Tendinitis – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Tendinitis

Gangguan kesehatan tendinitis merupakan penyakit yang terjadi akibat peradangan serta iritasi pada bagian tendon, yaitu ujung serat jaringan ikat yang menghubungkan otot dan tulang. Tendinitis menyebabkan rasa nyeri saat menggerakkan otot karena tendon otot yang meradang.
Bagian tubuh yang dapat mengalami tendinitis diantaranya adalah daerah bahu, pergelangan tangan, jari, lutut, bagian belakang tumit, dan siku. Bagian-bagian tersebut akan terasa sakit saat digerakkan jika tendon meradang.

Jenis Tendinitis

Berdasarkan lokasi dan penyebabnya, tendinitis dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Lateral epicondylitis
    Tendinitis ini terjadi pada tendon di siku bagian luar. Lateral epicondylitis atau yang dikenal dengan tennis elbow umumnya terjadi karena aktivitas yang melibatkan putaran pada pergelangan tangan secara berulang, seperti tenis dan bulutangkis.
  2. Medial epicondylitis
    Tendinitis ini terjadi pada tendon di siku bagian dalam. Jenis ini umumnya terjadi karena gerakan siku secara berulang, seperti yang dilakukan atlet golf dan bisbol.
  3. Achilles tendinitis
    Achilles tendinitis terjadi pada tendon Achilles, yaitu urat besar di belakang pergelangan kaki. Umumnya, tendinitis jenis ini terjadi akibat aktivitas lari dan lompat yang repetitif, seperti ketika bermain basket.
  4. Rotator cuff tendinitis
    Tendinitis ini terjadi pada tendon rotator cuff, yaitu otot yang mengendalikan putaran bahu. Jenis ini umumnya terjadi karena gerakan mengangkat lengan secara berulang, seperti yang dilakukan oleh perenang.
  5. De Quervain tendinitis
    Tendinitis ini terjadi pada tendon pergelangan tangan, tepatnya di pangkal ibu jari yang umumnya terjadi karena gerakan menggenggam atau mencubit secara berulang, seperti yang dilakukan oleh atlet tenis dan panjat tebing. Jenis ini juga dapat terjadi pada wanita dalam masa kehamilan tanpa diketahui penyebabnya.
  6. Knee tendinitis
    Knee tendinitis terjadi pada tendon patellar yang terletak di bawah lutut atau pada tendon quadriceps yang berada di atas lutut. Jenis ini umumnya terjadi karena gerakan melompat atau berlari, seperti yang dilakukan oleh atlet basket atau pelari jarak jauh.

Gejala Tendinitis

Gejala gangguan kesehatan tendinitis diantaranya adalah rasa kaku, bengkak, dan nyeri dengan kulit yang memanas dan memerah pada bagian tendon yang mengalami peradangan. Munculnya rasa sakit pada daerah bagian tendon yang dekat persendian dan sekitarnya. Rasa sakit tersebut dapat terjadi secara tiba-tiba dan diikuti dengan terjadinya pembengkakan.

Penyebab dan Faktor Resiko Tendinitis

Penyebab tendinitis sangat beragam. Gangguan kesehatan tendinitis dapat terjadi akibat gerakan kuat dan berulang-ulang yang menyebabkan terjadinya gesekan berlebih antara permukaan tendon dengan tulang yang ada didekatnya. Faktor lain yang dapat memicu terjadinya tendinitis diantaranya adalah faktor usia yang dapat menurunkan elastisitas tendon.
Gangguan kesehatan tendinitis dapat disebabkan oleh posisi badan yang tidak tepat saat bekerja atau kurangnya pemanasan sebelum beraktivitas dan berolahraga serta gerakan tiba-tiba saat tendon belum terbiasa melakukan gerakan tertentu seperti pada seseorang yang berolahraga tidak teratur, bersih-bersih rumah, berkebun, bermain tenis atau bulu tangkis, dan kegiatan lainnya.

Faktor risiko tendinitis
Tendinitis dapat terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita tendinitis, yaitu:

  • Memiliki pekerjaan yang melibatkan gerakan berulang, seperti atlet, petani, atau pekerja bangunan
  • Memiliki riwayat penyakit yang memengaruhi tulang dan sendi, seperti rheumatoid arthritis atau penyakit asam urat
  • Berusia di atas 40 tahun
  • Memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas
  • Tidak melakukan pemanasan sebelum melakukan olahraga
  • Mengonsumsi obat yang dapat merusak tendon, seperti levofloxacin atau ciprofloxacin
  • Pertumbuhan osteofit yang menekan tendon

Diagnosis Tendinitis

Untuk mendiagnosis tendinitis, Pihak medis akan melakukan tanya jawab seputar gejala yang dialami pasien, riwayat kesehatannya, ada tidaknya aktivitas yang melibatkan gerakan secara berulang, serta obat yang sedang dikonsumsi pasien.

Pemeriksaan yangf dilakukan antara lain :

  • Pemeriksaan fisik, khususnya pada area tendon yang mengalami peradangan.
  • USG
  • Rontgen atau MRI, untuk melihat kemungkinan adanya robekan atau penebalan tendon atau dislokasi sendi.

Penanganan Tendinitis

Pengobatan tendinitis bertujuan untuk meredakan gejala serta mengurangi peradangan. Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan yang dapat diberikan kepada pasien tendinitis:

Obat-obatan
Pihak medis dapat memberikan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau suntikan kortikosteroid untuk meredakan nyeri dan peradangan. Kortikosteroid umumnya tidak disarankan untuk tendinitis yang sudah terjadi lebih dari 3 bulan karena berisiko melemahkan tendon atau membuat tendon robek.

Fisioterapi
Setelah gejala yang dialami mereda, fisioterapi dapat dilakukan untuk memperkuat tendon yang mengalami peradangan. Hal ini akan mengembalikan fungsi gerak yang berkurang akibat tendinitis. Jenis tindakan dan latihan yang dilakukan dalam terapi disesuaikan dengan kondisi pasien.

Tindakan medis
Tindakan medis di bawah ini dapat dilakukan pihak medis jika pemberian obat atau fisioterapi tidak membantu kondisi menjadi lebih baik:

  • Terapi ultrasound, menggunakan paparan gelombang suara ultrasonik untuk menghilangkan jaringan parut tendon
  • Dry needling, menggunakan jarum khusus untuk merangsang proses penyembuhan tendon
  • Operasi, untuk menangani kondisi tendinitis yang parah, seperti tendon sudah terlepas dari tulang

Perawatan mandiri
Untuk membantu proses penyembuhan, penderita tendinitis dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Istirahatkan tendon yang mengalami peradangan. Usahakan untuk tidak melakukan aktivitas yang memberikan tekanan kuat pada area tersebut.
  • Kompres dingin area tendinitis selama 20 menit beberapa kali sehari.
  • Berikan bantalan atau bahan yang bisa menopang area tendinitis saat tidur, misalnya dengan tumpukan bantal.

Komplikasi Tendinitis

Tendinitis yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko robeknya tendon. Jika tendon robek, penanganan perlu dilakukan dengan tindakan operasi.

Selain itu, jika peradangan pada tendon berlangsung selama beberapa minggu atau beberapa bulan, penderita dapat mengalami tendinosis. Kondisi ini menyebabkan kerusakan kronis pada tendon dan diikuti terbentuknya pembuluh darah yang tidak normal.

Pencegahan Tendinitis

Tendinitis merupakan kondisi yang dapat dicegah. Beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kondisi ini adalah:

  • Menghindari aktivitas yang memberi tekanan berlebih pada tendon, terutama jika dilakukan secara terus-menerus
  • Melakukan olahraga yang lain, jika olahraga yang biasa dilakukan menimbulkan nyeri
  • Mengikuti saran instruktur olahraga profesional agar gerakan yang dilakukan tidak menimbulkan masalah pada tendon
  • Melakukan peregangan sebelum dan setelah latihan untuk memaksimalkan gerakan sendi dan mengurangi risiko cedera
  • Mengatur posisi duduk yang benar, seperti posisi punggung yang tetap tegak selama duduk.