Panu – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Panu

Penyakit kulit seperti panu membuat kinerja maupun aktivitas keseharian terhambat. Banyak sekali yang perlu dilakukan namun terhalang dengan pertumbuhan jamur yang tidak normal. Selain itu, kebersihan diri juga tidak terlalu diperhatikan menyebabkan pertumbuhan panu kian merajalela.
Penyakit kulit yang dikenal juga dengan nama Tinea versicolor ini merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh jamur Malassezia. Secara normal jamur seperti ini tumbuh berdampingan dengan sel tubuh manusia. Jamur Malassezia melindungi tubuh dari pengaruh buruk patogen yang masuk ke dalam tubuh.
Namun, begitu pertumbuhan jamur yang tidak biasa menyebabkan adanya pigmentasi pada kulit sehingga warna kulit bisa tampak berwarna lebih terang maupun gelap. Sehingga, secara langsung jamur dari famili Malassezia ini menginfeksi sistem kekebalan tubuh. Panu memang sering menjangkiti kulit yang tertutup oleh pakaian seperti punggung.

Gejala Panu

Panu tidak menimbulkan rasa sakit. Meski demikian, panu dapat menyebabkan penderitanya merasa tidak nyaman atau tidak percaya diri akibat bercak-bercak yang muncul di permukaan kulit.

Karakteristik bercak yang muncul pada kulit penderita panu antara lain:

  • Berwarna lebih terang atau gelap, meski lebih sering berwarna terang
  • Berwarna merah muda, merah, kecokelatan, atau cokelat
  • Lebih sering muncul di punggung, dada, leher, atau lengan atas
  • Teraba kering atau bersisik
  • Terasa gatal
  • Cenderung hilang saat suhu udara lebih dingin, dan dapat kambuh kembali saat suhu udara mulai panas dan lembap

Panu dapat menyebabkan perubahan pada warna kulit, yang berlangsung selama beberapa minggu, bulan, bahkan tahun. Akan tetapi, pada banyak kasus, warna kulit akan kembali normal ketika panu sudah sembuh.

Penyebab Panu

Penyebab penyakit panu bisa melalui kontak langsung dengan penderita dan kebersihan diri kurang terjaga. Penyakit ini menyebabkan gatal yang luar biasa dan dapat menular dari satu ke penderita ke orang yang sehat di sekitarnya.
Secara dermatologis, penyakit ini disebabkan cuaca yang panas dan lembab atau bisa dikatakan perubahan cuaca yang berselang-seling, sistem imun tubuh melemah, sekresi keringat berlebihan dan kulit berminyak.
Panu disebabkan oleh jamur Malassezia. Jamur ini biasanya tidak berbahaya dan sering ditemukan di permukaan kulit, terutama pada orang dewasa. Namun, pada kondisi tertentu, Malassezia dapat tumbuh dan berkembang biak dengan cepat sehingga menyebabkan munculnya panu.

Belum diketahui secara pasti mengapa kondisi di atas terjadi. Akan tetapi, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, yaitu:

  • Berusia 10–24 tahun
  • Tinggal di daerah yang bersuhu panas atau lembap
  • Memiliki kulit berminyak
  • Memiliki daya tahan tubuh lemah
  • Mengalami perubahan hormon
  • Berkeringat secara berlebihan (hiperhidrosis)
  • Mengenakan pakaian yang terlalu ketat
  • Mengalami malnutrisi.

Diagnosis Panu

Untuk mendiagnosis panu, pihak medis akan melakukan tanya jawab terkait gejala yang dialami pasien, kemudian melakukan pemeriksaan fisik. Umumnya, pihak medis dapat mengenali panu dengan melihat karakteristik bercak yang muncul di kulit pasien. Namun, untuk lebih memastikan diagnosis, pihak medis dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Pemeriksaan kulit dengan lampu khusus (lampu Wood)
    Pada pemeriksaan ini, kulit yang terinfeksi akan diperiksa dengan lampu Wood, yaitu lampu sinar ultraviolet. Dengan lampu tersebut, panu akan terlihat berwarna hijau kekuningan.
  • Pemeriksaan sampel kerokan kulit
    Pihak medis akan mengambil sampel kerokan kulit untuk ditetesi dengan larutan kalium hidroksida (KOH), kemudian diperiksa di bawah mikroskop.
  • Biopsi kulit
    Biopsi kulit dilakukan dengan mengambil sampel jaringan kulit yang terinfeksi untuk diperiksa di bawah mikroskop. Sama seperti pemeriksaan sampel kerokan kulit, pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan jamur.

Penanganan Panu

Penanganan penyakit panu dapat dilakukan secara medis maupun tradisional dengan memanfaatkan bahan-bahan alami. Pengobatan panu bertujuan untuk mengatasi infeksi jamur dan mencegah perubahan pada warna kulit akibat panu. Metode pengobatannya adalah dengan menggunakan obat antijamur. Berikut adalah penjelasannya:

1. Krim atau Losion Antijamur
Pasien perlu membersihkan area kulit yang terinfeksi terlebih dahulu. Setelah itu, krim atau losion dioleskan ke kulit 1–2 kali sehari, setidaknya selama 2 minggu.

Adapun beberapa jenis obat krim atau losion antijamur, yaitu:

  • Miconazole
  • Clotrimazole
  • Ketoconazole
  • Terbinafine.

2. Sampo Antijamur
Sampo antijamur digunakan dengan cara digosokkan di tangan terlebih dahulu agar berbusa. Setelah itu, oleskan sampo ke kulit yang terinfeksi, lalu didiamkan selama 5–20 menit sebelum dibilas. Terapi ini perlu dilakukan selama 5–7 hari, hingga kulit terbebas dari panu.

Jenis sampo yang dapat mengatasi panu adalah ketoconazole dan selenium sulfida. Namun, perlu diketahui, sampo selenium sulfida dapat menimbulkan efek samping berupa kulit kering atau iritasi.

3. Tablet Antijamur
Jika panu terjadi pada area kulit yang luas dan tebal, pihak medis akan meresepkan tablet antijamur, seperti fluconazole atau itraconazole. Obat ini dapat dikonsumsi selama 1 minggu hingga 1 bulan.

Perlu diingat bahwa jamur Malassezia merupakan jamur yang pada dasarnya dapat tumbuh di kulit. Oleh sebab itu, ada kemungkinan panu kambuh kembali, terutama saat suhu udara panas atau lembap. Untuk mencegahnya, penderita dapat menggunakan sampo sebelum dan selama bepergian ke tempat yang bersuhu panas atau lembap. Namun, jika panu kambuh beberapa kali setelah pengobatan, pihak medis akan meresepkan tablet antijamur yang dikonsumsi beberapa kali dalam 1 bulan.

Pencegahan Panu

Cara terpenting dalam mencegah panu adalah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan kulit, serta menjaga agar kulit tidak terlalu lembap. Beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terkena panu adalah:

  • Mengeringkan badan sampai benar-benar kering setelah mandi
  • Menghindari paparan sinar matahari dalam waktu yang lama
  • Mengenakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat
  • Menggunakan tabir surya (sun screen), dengan kandung SPF minimal 30
  • Menghindari penggunaan produk perawatan (skincare) untuk kulit berminyak, jika memiliki kulit berminyak
  • Menggunakan sampo dengan kandungan selenium sulfida, jika panu sering kambuh.