Mycoplasma Pneumonia – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Mycoplasma Pneumonia

Mycoplasma pnemonia merupakan infeksi paru-paru, infeksi ini disebabkan Mycoplasma pnemoniae. Penyakit Mycoplasma pnemonia biasanya menyerang orang yang usianya tidak lebih dari 40 tahun. Jika Anda berumur 30 tahun maka, bisa terjangkit penyakit ini. Anda juga dapat mengurangi resiko terkena penyakit Mycoplasma pnemonia dengan melakukan konsultasi lebih lanjut ke dokter.

Gejala Mycoplasma Pneumonia

Penyakit mycoplasma pneumonia dapat meniru gejala infeksi saluran pernapasan atas atau flu biasa daripada infeksi saluran pernapasan bawah atau pneumonia. Gejala-gejala ini biasanya terdiri dari:

  • Batuk kering
  • Demam persisten
  • Rasa tidak enak
  • Nafas pendek

Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi dapat menjadi berbahaya dan merusak jantung atau sistem saraf pusat. Contoh gangguan ini meliputi:

  • Radang sendi, di mana sendi menjadi meradang
  • Perikarditis, radang perikardium yang mengelilingi jantung
  • Sindrom Guillain-Barré, gangguan neurologis yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian
  • Ensefalitis, radang otak yang berpotensi mengancam jiwa
  • Gagal ginjal
  • Anemia hemolitik
  • Kondisi kulit yang langka dan berbahaya seperti sindrom Stevens-Johnson dan nekrolisis epidermal toksik
    masalah telinga yang jarang seperti myringitis bulosa.

Penyebab Mycoplasma Pneumonia

Penyakit Mycoplasma pnemonia yaitu infeksi dari penderita penyakit yang sedang mengalami batuk. Infeksi dapat terjadi melalui udara atau air liur. Dalam air liur terdapat bakteri Mycoplasma pneumoniae yang menyebabkan penyakit pnemonia. Infeksi dapat menyebar dengan cepat disekitar Anda, apalagi di lingkungan sekolah, keluarga maupun tempat kerja.
Ketika penyakit berhasil masuk dalam tubuh. Anda merasakan gejalanya, beberapa hari kemudian tubuh tidak kunjung membaik. Saat itulah Anda harus pergi ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis penyakit. Jika Anda divonis terkena Mycoplasma pnemonia maka, segera melakukan pengobatan.

Diagnosa Mycoplasma Pneumonia

Penyakit mycoplasma pneumonia biasanya berkembang tanpa gejala yang terlihat selama satu sampai tiga minggu pertama setelah paparan. Diagnosis tahap awal sulit dilakukan karena tubuh tidak secara instan menunjukkan infeksi.

Seperti disebutkan sebelumnya, infeksi dapat bermanifestasi di luar paru-paru. Jika ini terjadi, tanda-tanda infeksi mungkin termasuk pecahnya sel darah merah, ruam kulit, dan keterlibatan sendi.

Untuk menegakan diagnosis, pihak medis akan menggunakan stetoskop untuk mendengarkan suara abnormal apa pun dalam pernapasan Anda.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. X-ray dada
  2. CT scan
  3. Tes darah juga perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi infeksi.

Penanganan Mycoplasma Pneumonia

Berikut adalah pilihan pengobatan yang biasa diberikan untuk mengatasi kondisi ini:

1. Antibiotik
Antibiotik adalah pengobatan lini pertama untuk penyakit mycoplasma pneumonia. Anak-anak mendapatkan antibiotik berbeda dari orang dewasa untuk mencegah efek samping yang berpotensi berbahaya.

Macrolides, pilihan antibiotik pertama untuk anak-anak, termasuk:

  • Eritromisin
  • Klaritromisin
  • Roxithromycin
  • Azitromisin

Antibiotik yang diresepkan untuk orang dewasa termasuk:

  • Doksisiklin
  • Tetrasiklin
  • Kuinolon, seperti levofloxacin dan moxifloxacin

2. Kortikosteroid
Kadang-kadang antibiotik saja tidak cukup dan Anda harus dirawat dengan kortikosteroid untuk mengatasi peradangan. Contoh-contoh kortikosteroid tersebut termasuk:

  • Prednisolon
  • Methylprednisolone.

3. Terapi imunomodulator
Jika Anda menderita kondisi parah, Anda mungkin memerlukan “terapi imunomodulator” selain kortikosteroid, seperti imunoglobulin intravena atau IVIG.

Penyembuhan penyakit juga bisa dilakukan dengan menggunakan pengobatan rumah yaitu minum acetaminophen untuk menurunkan demam, menjaga cairan tubuh agar tetap seimbang, menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci, tidak merokok dan rutin imunisasi serta bertanya mengenai vaksin pnemonia.

Pencegahan Mycoplasma Pneumonia

Untuk menurunkan risiko infeksi, berikut adalah cara-cara yang dapat dilakukan:

  • Dapatkan enam hingga delapan jam tidur per malam.
  • Makanlah dengan diet seimbang.
  • Hindari orang dengan gejala mycoplasma pneumonia
  • Cuci tangan Anda sebelum makan atau setelah berinteraksi dengan orang yang terinfeksi.