Metatarsalgia – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Metatarsalgia

Metatarsalgia dikenal sebagai peradangan atau penyakit pembengkakan di bagian metatarsal atau telapak kaki. Kondisi pembengkakan ini bisa sangat menyiksa bagi penderitanya terutama ketika digunakan untuk berjalan kaki. Tentunya, penyakit ini juga membutuhkan penanganan tepat.
Kondisi metatarsalgia ini biasa dialami para atlet yang seringkali melakukan latihan. Saat latihan tidak menggunakan pelindung atau alas kaki, peradangan ini bisa terjadi. Nyeri yang sering muncul pada metatarsal ternyata juga tidak perlu dikhawatirkan karena bisa disembuhkan dengan pengobatan umumnya.
Bisa dialami oleh siapa saja membuat banyak orang pasti sempat mengalami metatarsalgia. Apalagi bila seseorang tersebut cukup sering beraktifitas dengan kaki terutama berjalan atau mengenakan sepatu yang kurang nyaman di waktu lama. Akan tetapi, kondisi menyakitkan ini juga cukup menyiksa sehingga harus segera ditangani.

Gejala Metatarsalgia

Secara umum, selain pembengkakan gejala metatarsalgia ditandai dengan adanya rasa nyeri pada bagian telapak kaki. Nyeri tersebut semakin menjadi ketika kaki digunakan untuk berjalan atau menginjak. Kondisi ini tentu sangat menyiksa bila anda termasuk sering melakukan aktifitas dengan berjalan kaki.
Beberapa gejala lainnya yang bisa ditemui pada penderita metatarsalgia antara lain, sebagai berikut:

  • Nyeri menusuk sampai mati rasa di bagian telapak kaki
  • Kesemutan berlebihan
  • Nyeri seperti terbakar, telapak kaki terasa tebal dan semakin sakit jika digunakan.

Pemeriksaan ke ahli dirasa perlu bila anda semakin tidak bisa melakukan aktifitas dengan normal menggunakan kaki. Pembengkakan umumnya akan hilang dalam tempo satu minggu dengan rasa nyeri yang berangsur turun. Namun, bila melebihi jangka waktu tersebut sebaiknya segera menghubungi pihak medis.

Penyebab Metatarsalgia

Penyebab metatarsalgia utamanya adalah tekanan berlebihan pada metatarsal/kaki depan, yang sangat mungkin terjadi akibat berbagai hal berikut ini:

  • Melakukan aktivitas tertentu pada kaki secara berulang. Contohnya, terus berlari dan mungkin menggunakan sepatu yang sudah usang atau tidak pas.
  • Kelebihan berat badan yang memberi tekanan besar pada kaki bagian metatarsal saat Anda bergerak.
  • Sepatu yang tidak pas dapat menyebabkan kelainan pada bentuk kaki, seperti jari kaki yang melengkung ke bawah (hammertoe) dan benjolan yang bengkak dan nyeri di pangkal jempol kaki (bunion). Begitu juga dengan penggunaan sepatu hak tinggi bisa menyebabkan tekanan besar pada metatarsal.
  • Adanya retakan kecil di tulang jari kaki bisa menyebabkan perubahan tumpuan beban saat beraktivitas yang akhirnya membuat tekanan pada metatarsal menjadi lebih besar.
  • Memiliki kondisi Neuroma Morton, yakni Pertumbuhan jaringan fibrosa non-kanker di sekitar saraf biasanya terjadi antara kepala metatarsal ketiga dan keempat.

Ada berbagai hal yang dapat meningkatkan risiko penyakit metatarsalgia, yaitu:

  • Sering melakukan aktivitas tinggi, seperti melompat dan berlari.
  • Menggunakan sepatu hak tinggi dalam waktu lama.
  • Menderita radang sendi (arthritis), seperti rheumatoid arthritis (rematik) atau asam urat.

Diagnosis Metatarsalgia

Untuk menentukan diagnosis metatarsalgia, pihak medis akan melakukan tanya jawab terkait aktivitas yang Anda lakukan dan gejala yang Anda alami. Pihak medis juga akan memeriksa kondisi fisik kaki Anda dan meminta Anda untuk berjalan, sehingga cara berjalan Anda dapat dinilai.Apabila dibutuhkan, pihak medis bisa menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang di bawah ini untuk menentukan penyebab nyeri:

  1. Rontgen kaki
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat apakah ada patah tulang di daerah kaki.
  2. Tes darah
    Pemeriksaan darah untuk mengecek kadar asam urat juga dapat dilakukan guna menyingkirkan kemungkinan penyakit asam urat.
  3. USG
    Pemeriksaan ini dilakukan untuk memeriksa keberadaan kelainan lain pada kaki seperti bursitis atau neuroma.
  4. MRI
    Prosedur MRI dilakukan untuk mengecek kemungkinan nyeri sendi dan cedera pada kaki.

Penanganan Metatarsalgia

Penanganan metatarsalgia tergantung dari tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya. Biasanya, metode konservatif berikut ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri:

  • Mengistirahatkan kaki
  • Menempelkan kompres dingin beberapa kali dalam sehari. Lakukan sekitar 20 menit.
  • Mengangkat kaki Anda setelah beraktivitas.
  • Mengganti alas kaki.
  • Mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri.
  • Menurunkan berat badan apabila berat badan Anda berlebih.
  • Menggunakan bantalan kaki dalam sepatu.
  • Bagi pengdidap wanita, jangan memakai sepatu hak tinggi untuk sementara waktu.

Apabila penanganan konservatif tidak dapat menangani rasa nyeri, metode operasi mungkin dapat dilakukan untuk memperbaiki posisi tulang metatarsal. Demikian pula pada metatarsalgia yang disertai dengan kondisi medis lain seperti hammertoe.Jika tidak ditangani dengan saksama, metatarsalgia bisa menyebabkan komplikasi berupa rasa sakit pada punggung bawah atau pinggul, karena pincang (perubahan gaya berjalan) dari nyeri kaki.

Pencegahan Metatarsalgia

Metatarsalgia bisa Anda cegah dengan berbagai tindakan berikut ini:

  • Kurangi penggunaan sepatu hak tinggi dalam waktu Anda. Sebisa mungkin, Anda mengganti sepatu hak tinggi di sela-sela waktu dengan sandal atau sepatu tanpa hak.
  • Pastikan tubuh Anda istirahat ketika melakukan olahraga.
  • Ikuti pengobatan dokter jika Anda memiliki masalah peradangan pada sendi.
  • Konsumsi makanan yang bernutrisi dan anut pola makan sehat agar berat badan Anda ideal.