Rambut Rontok – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Rambut Rontok

Rambut rontok bukanlah sebuah penyakit serius yang berbahaya. Kondisi rambut yang normal memang akan mengalami kerontokan pada setiap harinya. Sebagian besar manusia mengalami kerontokan rambut 50-100 helai setiap hari yang masih dianggap batas normal kerontokan.
Kondisi rambut diawali dengan pertumbuhan normal rambut (anagen) yang ditandai dengan pertumbuhan selama dua sampai enam tahun. Kemudian, rambut pun akan mengalami kerontokan dan tumbuh lagi 2 sampai 3 bulan setelah rontok. Sebelumnya, masa transisi atau fase katagen terjadi pada rambut sebelum rontok selama 2-3 pekan.
Rambut rontok hanya akan menimbulkan rasa kurang percaya diri bagi seseorang. Saat mengalami rambut rontok berlebihan, biasanya diikuti dengan kebotakan permanen yang bermula dari kerontokan berkala. Simak ulasan singkatnya berikut ini!

Gejala Rambut Rontok

Biasanya orang akan menyadari rambutnya rontok bila sudah mengalami penipisan rambut di kepalanya. Hal ini dapat terjadi ketika jumlah rambut yang lepas lebih banyak daripada jumlah rambut yang tumbuh.

Rambut rontok dapat terjadi tiba-tiba atau bertahap, serta bisa berlangsung sementara atau permenen, tergantung pada penyebabnya. Beberapa tanda yang muncul akibat rambut rontok adalah:

  • Menipisnya rambut di bagian puncak kepala
    Penipisan rambut di bagian puncak kepala merupakan gejala rambut rontok yang paling sering terjadi, baik pada pria maupun wanita.
  • Pitak
    Kondisi ini ditandai dengan munculnya kebotakan hanya pada satu atau beberapa area kepala, dan permukaan kulit kepala yang pitak akan terasa halus. Pitak di kepala juga bisa disertai dengan kulit kepala menjadi merah, bengkak, dan mengeluarkan cairan. Selain di kulit kepala, pitak juga dapat terjadi pada janggut atau alis.
  • Penipisan rambut yang merata di kepala
    Setiap harinya ada 50–100 helai rambut yang lepas atau rontok, terutama saat menyisir atau keramas. Seseorang yang mengalami rambut rontok dapat merasa jumlah rambut yang lepas tiba-tiba lebih banyak. Kondisi ini mengakibatkan penipisan rambut di kepala secara menyeluruh, bukan hanya pada area tertentu.
  • Rambut rontok di seluruh tubuh
    Kerontokan ini terjadi di seluruh bagian tubuh, bukan hanya di kulit kepala.

Penyebab Rambut Rontok

Kerontokan rambut terjadi saat jumlah rambut yang rontok lebih banyak daripada jumlah rambut yang tumbuh, sehingga menimbulkan penipisan rambut di kepala. Penipisan rambut atau kebotakan dapat terjadi ketika rambut yang rontok terlalu banyak atau rambut yang tumbuh terlalu sedikit, sehingga perlu dibedakan.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan rambut rontok adalah:

  • Keturunan
    Keturunan atau faktor genetik merupakan penyebab tersering rambut rontok yang menyebabkan kebotakan. Orang yang anggota keluarganya mengalami kebotakan juga bisa mengalami kebotakan dengan pola yang sama.
    Pola kebotakan tersebut bisa dimulai dari puncak kepala atau dari dahi, dan biasanya terjadi secara bertahap seiring pertambahan usia.
  • Perawatan rambut yang tidak tepat
    Pemakaian produk perawatan rambut yang tidak tepat dapat menyebabkan rambut rontok atau mudah patah. Selain itu, penggunaan alat pengering rambut, catokan rambut, serta jepit atau karet rambut juga dapat membuat rambut rontok, rapuh, dan patah.
  • Perubahan hormon
    Perubahan homon yang terjadi saat hamil, setelah melahirkan, atau menopause dapat menyebabkan kerontokan rambut. Kerontokan tersebut dapat bersifat sementara atau permanen.
  • Asupan gizi yang tidak baik
    Asupan gizi yang tidak baik, terutama kekurangan protein, kekurangan zat besi, atau kelebihan vitamin A, dapat memengaruhi struktur dan proses pertumbuhan rambut. Kerontokan rambut akibat asupan gizi yang tidak baik akan berhenti setelah asupan nutrisi diperbaiki.
  • Obat tertentu
    Beberapa jenis obat dapat menyebabkan rambut rontok. Obat-obatan tersebut adalah obat pengencer darah, seperti warfarin; obat untuk radang sendi, seperti methotrexate; obat antijamur, seperti fluconazole atau ketoconazole, obat untuk darah tinggi, seperti propranolol atau captoril; pil KB, serta suplemen steroid untuk memperbesar otot.
  • Penyakit atau kondisi medis tertentu
    Ada beberapa jenis penyakit atau gangguan yang dapat menyebabkan rambut rontok, antara lain penyakit autoimun, penyakit tiroid, dan kurang darah (anemia). Gangguan pada kulit kepala akibat infeksi, cedera kepala, luka bakar, atau terbentuknya jaringan parut juga dapat menghentikan kemampuan rambut untuk melakukan regenerasi, sehingga akhirnya rontok.
    Selain gangguan fisik, gangguan mental atau psikologis, seperti stres atau trauma psikis, juga dapat menyebabkan rambut rontok yang berujung pada kebotakan. Trikotilomania atau keinginan untuk mencabuti rambut sendiri juga merupakan salah satu gangguan mental yang dapat menyebabkan kebotakan.
  • Pengobatan kanker
    Pengobatan kemoterapi dan radioterapi untuk kanker bisa menyebabkan kerontokan rambut. Kerontokan rambut ini bersifat sementara. Rambut dapat kembali tumbuh setelah terapi tersebut dihentikan.

Penanganan Rambut Rontok

1. Obat-obatan
Obat yang dapat diberikan antara lain:

  • Obat yang digunakan di kulit kepala
    Minoxidil tersedia dalam bentuk cairan atau sampo yang digunakan langsung ke kulit kepala. Minoxidil akan menstimulasi pertumbuhan rambut di area sudah menunjukkan penipisan atau kebotakan.
  • Obat yang diminum
    Finasteride dan spironolactone adalah obat yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan hormon pada kulit yang menyebabkan rambut rontok. Finasteride diberikan untuk pria. Sedangkan untuk wanita, diberikan spironolactone.

2. Sampo khusus rambut rontok
Penggunaan sampo yang tepat dapat membantu mengatasi rambut rontok, misalnya sampo yang mengandung nutrisi tambahan untuk rambut. Contoh nutrisi rambut yang bisa didapatkan dari sampo adalah minyak esensial dan provitamin.

Beberapa minyak esensial, misalnya rice bran oil dan virgin coconut oil, mengandung asam lemak berupa asam linoleat. Lemak ini dipercaya dapat menghambat kerja enzim yang berperan dalam proses kerontokan rambut dan kebotakan.

Selain itu, provitamin pada sampo juga dipercaya dapat mendukung kesehatan rambut dan mencegah kerontokan, misalnya panthenol atau provitamin B5. Senyawa ini membantu membuat rambut tampak lebih tebal, lembut, dan berkilau. Provitamin B5 juga dapat menjaga kelembapan rambut sehingga rambut terlindungi dari kerusakan.

3. Transplantasi rambut
Prosedur ini dilakukan dengan mengambil kulit kepala yang mengandung benih rambut aktif untuk menggantikan area kulit kepala yang rontok. Pertumbuhan rambut baru dari kulit kepala hasil transplantasi akan terlihat beberapa bulan setelahnya.

Prosedur transplantasi rambut dapat menjadi pilihan bagi orang yang mengalami kebotakan permanen.

Pencegahan Rambut Rontok

Rambut rontok yang disebabkan keturunan tidak bisa dicegah. Namun, upaya berikut ini bisa dilakukan untuk mencegah rambut rontok yang memicu penipisan rambut:

  • Bijak dalam mewarnai rambut
    Hindari mengubah warna rambut, karena tindakan tersebut berisiko menyebabkan rambut rontok. Namun jika Anda ingin mewarnai rambut, hindari bleaching dan perubahan warna yang terlalu drastis.
  • Pilih produk perawatan rambut yang sesuai
    Gunakan produk perawatan rambut yang sesuai jenis rambut, misalnya sampo untuk rambut kering atau rambut berminyak.
  • Sisir rambut dengan cara yang tepat
    Sisir rambut dengan lembut dari pangkal ke ujung rambut, agar minyak dari pangkal rambut menyebar hingga ke ujung rambut, serta hindari menyisir dalam keadaan rambut basah.
  • Hindari penataan rambut dengan menarik rambut
    Gaya rambut tertentu, seperti ikat buntut kuda atau sanggul, akan menarik rambut sehingga menyebabkan kerontokan. Selain itu, kebiasaan menarik atau memutar rambut juga perlu dihindari untuk mencegah rambut rontok.
  • Lindungi rambut dari sinar matahari
    Lindungi rambut dari paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan topi. Selain itu, topi jenis khusus (topi pendingin atau cooling cap) dapat digunakan untuk mengurangi rambut rontok akibat kemoterapi.