Gastroenteritis (Muntaber) - Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

Gangguan Penyakit Gastroenteritis atau Muntaber

Flu perut atau gangguan penyakit gastroenteritis merupakan penyakit muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi maupun peradangan pada dinding saluran pencernaa. Gangguan ini terjadi pada lambung dan usus. Di kalangan masyarakat penyakit gastroenteritis lebih familiar dengan istilah muntaber. Penyakit ini, disebabkan oleh infeksi virus, yang penularannyapun sangat mudah. Selain akibat infeksi, gastroenteritis juga dapat diakibatkand oleh efek samping dari akibat obat-obatan.
Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya tanpa harus menjalanin pengobatan khusus. Agar tidak mengalami gangguan ini, Anda dianjurkan untuk dapat menjaga pola hidup yang bersih dan sehat.

Gejala Muntaber

Gejala utama pada gangguan penyakit gastroenteritis adalah diare dan muntah. Kondisi ini akan muncul 1-3 hari setelah terinfeksi virus. Gejala ini biasanya berlangsung selama 1-2 hari, namun juga bisa berlangsung sampai 10 hari.
Selain mengalami muntah dan diare, penderita gastroenteritis juga memungkinkan mengalami gejala tambahan, berupa:

  1. Panas tinggi dan menggigil
  2. Sakit kepala
  3. Mual
  4. Tidak nafsu makan
  5. Sakit pada perut
  6. Nyeri otot dan sendi

Penyebab Muntaber

Penyebab pada gangguan penyakit gastroenteritis diakibatkan oleh infeksi virus. Terdapat dua jenis virus yang menjadi penyebab utama dari penyakit ini. Virus tersebut meliputi Norovirus dan Rotavirus.
Penularan pada penyakit ini, dapat terjadi dengan kontak langsung, misalnya berjabat tangan maupun tidak sengaja menghirup cipratan air liur penderita diare. Selain itu virus juga mampu menular akibat makanan, minuman, dan benda lain telah terkena virus.

Faktor Risiko Muntaber

Ada beberapa kelompok individu yang berisiko tinggi mengalami muntaber, yaitu:

  1. Anak kecil
    Anak-anak lebih sering terserang infeksi virus karena belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
    Anak sekolah dan yang tinggal di asrama
    Infeksi ini bisa menular dengan mudah di tempat-tempat yang terdapat banyak orang berkumpul dengan jarak dekat.
  2. Orang lanjut usia
    Sistem kekebalan tubuh pada orang tua akan menurun. Infeksi ini bisa dengan mudah menular ke orang lanjut usia jika mereka tinggal berdekatan dengan orang yang berpotensi menyebarkan kuman.
  3. Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah
    Seseorang dengan kondisi medis tertentu, misalnya penderita AIDS atau penderita kanker yang menjalani kemoterapi, lebih berisiko tertular infeksi karena kekebalan tubuh mereka lemah.

Diagnosis Muntaber

Gastroenteritis dapat sembuh setelah beberapa hari, sehingga penderitanya tidak perlu untuk berobat ke Rumah Sakit. Namun pada kasus gastroenteritis atau muntaber yang parah, penderita perlu memeriksakan diri ke Rumah Sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pihak Medis terlebih dahulu akan memeriksa kondisi fisik dan gejala-gejala yang terjadi pada penderita muntaber. Pihak Medis juga akan menanyakan aktivitas terakhir yang dilakukan penderita, termasuk makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Jika ada dugaan bahwa muntaber disebabkan oleh bakteri atau parasit, Pihak Medis akan melakukan pemeriksaan tinja. Sampel tinja penderita akan diperiksa di laboratorium untuk memastikan penyebab muntaber.

Di samping pemeriksaan sampel tinja, Pihak Medis dapat melakukan pemeriksaan penunjang lainnya bila diduga adanya penyebab lain selain virus, atau bila muntaber sudah menyebabkan komplikasi. Pemeriksaan tersebut meliputi:

  • Hitung darah lengkap
  • Tes fungsi ginjal
  • Tes elektrolit dalam darah

Pengobatan Muntaber

Muntaber merupakan penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Namun, penderita muntaber diharuskan untuk beristirahat serta meminum banyak air untuk mencegah dehidrasi, terutama penderita anak-anak.

Selain itu, penderita juga bisa meminum larutan oralit untuk mengganti cairan tubuh dan elektrolit yang hilang. Meskipun oralit bisa dibeli secara bebas di apotik, pastikan untuk selalu mengikuti aturan pakai yang tertulis pada kemasan.Lebih disarankan kepada penderita untuk mencari Alternatif selain dengan larutan Oralit seperti Obat Herbal yang memiliki Khasiat yang sama, karena Obat Herbal aman untuk dikonsumsi tanpa efek samping dan tebuat dari bahan Alami.

Penderita muntaber dianjurkan untuk makan dengan porsi sedikit namun lebih sering, agar asupan nutrisi tubuh tetap terjaga. Penderita muntaber juga dianjurkan memakan makanan yang mengandung kalium tinggi. Ada beberapa makanan lain yang dianjurkan untuk dikonsumsi penderita muntaber setelah kondisinya normal, yaitu:

  1. Nasi
  2. Kentang
  3. Roti
  4. Pisang

Di samping itu, penderita muntaber harus menghindari makanan dan minuman yang dapat memperparah muntaber, seperti:

  1. Makanan berserat tinggi
  2. Makanan mengandung gula tinggi
  3. Keju
  4. Yogurt
  5. Alkohol
  6. Kopi
  7. Susu

Komplikasi Muntaber

Muntaber yang tidak ditangani dapat bertambah parah dan menimbulkan komplikasi, salah satunya dehidrasi. Dehidrasi akibat muntaber harus segera ditangani agar tidak berakibat fatal. Gejala dehidrasi yang muncul dapat berupa:

  • Urine berwarna kuning
  • pekat atau gelap
  • Mual
  • Mulut kering
  • Linglung
  • Pusing

Pencegahan Muntaber

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan muntaber:

  • Rajin mencuci tangan.
  • Selalu memakai peralatan makan dan peralatan mandi

Selain upaya di atas, ada beberapa hal yang bisa Anda perhatikan untuk mencegah muntaber pada saat bepergian, di antaranya:

  • Hindari mengonsumsi makanan setengah matang.
  • Cuci sayuran maupun buah-buahan hingga benar-benar bersih, sebelum mengonsumsinya.
  • Belilah air minum dalam kemasan.
  • Hindari mengonsumsi es batu yang kebersihannya tidak terjamin, karena bisa jadi air yang digunakan untuk membuat es sudah terkontaminasi oleh virus.
  • Muntaber pada anak-anak paling sering disebabkan oleh rotavirus. Infeksi rotavirus dapat dicegah melalui pemberian vaksin. Vaksin rotavirus dapat diberikan kepada anak-anak sejak usia 2 bulan.