Rosacea – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Rosacea

Penyakit rosacea merupakan salah satu penyakit kulit yang cukup mengganggu penampilan. Pasalnya penyakit ini biasanya timbul diarea wajah seperti pipi, dagu, hidung dan dahi. Biasanya ditandai dengan adanya peradangan pada bagian wajah, munculnya ruam kemerahan, bintil padat, dan juga bisa berisi nanah.

Ada beberapa jenis atau tipe dari penyakit kulit Rosacea diantaranya;

  1. Rosacea Erythematotelangiectatic, ditandai dengan wajah yang memerah disertai dengan pembuluh darah yang semakin hari semakin terlihat jelas pada permukaan kulit. Tipe ini sering diiringi dengan kulit wajah menjadi kering, bersisik, dan mudah merah.
  2. Rosacea Papulopustular, ditandai dengan wajah yang semakin memerah dilengkapi dengan munculnya benjolan pada wajah layaknya jerawat yang bernanah (pustula).
  3. Rosacea Phymatous, disertai dengan adanya penebalan pada permukaan wajah, dan cenderung membuatnya menjadi bergelombang.
  4. Rosacea Okuler, biasanya akan menyerah daerah sekitar mata, membuat mata menjadi memerah, iritasi, dan juga pembengkakan pada bagian kelopak mata.

Gejala Rosacea

Gejala yang diawali dengan benjolan kecil padat, bintil air, dan jerawat pada kulit yang memerah dengan memicu adanya:

  • Kulit kemerahan yang permanen
  • Pembuluh darah di bawah kulit terlihat jelas
  • Kulit perih dan rasa sensasi terbakar
  • Adanya masalah mata. Banyak pengidap rosacea juga mengalami masalah mata, seperti mata kering, iritasi, bengkak dan kelopak mata merah dan bengkak. Kondisi ini dikenal sebagai okular rosacea. Pada beberapa orang, gejala pada mata ini mendahului gejala kulit
  • Permukaan kulit menjadi kasar
  • Hidung membesar. Seiring berjalannya waktu, rosacea dapat menebalkan kulit di hidung dan menyebabkan hidung tampak bulat (rhinophyma). Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Penyebab Rosacea

Hingga saat ini penyebab rosacea memang belum diketahui secara pasti. Namun, bisa jadi penyakit kulit ini disebabkan oleh kombinasi dari faktor keturunan dan lingkungan. Beberapa faktor yang dapat memicu flare-up atau memerahnya wajah, antara lain:

  • Paparan sinar matahari atau angin
  • Udara dingin atau panas
  • Berolahraga terlalu keras
  • Memakan makanan pedas
  • Mengonsumsi minuman panas
  • Udara lembap
  • Minuman kafein
  • Stres
  • Berendam di air hangat
  • Konsumsi makanan yang mengandung senyawa cinnamaldehyde, seperti kayu manis, coklat, tomat, dan jeruk
  • Memiliki bakteri usus Helicobacter pylori
  • Terkena gigitan tungau kulit yang disebut demodex dan bakteri yang dibawanya, Bacillus oleronius.

Faktor Risiko Rosacea

Siapa pun sebenarnya bisa mengalami rosacea. Namun, seseorang mungkin akan lebih berisiko terkena penyakit kulit ini bila memiliki faktor-faktor berikut:

  • Jenis kelamin. Kebanyakan pengidap rosacea adalah wanita
  • Memiliki warna kulit yang terang
  • Berusia di atas 30 tahun
  • Memiliki kebiasaan merokok
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengidap rosacea.

Diagnosis Rosacea

Pihak medis akan melakukan tanya jawab seputar gejala yang dialami pasien, kemudian melakukan pemeriksaan fisik pada kulit pasien. Pada umumnya, medis dapat mengenali rosacea melalui tanda-tanda yang tampak di kulit pasien.

Namun, terkadang tanda di kulit pasien dapat menyerupai penyakit lain, seperti lupus, eksim, atau psoriasis. Oleh karena itu, medis mungkin akan menganjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, seperti tes darah dan biopsi kulit.

Penanganan Rosacea

Pengobatan rosacea bertujuan untuk meredakan gejala yang dialami pasien. Metode pengobatan yang bisa dilakukan antara lain:

1. Obat-obatan
Obat-obatan yang diberikan oleh medis bisa berupa obat tunggal atau obat kombinasi, tergantung pada gejala yang dialami pasien. Jenis obat-obatan tersebut adalah:

  • Obat antibiotik, seperti doxycycline, untuk membunuh bakteri di kulit dan meredakan kemerahan atau pembengkakan di wajah
  • Obat tetes mata dan antibiotik, untuk menangani ocular rosacea
  • Obat oles jerawat, seperti oxymetazoline, oxytetracycline, metronidazole, asam azelaic, atau ivermectin, untuk meredakan kemerahan dan bintik di kulit yang menyerupai jerawat.

2. Terapi laser
Terapi laser bertujuan untuk mengurangi kemerahan akibat pembesaran pembuluh darah. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, terapi laser perlu diulang beberapa kali.

Selain menjalani perawatan dari medis, pasien dianjurkan untuk melakukan beberapa upaya guna mencegah kambuhnya gejala. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:

  • Menghindari makanan dan minuman yang dapat memicu timbulnya gejala
  • Menggunakan produk perawatan yang sesuai dengan kulit sensitif
  • Mengenakan pakaian hangat dan syal di cuaca yang dingin
  • Menghindari paparan sinar matahari langsung, terutama di cuaca terik
  • Mengenakan pakaian tertutup dan topi lebar, serta mengoleskan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih bila terpaksa keluar rumah di siang hari
  • Mengelola stres dengan baik, misalnya dengan teknik pernapasan atau yoga.

Komplikasi Rosacea

Jika dibiarkan tanpa penanganan, ada beberapa risiko komplikasi yang dapat terjadi akibat kondisi ini, seperti:

  • Rhinophyma. Merupakan kondisi kulit hidung yang menjadi sangat memerah, bengkak dan lembek. Kondisi ini disebabkan oleh pembesaran kelenjar sebaceous (kelenjar minyak). Perlu diketahui bahwa beberapa pria rentan terhadap komplikasi ini.
  • Konjungtivitis. Kondisi ini merupakan peradangan pada konjungtiva (selaput mata). Konjungtivitis ditandai dengan beberapa gejala. Contohnya seperti mata merah di satu atau kedua mata, terasa gatal, hingga mata yang terasa sakit atau terbakar.

Selain menimbulkan komplikasi pada kulit, rosacea juga dapat menimbulkan komplikasi berupa tekanan emosional. Hal ini dapat dipicu oleh menurunnya rasa kepercayaan diri terkait kondisi dan penampilan kulit.

Pencegahan Rosacea

Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit Rosacea:

  • Hindari beraktivitas sinar matahari dalam waktu yang lama
  • Gunakan tabir surya minimal SPF 30 atau lebih setiap keluar rumah
  • Hindari minuman beralkohol dan minuman kafein
  • Kelola tingkat stres dengan melakukan kegiatan yang disukai. Misalnya seperti rutin berolahraga, meditasi, atau melakukan kegiatan positif lainnya.
  • Batasi konsumsi makanan pedas
  • Lindungi wajah dari angin dan suhu yang dingin. Hal ini dapat dilakukan dengan mengenakan syal. Namun, pastikan untuk memilih syal berbahan halus seperti sutra atau akrilik.