Mata Ikan – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Mata Ikan

Penyakit mata ikan merupakan suatu penyakit dimana penderitanya akan memiliki suatu benjolan keras yang berada di kaki. Disebut mata ikan karena bentuk dari benjolan keras ini adalah bulat kecil dengan memiliki titik dibagian tengahnya sehingga mirip dengan mata sebuah ikan. Ini merupakan salah satu penyakit kulit yang bisa menyerang siapa saja. Terdapat dua jenis mata ikan yaitu, yang disebabkan oleh virus dan disebabkan oleh gesekan.

Gejala Mata Ikan

Terdapat beberapa gejala yang akan muncul pada tubuh seseorang ketika ia mengalami penyakit mata ikan ini. Beberapa gejala tersebut diantaranya adalah :

  • Munculnya benjolan kecil, kasar, dan berdaging di bagian pangkal jari kaki, tumit, atau kaki bagian depan
  • Benjolan tersebut mengalami penebalan dan sangat keras
  • Adanya bintik hitam yang muncul, yang mana ini merupakan gumpalan pembuluh darah yang beku
  • Rasa nyeri ketika berjalan atau berdiri.

Berdasarkan bentuk dan tempat timbulnya, mata ikan dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

Mata ikan keras
Mata ikan keras merupakan jenis yang paling sering terjadi. Mata ikan ini timbul di bagian kulit yang langsung bersentuhan dengan tulang. Tanda dari kondisi ini adalah penumpukan kulit yang terasa keras dan memiliki inti di tengahnya.
Mata ikan lunak
Mata ikan lunak terjadi pada bagian kulit yang lembab, seperti kulit di sela jari-jari. Mata ikan ini berwarna keputihan atau abu-abu, terasa halus, dan memiliki tekstur kenyal.
Mata ikan kecil
Mata ikan jenis ini berukuran lebih kecil dari jenis mata ikan lainnya. Mata ikan kecil biasanya muncul di bagian bawah kaki. Meski berukuran lebih kecil, mata ikan jenis ini juga dapat menyebabkan rasa nyeri.

Penyebab Mata Ikan

Mata ikan disebabkan oleh gesekan dan tekanan dari tindakan berulang. Beberapa sumber gesekan dan tekanan ini antara lain:

  • Mengenakan sepatu dan kaus kaki yang tidak pas. Sepatu yang sempit atau berhak tinggi bisa menekan area kaki. Jika sepatu terlalu longgar, kaki mungkin berulang kali bergesekan dengan sepatu. Kaus kaki yang tidak pas juga bisa memicu masalah ini.
  • Tidak memakai kaus kaki. Mengenakan sepatu dan sandal tanpa kaus kaki dapat menyebabkan gesekan berlebih pada kaki.

Faktor Risiko Mata Ikan
Seseorang lebih mungkin mengalami kondisi ini jika:

  • Mengidap kondisi medis yang mengubah kesejajaran normal tulang di kaki. Misalnya, radang sendi di kaki, bunion, taji tulang, atau hammertoes
  • Memiliki satu atau lebih penyebab mata ikan
  • Berjalan tanpa kaus kaki
  • Memakai sepatu yang terlalu sempit untuk kaki
  • Memiliki kebiasaan merokok.

Diagnosis Mata Ikan

Untuk mendiagnosis mata ikan, pihak medis akan melakukan tanya jawab terkait keluhan yang dialami, riwayat kesehatan, pekerjaan, serta kegiatan dan kebiasaan pasien sehari-hari.

Setelah itu, pihak medis akan melihat mata ikan dan area di sekitarnya secara langsung. Biasanya, mata ikan mudah terlihat dan dikenali dari bentuknya. Pihak medis juga akan menekan pada beberapa bagian mata ikan untuk mengetahui ada tidaknya nyeri.

Guna memastikan penyebabnya, pihak medis akan memeriksa adanya kelainan lain pada tubuh yang dapat menyebabkan mata ikan, seperti kelainan bentuk jari, masalah pada struktur tulang, dan gaya berjalan pasien.

Jika diperlukan, pemeriksaan penunjang dengan foto Rontgen juga akan dilakukan. Daerah sekitar tempat kulit yang menebal akan diperiksa dengan foto Rontgen untuk melihat perubahan atau kelainan fisik yang bisa mengakibatkan mata ikan.

Penanganan Mata Ikan

Pengobatan untuk kondisi ini tidak selalu diperlukan. Pihak medis mungkin hanya akan menyarankan untuk menghindari tindakan berulang yang menyebabkan mata ikan terbentuk. Mengenakan sepatu yang pas dan menggunakan bantalan pelindung dapat membantu mencegah gejalanya berkembang.

Jika mata ikan tetap ada atau menjadi menyakitkan meskipun telah melakukan upaya perawatan diri, perawatan medis yang dapat dilakukan adalah:

  • Memotong kulit berlebih. Pihak medis dapat mengupas kulit yang menebal atau memotong mata ikan yang besar dengan pisau bedah. Jangan mencobanya sendiri karena dapat menyebabkan infeksi.
  • Patch obat. Pihak medis mungkin juga meresepkan patch yang mengandung asam salisilat.
  • Sisipan sepatu. Jika kamu memiliki kelainan bentuk kaki yang mendasarinya, pihak medis akan meresepkan sisipan sepatu empuk yang dibuat khusus (orthotics).
  • Operasi. Pihak medis juga dapat menyarankan operasi untuk memperbaiki keselarasan tulang yang menyebabkan gesekan.

Komplikasi Mata Ikan

Mata ikan dapat terus membesar dan lebih sulit sembuh jika tekanan dan gesekan tidak dihilangkan. Pada beberapa penderita, khususnya yang menderita diabetes atau gangguan sistem imun, mata ikan yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan infeksi atau mengalami perdarahan.

Pencegahan Mata Ikan

Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah mata ikan adalah:

  • Kenakan sepatu yang pas. Terutama yang memberi banyak ruang pada jari kaki. Belilah sepatu saat ukuran kaki meregang, misalnya di sore hari.
  • Gunakan perban pelindung. Tempelkan perban di atas area yang bergesekan dengan alas kaki.
  • Kenakan sarung tangan empuk. Saat menggunakan perkakas tangan, penting untuk mengenakan sarung tangan yang cukup tebal atau empuk. Kamu juga bisa melapisi gagang peralatan dengan selotip atau penutup kain.