Diabetes Tipe 2: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Penyakit Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan salah satu gangguan kesehatan yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula yang melebihi batas normal.

Disebutkan bahwa penyakit diabetes tipe 2 ini dikarenakan oleh adanya tubuh yang tidak memproses hormone insulin dengan maksimal sehingga kadar insulin yang seharusnya diubah menjadi energi akan mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Jika kondisi semacam ini terus dibiarkan, maka akan muncul dampak buruk yang mengikutinya.

Mengenai dampak buruk yang akan mengikutinya diantaranya adalah kelainan kulit, penyakit jantung, penyakit Alzheimer hingga mengarah pada gangguan pendengaran. Untuk mencegah adanya berbagai komplikasi yang terjadi, maka berbagai penanganan akan dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat hingga operasi yang pada dasarnya disesuaikan dengan tingkat keparahan atas penyakit diabetes tipe 2 ini.

Gejala diabetes tipe 2

Penyakit diabetes tipe 2 ini timbul pada seseorang dengan ditandainya kadar gula darah yang sangat tinggi. Disebutkan bahwa gejala diabetes tipe 2 ini cenderung sangat lama untuk dikenali, bahkan penderita baru akan merasakan kondisi tersebut ketika sudah ada berbagai komplikasi lain.

Lebih lanjut, berikut beberapa gejala yang umum terjadi pada diabetes tipe 2.

  1. Sering merasa haus
  2. Mudah lapar
  3. Kondisi tubuh yang mudah lelah
  4. Kebiasaan sering buang air kecil di malam hari
  5. Penglihatan yang mulai kabur
  6. Penurunan berat badan yang bertahap
  7. Munculnya bercak hitam pada bagian kulit
  8. Luka yang sulit sembuh

Penyebab diabetes tipe 2

Untuk penyakit diabetes tipe 2 ini pada dasarnya disebabkan oleh berbagai hal yang tanpa tidak disadari kebiasaan tersebut dilakukan setiap hari. seseorang akan berpeluang mengalami permasalahan diabetes tipe 2 ketika dirinya beranjak ke usia 45 tahun dan hal ini sering kali diimbangi dengan gaya hidup tidak sehat.

Selain itu, beberapa penyebab lain diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kelebihan berat badan
  2. Hipertensi
  3. Diabetes gestational atau diabetes yang dialami seseorang di masa kehamilan
  4. Trigliserida tinggi
  5. Gangguan pada jantung serta pembuluh darah

Siapa yang lebih berisiko terkena diabetes tipe 2?
Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit diabetes melitus tipe 2 seperti berikut ini.

  1. Riwayat keluarga
    Risiko mengalami penyakit ini semakin besar jika orang tua atau saudara kandung Anda juga memiliki diabetes tipe 2.

    Dibandingkan dengan diabetes tipe 1, diabetes melitus tipe 2 memiliki hubungan yang lebih kuat dengan riwayat dan keturunan keluarga.

  2. Umur
    Bertambahnya usia akan meningkatkan risiko Anda untuk terkena penyakit ini, khususnya setelah umur 45 tahun.


    Hal ini kemungkinan bisa terjadi akibat orang-orang pada usia ini yang cenderung kurang bergerak, kehilangan massa otot, dan mengalami pertambahan berat badan.

    Selain itu, proses penuaan dapat mengakibatkan penurunan fungsi sel beta pankreas sebagai penghasil hormon insulin untuk mengatur kadar gula darah.

  3. Berat badan

    Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas berisiko 80 kali lebih mungkin terkena penyakit ini ketimbang orang yang memiliki berat badan ideal.

  4. Gaya hidup sedentari
    Sedentari adalah pola perilaku minim aktivitas atau gerakan fisik. Anda mungkin lebih akrab mengenalnya dengan istilah mager alias malas gerak.

    Padahal, aktivitas fisik membantu Anda mengontrol berat badan, menggunakan glukosa sebagai energi, dan membuat sel-sel tubuh semakin sensitif terhadap insulin

    Alhasil semakin pasif aktivitas Anda, maka semakin besar risiko untuk mengalami diabetes tipe 2.

  5. Prediabetes

    Prediabetes adalah kondisi saat kadar gula darah Anda lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.

    Kondisi ini umumnya tidak menimbulkan gejala yang berarti sehingga sulit untuk Anda deteksi.

  6. Diabetes kehamilan

    Ibu hamil yang pernah mengalami diabetes saat hamil (diabetes gestasional) dan sembuh memiliki kemungkinan tinggi terkena penyakit ini di kemudian hari.

  7. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

    PCOS erat kaitannya dengan resistensi insulin. Sejumlah kondisi medis lain juga berisiko menyebabkan penyakit ini, seperti pankreatitis, sindrom Cushing, dan glukagonoma.

  8. Obat-obatan tertent

    Obat steroid, statin, diuretik, dan beta-blocker merupakan beberapa jenis obat yang dapat memengaruhi kadar gula dalam darah dan berisiko menyebabkan diabetes tipe 2.

Penanganan diabetes tipe 2

Menyikapi adanya penyakit diabetes tipe 2 ini, ada berbagai penanganan yang bisa dilakukan sehingga akan menurunkan resiko penyakit tersebut sekaligus juga membuat seseorang terhindar dari berbagai komplikasi yang memungkinkan terjadi. Beberapa penanganan yang dilakukan adalah melalui pemberian obat seperti metformin hingga operasi bariatric yang akan menurunkan berat badan sehingga menurunkan resiko diabetes.