LeggCalvePerthes – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Legg Calve Perthes

Penyakit legg calve perthes merupakan suatu penyakit dimana penderitanya akan mengalami kondisi kekurangan aliran darah yang mengalir pada bagian tubuh mereka terutama pada bagian kepala tulang paha pada bagian sendi pinggul.
Ketika bagian tubuh tersebut kekurangan alliran darah maka akan menyebabkan pinggul mengalami gangguan dan mengalami ankylosis. Biasanya gejala penyakit ini akan muncul pada satu bagian pinggul saja, akan tetapi dalam beberapa kasus bisa menyerang dua sisi pinggul sekaligus.

Gejala Legg Calve Perthes

Seperti banyak jenis penyakit lainnya, penyakit legg calve perthes ini juga memiliki gejala yang tampak pada penderitanya. Gejala dari penyakit ini diawali oleh timbulnya rasa sakit yang muncul pada aera sekitar pinggul. Dalam beberapa kasus, anak-anak yang mengalami penyakit ini akan merasakan nyeri pada bagian paha atau selakangan mereka dan juga pada area sekitar lutut mereka. Rasa nyeri dan sakit ini bisa menyebabkan sulit berjalan karena parahnya nyeri yang dikeluarkan.

Ketika suplai darah ke kepala tulang paha berkurang, bagian bola tersebut berisiko menjadi datar dan akhirnya rusak. Penyakit Legg-Calve-Perthes biasanya hanya menyerang satu sisi panggul.Tanda dan gejala penyakit Legg-Calve-Perthes yang umum adalah pincang dan sulit berjalan. Di samping itu, indikasi berikut juga bisa terjadi:

  • Rasa nyeri ringan yang hilang dan timbul
  • Pinggul terasa kaku, sehingga gerakannya menjadi terbatas
  • Rasa sakit pada lutut
  • Rentang gerak yang terbatas
  • Nyeri pada paha atau pangkal paha, yang tak kunjung sembuh
  • Kaki menjadi tidak sama panjangnya. Kaki yang terkena penyakit ini menjadi lebih pendek
  • Kehilangan massa dan kekuatan otot pada paha bagian atas.

Penyebab Legg Calve Perthes

Penyebab dari penyakit legg calve perthes ini adalah dari kurangnya pasokan aliran darah menuju area sendi manusia. Tulang atau daerah sendiri yang kurang mendapatkan pasokan aliran darah akan menjadi mudah patah dan rapuh karena akan memiliki kepadatan tulang yang kurang. Untuk penyebab mengapa aliran darah bisa berkurang sendiri masih berada dalam taraf penelitian oleh para ahli medis.

Faktor Resiko
Ada beberapa faktor risiko untuk terkena penyakit Legg-Calve-Perthes, yaitu:

  • Usia. Walaupun penyakit terdiagnosis pada hampir semua usia, tapi penyakit ini paling sering terjadi antara umur 4-8 tahun.
    Jenis kelamin. Ini lebih umum terjadi pada nak laki-laki daripada anak perempuan.
  • Ras. Ras anak berkulit putih memiliki risiko lebih tinggi terkena kondisi ini daripada anak berkulit hitam.
  • Riwayat keluarga. Dalam sedikit kasus, penyakit ini termasuk bawaan.

Diagnosis Legg Calve Perthes

Ada beberapa tes yang dilakukan pihak medis untuk menegakkan diagnosis penyakit Perthes. Di antaranya:

  • Pemeriksaan fisik dan gejala, Pihak medis mungkin akan menggerakan kaki ke berbagai posisi untuk memeriksa rentang gerak dan melihat apakah ada posisi yang menyebabkan rasa sakit.
  • Tes pencitraan, Dapat meliputi sinar-X atau MRI untuk mendapatkan gambaran tulang dengan detail dalam tubuh dan menilai kerusakan tulang sendi panggul.

Penanganan Legg Calve Perthes

Pada penyakit Legg-Calve-Perthes, proses kematian tulang, fraktur, dan pembaharuan dapat berlangsung selama beberapa tahun. Perkembangan ini pun berbeda-beda pada tiap penderita. Karena itu, pengobatannya tergantung dari tingkat dari kerusakan tulang.Pengobatan penyakit Legg-Calve-Perthes memiliki beberapa tujuan berikut:

  • Mempertahankan agar bagian kepala tulang paha tetap berada di tempat yang seharusnya.
  • Memastikan agar pinggul tetap memiliki rentang gerak yang baik.
  • Membantu tulang agar tumbuh kembali dengan bentuk yang lebih bulat serta masih tetap cocok untuk masuk ke soket sendi pinggul.

Langkah-langkah yang umumnya dianjurkan oleh pihak medis meliputi:

  • Beristirahat secara singkat untuk mengurangi rasa sakit yang berat.
  • Mengurangi beban yang diberikan pada kaki dengan cara membatasi aktivitas yang berlebihan, seperti berlari
  • Menjalani terapi fisik untuk membantu dalam menjaga kaki dan otot-otot pinggul supaya tetap kuat
  • Mengonsumsi obat antiinflamasi non steroid (OAINS), seperti ibuprofen, untuk mengurangi rasa kaku pada sendi.
  • Menggunakan gips atau penyangga, agar dapat membantu dalam menahan kepala tulang paha.
  • Menggunakan kruk atau alat bantu jalan.

Tindak operasi mungkin saja diperlukan apabila pengobatan lain tidak memberikan hasil yang efektif. Pembedahan dapat berupa:

  • Pemanjangan otot besar dari pangkal paha.
  • Osteotomi untuk memperbaiki panggul dengan cara membentuk kembali panggul yang rusak.

Jenis pembedahan yang akan Anda jalani akan ditentukan oleh ahli berdasarkan tingkat keparahan penyakit Legg-Calve-Perthes dan bentuk kepala tulang paha penderita.