Penyakit Alzheimer - Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Alzheimer

Salah satu penyakit yang dapat mempengaruhi kemampuan daya ingat seseorang adalah penyakit alzheimer. Penyakit ini merupakan penyakit progresif atau menyerang perlahan-lahan pada penderitanya. Penyakit ini ditandai dengan mulai menurunnya daya ingat, kemampuan untuk berpikir, hingga mengalami perubahan perilaku dalam aktivitas sehari-hari. Pada akhirnya penyakit ini akan menyebabkan kerusakan jaringan otak pada manusia.

Gejala Alzheimer

Pada umumnya, gejala penyakit alzheimer yang dapat menyerang seseorang akan terbagii menjadi 3 (tiga) tahap, yaitu awal, tengah, dan akhir.

Tahap awal
Gejala tahap awal pada penderita penyakit Alzheimer umumnya berlangsung sekitar 2–4 tahun. Tanda dan gejala pada tahap awal penyakit Alzheimer antara lain:

  • Sering lupa nama benda atau tempat
  • Sering lupa dengan percakapan yang baru dilakukan
  • Sering merasa sulit untuk memutuskan sesuatu
  • Sering menanyakan pertanyaan yang sama
  • Sering bingung atau llinglung

Tahap tengah
Ketika memasuki tahap menengah, keparahan gejala penyakit Alzheimer yang sudah dialami sebelumnya akan meningkat. Sejumlah gejala penyakit Alzheimer tahap menengah adalah:

  • Mulai mengalami halusinasi atau delusi
  • Memiliki perilaku yang impulsif, repetitif, ataupun obsesif
  • Sulit mengingat nama orang terdekat
  • Masalah saat berkomunikasi
  • Kesulitan melakukan tugas yang berhubungan dengan ruang

Tahap Akhir
Pada tahap akhir, gejala penyakit Alzheimer makin memburuk sehingga penderita sering kali memerlukan bantuan orang lain dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala penyakit Alzheimer yang umum terjadi pada tahap akhir yaitu:

  • Penurunan daya ingat makin memburuk
  • Kehilangan kemampuan berkomunikasi
  • Kesulitan bergerak tanpa bantuan orang lain
  • Buang air kecil dan buang air besar tanpa disadari
  • Tidak bisa makan sendiri dan mengalami penurunan berat badan
  • Halusi dan delusi makin memburuk sehingga membuat penderitanya selalu curiga terhadap orang di sekitarnya, bahkan sampai berlaku kasar.

Penyebab Alzheimer

Penyebab penyakit Alzheimer belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga terjadi akibat pengendapan protein amiloid dan protein tau di dalam otak. Kondisi tersebut menyebabkan pengiriman sinyal antara sel-sel otak terganggu. Akibatnya, sel-sel otak tidak berfungsi dengan baik dan mengalami kerusakan.

Kerusakan pada sel otak bisa menurunkan kadar zat kimia di dalam otak sehingga koordinasi antarsaraf otak menjadi kacau. Hal ini menyebabkan penderita penyakit Alzheimer mengalami penurunan daya ingat dan perubahan suasana hati.

Faktor Risiko Alzheimer

Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit Alzheimer, yaitu:

  • Berusia di atas 65 tahun
  • Berjenis kelamin perempuan
  • Mengalami cedera kepala
  • Memiliki keluarga dengan penyakit Alzheimer
  • Menderita sindrom Down
  • Menderita gangguan kognitif ringan
  • Menderita kecanduan alkohol
  • Mengalami gangguan tidur
  • Merokok
  • Memiliki hipertensi atau kadar kolestrol tinggi
  • Mengalami penurunan fungsi otak karena efek paparan polusi udara.

Meski sebagian besar penderita penyakit Alzheimer berusia di atas 65 tahun, orang yang berusia 30 tahun juga bisa terserang kondisi ini. Penyakit Alzheimer pada usia muda perlu ditangani dengan tepat karena bisa memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Diagnosis Alzheimer

Pihak medis akan terlebih dahulu melakukan sesi tanya jawab dengan pasien seputar gejala, riwayat kesehatan, dan riwayat penyakit Alzheimer pada keluarga, diikuti dengan pemeriksaan saraf.

Pemeriksaan saraf dapat meliputi tes gerak refleks, kekuatan otot, kemampuan berjalan, mendengar, dan melihat. Setelah itu, pasien dianjurkan untuk menjalani rangkaian pemeriksaan lanjutan, meliputi:

  1. Tes darah, untuk memeriksa kemungkinan penyakit lain yang menyebabkan pasien mengalami penurunan daya ingat, seperti kekurangan vitamin atau gangguan tiroid
  2. Pemindaian dengan CT can dan MRI, untuk mendeteksi kelainan atau perubahan pada otak
  3. Pungsi lumbal, untuk mendeteksi infeksi pada otak dengan cara mengambil cairan dari sumsum tulang belakang

Penanganan Penyakit Alzheimer

Sayangnya, penyakit alzheimer ini bukan merupakan penyakit yang dapat disembuhkan. Pengobatan penyakit Alzheimer bertujuan untuk mengatasi gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Metode pengobatan yang dapat dilakukan antara lain:

1. Obat-obatan
Penanganan utama penyakit Alzheimer adalah dengan pemberian obat-obatan. Obat yang diberikan adalah untuk meredakan gejala, dengan cara meningkatkan kadar zat kimia di otak. Jenis obat-obatan yang bisa diresepkan oleh dokter yaitu:

  • Rivastigmine
  • Donepezil
  • Memantine

2. Psikoterapi
Psikoterapi bertujuan untuk membantu penderita penyakit Alzheimer menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri. Jenis psikoterapi yang bisa diberikan untuk menangani penyakit Alzheimer adalah stimulasi kognitif.

Pada terapi ini, pasien akan dilatih untuk meningkatkan daya ingat, kemampuan berkomunikasi, dan memecahkan masalah. Selain menjalani pengobatan dan terapi, menyesuaikan situasi tempat tinggal juga dapat mempermudah aktivitas. Berbagai cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Tuliskan catatan mengenai hal-hal yang perlu dilakukan dan tempel catatan tersebut di tempat yang mudah terlihat.
  • Simpan dompet, ponsel, atau barang berharga lainnya di tempat yang sama agar mudah ditemukan.
  • Tempelkan label pada tempat obat untuk mengingatkan dosis yang harus dikonsumsi.
  • Pasang pegangan pada tangga atau kamar mandi untuk mencegah terjatuh saat berjalan.
  • Kurangi jumlah cermin di rumah, karena dapat membuat penderita Alzheimer kebingungan atau bahkan ketakutan.
  • Atur letak perabotan rumah dengan baik agar tidak mengganggu dan membahayakan gerak penderita.

Komplikasi Alzheimer

Penurunan daya ingat dan hilangnya kemampuan untuk berkomunikasi akibat penyakit Alzheimer bisa menghambat pengobatan yang sedang dijalani pasien. Hal ini rentan menimbulkan masalah kesehatan lain pada penderita penyakit Alzheimer, seperti:

  • Patah tulang akibat terjatuh
  • Dehidrasi dan malnutrisi, karena sulit minum dan menelan
  • Luka akibat terlalu lama berbaring di tempat tidur
  • Tersedak sehingga menimbulkan gangguan pernapasan dan pneumonia aspirasi
  • Penyakit infeksi, misalnya infeksi paru.

Pencegahan Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan kondisi yang tidak dapat dicegah. Meski demikian, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terkena kondisi ini, yaitu:

  • Melatih otak tetap aktif dengan berbagai cara, seperti membaca, belajar bahasa asing, atau mencari hobi baru
  • Mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, antara lain dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran
  • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman beralkohol
  • Mengonsumsi obat sesuai arahan medis secara rutin jika Anda menderita stroke, diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi,
  • Mencukupi waktu tidur dan istirahat
  • Berolahraga secara rutin.