Insomnia - Pengertian, Faktor Risiko, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit Insomnia

Insomnia, kata yang sering dilabelkan pada seseorang yang susah tidur. Susah mengawali tidur, atau bahkan saat sudah tidur sulit mempertahankan intensitas tidurnya. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan waktu istirahatnya dan di keesokan hari menjadi kurang fit. Padahal tidur adalah kondisi alami yang memungkinkan badan bisa rileks.
Penyakit insomnia sendiri memiliki 2 tipe, yaitu sekunder dan primer. Insomnia sekunder disebabkan kesahatan tubuh yang bermasalah, sehingga memberi efek samping pada kualitas tidur. Sedangkan insomnia primer terjadi saat seseorang memang benar-benar susah tidur tanpa ada masalah pada kondisi kesehatan dalam tubuh.

Faktor Risiko Insomnia

Faktanya, insomnia dapat terjadi pada semua rentang usia dan lebih rentan terjadi pada wanita dibandingkan pria, serta seseorang yang sudah lanjut usia. Beberapa faktor lainnya yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami masalah tidur ini, antara lain:

  1. Masalah mental, seperti depresi, gangguan kecemasan, hingga gangguan stres pasca trauma (PTSD).
  2. Bekerja shift, pekerjaan seperti ini bisa mengubah jam biologis tubuh.
  3. Jenis kelamin,ketika menstruasi tubuh akan mengalami perubahan hormon, kondisi ini menimbulkan gejala hot flashes atau keringat di malam hari, sehingga menyebabkan gangguan tidur.
  4. Usia, insomnia meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
  5. Perjalanan jauh, melakukan perjalanan jauh atau jet lag karena melintasi beberapa zona waktu juga bisa memicu insomnia.

Selain itu, mengidap kondisi medis tertentu, seperti obesitas dan penyakit kardiovaskuler juga dapat menyebabkan seseorang mengalami insomnia. Masa menopause disebut juga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan yang membuat sulit tidur ini.

Gejala

Penyakit Insomnia sendiri memiliki gejala yang mudah dikenali. Namun pada beberapa orang mempunyai perbedaan sesuai kondisi tubuh masing-masing. Beberapa gejala insomnia diantaranya :

  • Kondisi badan lelah, namun sulit untuk tidur
  • Bangun tidur merasa lelah
  • Sakit kepala
  • Sering merasa resah, kecemasan, depresi
  • Kantuk di siang hari yang sulit hilang
  • Bangun tengah malam dan sulit terpejam kembali

Penyebab Penyakit Insomnia

Gaya hidup yang kurang sehat menjadi salah satu faktor penyebab penyakit insomnia sering terjadi. Kebiasaan tidur yang buruk, mengkonsumsi alkohol maupun kafein secara berlebihan, dan makan banyak sebelum tidur. Susah tidur ini juga bisa terjadi akibat masalah yang dihadapi seseorang.
Efek samping obat-obatan, gangguan psikologi, bahkan kenyamanan ruang kamarpun bisa jadi penyebab susah terpejam. Pada Insomnia sekunder, susah tidur disebabkan karena seseorang memiliki penyakit tertentu. Mulai dari kanker, artritis, asma, GERD, dan penyakit lainnya.

Diagnosis Insomnia

Untuk mendiagnosis insomnia, Pihak Medis akan mengawali dengan wawancara medis seputar::

  • Rutinitas tidur.
  • Gaya hidup yang buruk, misalnya kebiasaan mengonsumsi kopi atau minuman keras secara berlebihan.
  • Porsi olahraga.
  • Riwayat kesehatan (penyakit yang mungkin diidap).
  • Obat-obatan yang mungkin dikonsumsi.

Selain itu, dokter juga akan meminta membuat buku harian tidur minimal selama dua minggu. Langkah ini dapat membantu dokter memahami pola tidur dan mengukur tingkat keparahan insomnia yang dialami.

Beberapa informasi yang harus dicantumkan di dalam buku harian tidur biasanya, meliputi waktu yang dibutuhkan untuk bisa terlelap, pukul berapa kira-kira mulai tidur, berapa kali terbangun di malam hari, dan pukul berapa terbangun. Informasi yang lengkap akan membantu dokter menangani insomnia secara tepat.

Penanganan

Dalam beberapa kondisi, perlu terapi perilaku kognitif yang merubah pola pikir dan perilaku seseorang yang terkena insomnia. Hal ini bisa membuat tidur mereka bisa kembali seperti sebelumnya. Obat-obatan tidur hanya pilihan paling akhir jika seseorang memiliki penyakit insomnia akut.
Mengonsumsi Obat-obatan Herbal juga bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah kesulitan tidur ini
Menjauhi rokok, tidak mengkonsumsi kafein saat mendekati jam tidur, memiliki jam tidur yang pas dan mempertahankannya secara teratur menjadi solusi yang baik. Tapi jangan juga tidur terlalu lama, karena bisa berefek kelelahan saat terlalu lama tidur.
Saat seseorang memiliki kebiasaan buruk dalam keseharian, ahli akan menyarankan mengubah dahulu menjadi lebih baik. Obat apapun tidak akan bisa menghilangkan insomnia jika yang memiliki tubuh tidak menjaga pola hidupnya sendiri.

Komplikasi Insomnia

Tidur memiliki banyak keistimewaan bagi tubuh, mulai dari kesehatan fisik hingga psikis. Insomnia yang dibiarkan tanpa penanganan dan berlangsung lama, bisa menimbulkan berbagai masalah lainnya. Mulai dari menurunkan produktivitas dan konsentrasi, gangguan kesehatan mental, hingga memperburuk penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Pencegahan Insomnia

Periksakan diri kepada ahli jika kesulitan untuk tidur atau sulit mempertahankan tidur, terlebih lagi jika hal tersebut berdampak kepada kehidupan sehari-hari. Kelelahan karena insomnia dapat memengaruhi suasana hati dan menciptakan masalah di dalam hubungan dengan orang-orang terdekat dan rekan kerja. Berikut ini beberapa cara yang efektif untuk mencegah terjadinya gangguan tidur:

  1. Berusaha untuk tidur di waktu yang sama setiap malam dan saat bangun di pagi hari. Pastikan juga tidak tidur siang karena dapat mengurangi rasa kantuk di malam hari.
  2. Hindari menggunakan smartphone saat sudah memasuki jam tidur agar rasa kantuk tidak hilang.
  3. Hindari konsumsi kafein, nikotin, serta alkohol di siang hari yang dapat memengaruhi pola tidur.
  4. Usahakan untuk berolahraga secara teratur setiap hari dan lakukan jauh sebelum waktunya tidur.
  5. Buat kamar menjadi tempat yang nyaman dan gunakan alat-alat yang mempermudah untuk tidur.