Kanker Hati – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Kanker Hati

Penyakit kanker hati merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam klasifikasi penyakit kanker. Penyakit kanker yang satu ini terutama menyerang pada organ tubuh manusia bagian hati yang merupakan organ tubuh paling vital bagi manusia. Kanker jenis ini sendiri terbagi menjadi dua yaitu kanker hati primer dan juga kanker hati sekunder. Kanker hati lebih sering diderita oleh pria dibandingkan dengan wanita terutama pada pria dewasa yang telah berusia diatas 50 tahun.

Gejala Kanker Hati

Kanker hati sendiri merupakan penyakit kanker yang memiliki beberapa gejala tertentu yang akan tampak kepada para penderitanya. Dan beberapa gejala penyakit kanker hati tersebut Beberapa keluhan yang patut diwaspadai karena dapat menjadi tanda dan gejala kanker hati adalah:

  • Hilang nafsu makan
  • Mudah kenyang meski hanya makan sedikit
  • Mual dan muntah
  • Perut kembung
  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Tubuh mudah lelah dan lemas
  • Gatal-gatal
  • Penumpukan cairan dalam perut (asites), yang ditandai dengan perut terlihat membesar
  • Kulit dan bagian putih mata menguning
  • Urine berwarna gelap
  • Tinja berwarna putih seperti kapur
  • Tubuh mudah memar dan mengalami perdarahan
  • Nyeri di perut sebelah kanan atas atau di dekat tulang belikat sebelah kanan
  • Rasa penuh di bawah rusuk kanan akibat pembengkakan organ hati
  • Rasa penuh di bawah rusuk kiri akibat pembesaran limpa

Beberapa jenis kanker hati dapat menghasilkan hormon tertentu. Hormon ini dapat memengaruhi organ lain dan menyebabkan timbulnya gejala tambahan, seperti:

  • Payudara membesar pada pria (ginekomastia)
  • Testis mengecil
  • Otot melemah
  • Kulit memerah, termasuk wajah
  • Kolesterol darah meningkat

Penyebab Kanker Hati

Sebenarnya penyebab dari kanker hati sendiri belum diketahui dengan pasti, akan tetapi dari kasus umum yang ada penyakit ini disebabkan oleh adanya hepatitis yang parah dan kemudian mengarah pada gejala kanker hati. Selain itu kanker hati sendiri juga dapat disebabkan oleh sirosis atau kerusakan pada organ hati.
Kanker hati terjadi ketika sel-sel di organ hati mengalami perubahan atau mutasi. Perubahan ini menyebabkan sel-sel tersebut tumbuh secara tidak normal sehingga membentuk tumor.

Faktor Risiko Kanker Hati
Berikut ini adalah kondisi-kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker hati:

  • Infeksi kronis hepatitis B atau hepatitis C
  • Sirosis atau jaringan parut yang terbentuk di hati
  • Penyakit perlemakan hati
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Penyakit hati yang diturunkan dari orang tua, seperti hemokromatosis dan penyakit Wilson
  • Daya tahan tubuh lemah, misalnya akibat menderita HIV/AIDS atau baru saja menjalani transplantasi organ tubuh
  • Riwayat batu empedu atau pernah menjalani operasi pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi)
  • Kondisi tertentu, seperti diabetes, lupus, berat badan berlebih atau obesitas
  • Paparan aflaktosin, yaitu racun dari jamur yang tumbuh pada bahan pangan tumbuhan yang tidak disimpan dengan baik
  • Paparan zat kimia, seperti arsenik, vinil klorida, dan trichloroethylene

Diagnosis Kanker Hati

Untuk mendiagnosis, pihak medis akan menanyakan gejala yang dialami dan riwayat penyakit pasien. Pihak medis juga akan bertanya apakah pasien memiliki kebiasaan merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.

Jika dari sesi tanya jawab pasien diduga menderita kanker hati, pihak medis akan menjalankan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan tersebut antara lain:

  • Tes darah, untuk memeriksa fungsi hati, mengukur kadar alpha-fetoprotein, dan mengetahui kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan
  • Pemindaian dengan USG, CT scan, atau MRI, untuk mengetahui lokasi kanker pada hati dan penyebaran kanker ke organ lain
  • Biopsi hati, yaitu proses pengambilan sebagian kecil jaringan kanker untuk mengetahui jenis kanker hati secara spesifik
  • Laparoskopi, untuk memeriksa kondisi di dalam perut dengan menggunakan selang berkamera, jika pemeriksaan sebelumnya belum cukup untuk menentukan diagnosis

Penanganan Kanker Hati

Metode pengobatan kanker hati tergantung pada stadium kanker, usia pasien, dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Beberapa metode pengobatan yang umum digunakan adalah:

1. Bedah
Bedah dilakukan jika hanya ada satu kanker pada hati, fungsi hati masih baik, dan kanker belum menyebar ke organ lain. Salah satu jenis bedah untuk menangani kanker hati adalah hepatektomi parsial, yaitu bedah untuk mengangkat bagian hati yang terserang kanker.

Pilihan bedah lain adalah transplantasi hati, yaitu tindakan untuk mengangkat hati pasien dan menggantinya dengan hati dari donor. Transplantasi hati dilakukan jika letak kanker berada di posisi yang sulit untuk diangkat.

2. Ablasi
Ablasi adalah tindakan untuk menghancurkan kanker tanpa harus mengangkatnya. Metode ini digunakan pada kanker berukuran kecil dan pada pasien yang tidak dapat menjalani hepatektomi atau transplantasi hati.

3. Embolisasi
Embolisasi adalah prosedur penyuntikan obat untuk menghalangi atau mengurangi aliran darah ke sel kanker di hati. Prosedur ini dilakukan pada kanker yang berukuran lebih dari 5 cm dengan fungsi hati yang masih cukup baik.

4. Kemoterapi
Kemoterapi adalah pemberian obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Prosedur ini digunakan pada kanker hati yang tidak dapat diangkat melalui bedah, serta pada kanker hati yang sudah tidak dapat diatasi dengan ablasi, embolisasi, dan terapi target.

5. Kemoembolisasi
Kemoembolisasi atau trans arterial chemoembolisation (TACE) adalah terapi yang memadukan embolisasi dengan kemoterapi. TACE dilakukan dengan menyuntikkan obat ke area kanker dan menghambat aliran darah ke sel kanker di hati.

Kemoembolisasi dilakukan pada pasien yang tidak bisa menjalani bedah dan pada pasien yang sedang menunggu donor hati. Kemoembolisasi juga dapat dilakukan untuk menyusutkan tumor, agar tumor bisa diangkat melalui prosedur bedah.

6. Terapi target
Terapi target adalah pemberian obat dalam bentuk tablet yang menargetkan protein di dalam sel kanker secara spesifik. Terapi ini dapat dilakukan pada kanker hati stadium lanjut. Namun, tidak semua kanker hati bisa merespons terapi ini dengan baik.

Obat yang biasa digunakan dalam terapi target adalah obat penghambat protein kinase, seperti sorafenib dan regorafenib, dan antibodi monoklonal, seperti bevacizumab dan ramucirumab. Obat-obat tersebut bekerja dengan menghambat protein yang dibutuhkan sel kanker untuk tumbuh.

7. Imunoterapi
Imunoterapi adalah pemberian obat yang merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker. Metode ini biasanya baru digunakan pada kanker hati stadium lanjut.

8. Radioterapi
Radioterapi atau terapi radiasi bertujuan untuk membunuh sel kanker dengan menggunakan radiasi berkekuatan tinggi. Salah satu jenis radioterapi untuk mengobati kanker hati adalah radioterapi eksternal, yaitu dengan mengarahkan sinar radiasi ke tubuh pasien.

Metode lain dari radioterapi adalah stereotactic body radiotherapy. Prosedur ini dilakukan dengan menembakkan sinar radiasi ke sel tumor secara terfokus, sehingga tidak mengenai jaringan sehat di sekitarnya.

9. Radioembolisasi
Radioembolisasi adalah jenis radioterapi internal untuk menangani kanker yang tidak bisa diangkat melalui bedah. Prosedur ini juga dapat dilakukan pada kanker usus yang menyebar ke hati (kanker hati sekunder).

Komplikasi Kanker Hati

Kanker hati dapat menyebabkan sejumlah komplikasi yang mungkin diakibatkan oleh tekanan tumor pada saluran empedu atau organ lain. Selain itu, hormon yang diproduksi oleh sel kanker, disfungsi hati yang mengakibatkan penumpukan racun dalam tubuh, atau mekanisme lainnya juga dapat memicunya.

Berikut adalah beberapa komplikasi potensial dari kanker hati:

  • Anemia atau jumlah sel darah merah yang rendah, merupakan komplikasi yang sangat umum dari kanker hati.
  • Obstruksi saluran empedu, yaitu kondisi dimana terdapat penyumbatan pada saluran empedu.
  • Hiperkalsemia, atau terlalu banyak kalsium dalam darah.
  • Hipertensi portal, yaitu peningkatan tekanan pada vena portal di atas 5 mmHg.
  • Ensefalopati hepatik, yaitu hilangnya fungsi otak ketika hati yang mengalami kerusakan tidak dapat mengeluarkan racun dari darah.

Pencegahan Kanker Hati

Kanker hati tidak dapat dicegah, tetapi Anda bisa melakukan sejumlah langkah di bawah ini untuk menurunkan risiko terserang kanker hati:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol dan merokok
  • Menggunakan alat pelindung diri saat terpapar bahan kimia
  • Melakukan hubungan seksual yang aman
  • Menjauhi NAPZA
  • Melakukan vaksinasi hepatitis B.