Penyakit Rakitis

Penyakit rakitis merupakan nama lain dari kondisi kelainan yang terjadi pada pertumbuhan tulang. Umumnya, kondisi ini dialami usia anak-anak dan lebih disebabkan kurangnya asupan vitamin D serta kalsium. Rakitis sudah jarang terjadi di Indonesia, namun tetap harus diwaspadai.
Kebutuhan vitamin D yang tercukupi dengan baik akan membantu proses penyerapan Kalsium serta fosfat yang berasal dari makanan konsumsi. Penyerapan yang dilakukan dalam usus tersebut akan mengalami gangguan bila vitamin D untuk kebutuhan tubuh belum terpenuhi secara optimal.
Penyakit rakitis cukup berbahaya bila dibiarkan tanpa penanganan. Kondisi kelainan pada pertumbuhan tulang tersebut bisa berisiko lebih buruk seperti terjadinya kerapuhan tulang hingga osteomalacia atau pelunakan tulang. Simak ulasannya berikut ini!

Gejala Rakitis

Rakitis secara umum hanya dialami anak-anak usia 6 bulan sampai 3 tahun. Risiko terbesar memang dimiliki di usia tersebut yang rentan mengalami kurangnya asupan nutrisi seimbang. Selain vitamin D, beberapa kondisi lain seperti jarang mengonsumsi susu hingga pola makan vegetarian juga bisa memicu faktor risiko.
Gejala yang ditimbulkan ketika seseorang mengalami penyakit rakitis antara lain seperti dibawah ini:

  • Nyeri yang terjadi pada tulang, diikuti dengan kebiasaan mudah lelah dan sikap berjalan berbeda
  • Lebih mudah mengalami patah tulang
  • Munculnya masalah pada gigi, termasuk kerapuhan enamel gigi. Gejala juga menunjukkan lambatnya pertumbuhan gigi atau munculnya lubang gigi dengan mudah
  • Perubahan bentuk tulang
  • Terlambat pertumbuhan

Kondisi diatas bisa diamati seiring pertumbuhan anak dari usia 6 bulan sampai tiga tahun. Oleh sebab itu, para orang tua wajib mengamati perubahan kondisi yang dialami sang buah hati. Bila mengalami gejala seperti diatas, baiknya segera berkonsultasi kepada tim medis untuk mendapatkan penanganan.

Penyebab Rakitis

Penyebab dari rakitis adalah adanya defisiensi dari vitamin D. Vitamin D berguna sebagai suatu zat yang dapat mengabsorbsi kalsium dan fosfat dari makanan, dengan adanya vitamin D ini, tulang-tulang dapat mendapatkan kalsium yang cukup. Saat terjadi kekurangan vitamin D, maka kalsium dan fosfat tidak dapat diabsorbsi dengan baik dan optimal.

Vitamin D didapatkan melalui sinar matahari dan melalui makanan seperti minyak ikan, lemak ikan dan kuning telur. Anak-anak yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari dan tidak mendapatkan makanan yang menjadi sumber vitamin D akan memiliki kecenderungan mengalami defisiensi dari vitamin D.

Selain dari kesalahan pada sumbernya, masalah dapat terjadi pada proses absorbsi di tubuh anak. Pada masalah absorbsi ini, anak telah mendapatkan cukup sumber vitamin D, namun tubuhnya tidak mengabsorbsi vitamin D tersebut. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kelainan ini antara lain adalah:

  • Penyakit Celiac
  • Penyakit radang usus
  • Fibrosis sistik
  • Masalah pada ginjal.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang anak mengidap rakitis adalah:

  • Memiliki warna kulit yang gelap
  • Ibu mengalami defisiensi vitamin D saat mengandung
  • Anak-anak yang lahir dan tinggal di daerah yang jarang sinar matahari
  • Anak-anak yang lahir prematur
  • Obat-obatan seperti obat antikejang dan obat anti virus yang dapat mengganggu proses penyerapan vitamin D oleh tubuh.

Diagnosis Rakitis

Untuk mendiagnosis apakah seorang anak menderita rakitis, pihak medis akan melakukan tanya jawab dengan orang tua seputar keluhan yang dialami anak. Selanjutnya, pihak medis akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti menekan lembut tulang anak, terutama tulang tengkorak, tulang rusuk, serta tulang di kaki dan pergelangan tangan.

Bila anak merasa nyeri saat tulang ditekan atau pihak medis menduga ada kelainan pada tulang, pihak medis akan melakukan pemeriksaan lanjutan berupa:

  • Tes darah, untuk mengukur kadar vitamin D, kalsium, memeriksa fungsi ginjal dan hati, serta mengukur peningkatan kadar alkali fosfatase
  • Foto Rontgen atau CT scan tulang, untuk melihat apakah ada kelainan bentuk tulang
  • Biopsi, dengan mengambil sampel jaringan pada tulang untuk diteliti di laboratorium.

Penanganan Rakitis

Pengobatan rakitis bertujuan untuk meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh anak dan meredakan gejala. Beberapa upaya yang bisa dilakukan adalah:

  • Menjemur anak di bawah sinar matahari secara rutin
  • Memberikan anak makanan kaya kalsium dan vitamin D, seperti ikan dan telur
  • Memberikan suplemen kalsium dan vitamin D, bila asupan dari makanan kurang
  • Pemberian vitamin D setiap tahun, bila anak tidak bisa mengonsumsi suplemen, menderita penyakit hati, atau penyakit usus

Perlu diingat bahwa pemberian suplemen vitamin D harus sesuai saran medis. Hal ini karena kebutuhan vitamin D harian setiap anak bisa berbeda-beda. Penggunaan suplemen vitamin D juga tidak boleh melebihi batas maksimal asupan harian agar tidak terjadi hipervitaminosis.

Bila rakitis sampai menyebabkan kelainan tulang, pihak medis akan menyarankan penggunaan alat penyangga untuk menunjang pertumbuhan tulang anak. Jika kelainan tulang sudah tergolong parah, pihak medis akan melakukan operasi untuk memperbaiki tulang anak.

Komplikasi Rakitis

Jika dibiarkan tanpa penanganan, rakitis dapat menyebabkan komplikasi berupa:

  • Kejang
  • Gangguan tumbuh kembang
  • Kelainan gigi
  • Kelainan bentuk tulang
  • Tulang mudah patah
  • Kelainan lengkung tulang belakang.

Pencegahan Rakitis

Rakitis bisa dicegah dengan mencukupi kebutuhan vitamin D dan kalsium. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Berjemur di bawah sinar matahari selama 10–15 menit per hari
  • Menggunakan tabir surya sebelum berjemur untuk melindungi kulit dari luka bakar sinar matahari
  • Mengonsumsi makanan yang kaya vitamin D, seperti kuning telur, ikan laut, minyak ikan, jamur, dan susu
  • Mengonsumsi suplemen vitamin D sesuai anjuran medis dan rutin memeriksakan diri ke medis, bila sedang hamil.