Leukimia Limfoblastik Akut – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Leukimia Limfoblastik Akut

Penyakit leukemia menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi siapa saja. Leukemia merupakan istilah medis dari penyakit kanker yang menyerang sel darah putih. Jenis Leukemia terdiri dari bermacam-macam yang satu diantaranya adalah leukemia limfoblastik akut.
Leukemia limfoblastik akut adalah nama lain dari kanker anak yang seringkali dijumpai kasusnya di dunia. Penyakit ini menyerang ketika sel sumsum tulang bermasalah dalam DNA seorang anak. Sel darah putih yang belum matang sempurna (limfoblas) kemudian memperbanyak diri lebih cepat dan bereaksi sangat agresif.
Acute Lympholastic Leukemia disebabkan karena kesalahan proses produksi sel darah putih di sumsum tulang. Proses pematangan sel darah putih yang kurang sempurna kemudian menyebabkan limfoblas tidak mampu berubah menjadi limfosit dan masuk ke aliran darah. Simak ulasannya berikut ini!

Gejala Leukimia Limfoblastik Akut

Seringnya terjadi pada anak-anak membuat penyakit Leukemia Limfoblastik Akut ini sangat mengkhawatirkan. Penyakit ini juga bisa terjadi pada orang dewasa yang membuatnya susah untuk disembuhkan. Oleh sebab itu, bila gejala sudah terlihat penyakit LLA ini harus segera mendapat penanganan. Leukemia limfoblastik akut biasanya dimulai perlahan sebelum menjadi parah dengan cepat karena jumlah sel darah putih yang belum matang (sel blast) dalam darah meningkat. Sebagian besar gejala disebabkan oleh kondisi kurangnya sel darah yang sehat.
Gejalanya dapat meliputi:

  • Kulit pucat.
  • Merasa lelah dan sesak napas.
  • Infeksi berulang dalam waktu singkat.
  • Pendarahan yang tidak biasa dan sering, seperti gusi berdarah atau mimisan.
  • Suhu tinggi.
  • Keringat malam.
  • Nyeri tulang dan sendi.
  • Kulit mudah memar.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Sakit perut yang disebabkan oleh pembengkakan pada hati atau limpa.
  • Penurunan berat badan secara signifikan tanpa sebab yang jelas.
  • Munculnya ruam kulit berwarna ungu (purpura).
    Perdarahan abnormal karena jumlah trombosit yang rendah.

Dalam beberapa kasus, sel-sel yang terkena dapat menyebar dari aliran darah ke sistem saraf pusat tubuh. Hal ini dapat menyebabkan gejala neurologis yang berkaitan dengan otak dan sistem saraf, seperti:

  • Sakit kepala.
  • Kejang.
  • Penglihatan kabur atau buram.
  • Rasa pusing.

Penyebab Leukimia Limfoblastik Akut

Leukemia limfoblastik akut disebabkan oleh perubahan atau mutasi genetik pada sel punca di sumsum tulang. Mutasi ini menyebabkan sumsum tulang memproduksi sel darah yang tidak matang dan tidak berfungsi normal, serta mengganggu produksi sel darah yang sehat.

Belum diketahui apa yang menyebabkan mutasi tersebut. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini, yaitu:

  • Menderita kelainan genetik tertentu, seperti Down syndrome
  • Pernah menjalani pengobatan kanker, baik kemoterapi maupun radioterapi
  • Terpapar radiasi tinggi, misalnya karena bekerja di reaktor nuklir atau menjadi korban bencana nuklir
  • Memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya karena menderita HIV/AIDS atau mengonsumsi obat imunosupresif dalam jangka panjang
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
  • Merokok.

Diagnosis Leukemia Limfoblastik Akut

Setelah menanyakan gejala yang dialami pasien, pihak medis akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tahu penyebabnya. Bila keluhan tersebut diduga disebabkan oleh leukemia limfoblastik akut, pihak medis akan menjalankan pemeriksaan lebih lanjut, berupa:

  • Tes darah
    Pemeriksaan hitung darah lengkap dapat menunjukkan jumlah sel darah dalam tubuh pasien. Tes darah juga bisa mengetahui kadar sel darah putih yang belum matang.
  • Aspirasi sumsum tulang
    Aspirasi sumsum tulang dilakukan dengan mengambil sampel darah dan jaringan di sumsum tulang. Melalui sampel tersebut, dokter dapat mengetahui bentuk sel darah dan perubahan jaringan sumsum tulang.
  • Pungsi lumbal
    Pungsi lumbal dilakukan dengan mengambil sampel cairan otak dan saraf tulang belakang dari sela-sela tulang belakang. Sampel cairan akan diperiksa untuk melihat apakah sel kanker sudah menyebar ke otak dan saraf tulang
  • Tes genetik
    Tes genetik dilakukan menggunakan sampel yang diambil saat aspirasi sumsum tulang. Tujuannya adalah untuk mendeteksi mutasi gen.
  • Pemindaian
    Pemindaian dengan foto Rontgen, USG, atau CT scan dilakukan untuk mencari tahu kemungkinan kanker telah menyebar ke otak, tulang belakang, atau bagian tubuh lain.

Penanganan Leukimia Limfoblastik Akut

Metode utama untuk menangani leukemia limfoblastik akut adalah kemoterapi, yang akan dilakukan dalam beberapa fase. Selain untuk membunuh sel kanker dalam tubuh, terapi ini bertujuan untuk mencegah sel-sel kanker tumbuh kembali atau menyerang ke sistem saraf pusat.

Terapi lain yang dapat dijalani oleh pasien leukemia limfoblastik akut adalah:

  • Radioterapi
    Radioterapi dilakukan dengan cara menembakkan sinar radiasi ke area Tujuannya adalah untuk membunuh sel-sel kanker yang telah menyebar ke otak atau saraf tulang belakang.
  • Targeted therapy
    Terapi ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang menargetkan sel kanker secara spesifik.
  • Transplantasi sumsum tulang
    Transplantasi sumsum tulang bertujuan untuk mengganti sumsum tulang pasien dengan sumsum tulang yang sehat dari pendonor.

Tingkat kesembuhan penyakit ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. LLA pada anak-anak umumnya lebih mudah disembuhkan dibandingkan LLA pada orang dewasa. Selain itu, faktor lain yang memengaruhi tingkat kesembuhan pasien LLA adalah jenis LLA, jumlah sel darah putih, dan penyebaran sel kanker di dalam tubuh.

Komplikasi Leukemia Limfoblastik Akut

Beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat leukemia limfoblastik akut (LLA) adalah:

  • Perdarahan
    Pasien LLA lebih mudah mengalami perdarahan karena rendahnya jumlah sel keping darah (trombositopenia) di dalam darah. Perdarahan dapat terjadi di kulit atau pada organ dalam.
  • Infeksi
    Pasien LLA lebih mudah terkena infeksi karena memiliki daya tahan tubuh yang lemah, akibat kurangnya sel darah putih yang matang. Infeksi juga dapat terjadi akibat efek samping pengobatan LLA.
  • Kemandulan
    Pasien LLA juga berisiko mengalami kemandulan, akibat efek samping terapi LLA.

Pencegahan Leukemia Limfoblastik Akut

Leukemia limfoblastik akut dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor yang berisiko memicu terjadinya penyakit ini. Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah:

  • Berhenti merokok
  • Mengenakan alat pelindung diri dan mengikuti prosedur yang berlaku saat bekerja di lingkungan yang penuh bahan kimia
  • Melakukan hubungan seksual secara aman, untuk mencegah infeksi HIV yang dapat meningkatkan risiko terjadinya LLA, yaitu dengan mengenakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan.