi.
  3. Pengobatan Alternativ
    pengobatan ini diantaranya adalah dengan mengonsumsi Obat-obatan Herbal yang dapat membantu penyembuhan kanker lidah.
  4. Radioterapi
    Pengobatan dengan sinar berenergi tinggi ini tak hanya mampu mengecilkan ukuran kanker namun juga membunuh sel kanker yang telah menjalar ke bagian tubuh lainnya. Terapi ini direkomendasikan khususnya untuk penderita kanker lidah stadium lanjut.

Pencegahan Kanker Lidah

Kanker lidah dapat dicegah dengan menjauhi faktor-faktor risiko pemicunya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Berhenti merokok atau mengonsumsi tembakau.
  • Berhenti minum alkohol.
  • Menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta rutin berkunjung ke dokter gigi.
  • Mendapatkan vaksinasi HPV.
  • Berhubungan seks dengan aman, yaitu tidak bergonta-ganti pasangan dan menggunakan kondom.
  • Mengonsumsi sayur dan buah.