Kanker Usus Halus – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Kanker Usus Halus

Penyakit kanker usus memang jarang dibicarakan. Meski begitu ini adalah salah satu jenis kanker yang menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di dunia. Faktor pemicu kanker jenis ini sudah jelas yakni karena pola gaya hidup yang tidak sehat, khususnya untuk asupan makanan.
Kanker usus sendiri dibedakan menjadi dua yakni kanker usus halus dan kanker usus besar. Keduanya disebabkan dari perkembangan sel yang abnormal. Diantara keduanya, jenis kanker yang paling sering terjadi yakni kanker usus besar.
Secara umum, kanker usus halus dapat dibagi menjadi 5 jenis, yaitu:

  1. Adenokarsinoma
    Sebanyak 40 hingga 10 kasus kanker usus halus tergolong dalam tipe adenokarsinoma. Maka itulah, tipe ini termasuk yang paling umum ditemukan.
    Adenokarsinoma awalnya berkembang pada sel-sel yang berada di dinding usus halus. Awalnya tampak seperti tumor jinak, tapi beberapa dapat berpotensi berubah menjadi tumor ganas. Adenokarsinoma paling banyak ditemukan di duodenum.
  2. Sarkoma
    Sarkoma merupakan sel kanker yang muncul pada jaringan-jaringan pendukung di dalam tubuh. Salah satu jenis sel sarkoma yang paling sering ditemukan adalah gastrointestinal stromal tumor (GIST).
    GIST dapat tumbuh di bagian manapun pada usus halus. Jenis sel sarkoma lainnya adalah leiomisarkoma. Umumnya, jenis selini terletak di dinding otot usus halus.
  3. Limfoma
    Limfoma pertama kali muncul pada jaringan limfa di usus halus. Jaringan limfa berperan dalam mengatur sistem imun tubuh. Limfoma yang muncul di usus halus biasanya adalah limfona non-Hodgkin. Limfoma pada usus halus lebih banyak terjadi di jejunum dan ileum.
  4. Tumor karsinoid
    Tumor karsinoid atau neuroendokrin terjadi pada sel-sel yang memproduksi hormon di dalam usus halus. Umumnya, sel tersebut ditemukan di ileum atau usus buntu.
  5. Kanker sekunder
    Terkadang, kanker usus halus bisa jadi merupakan kanker sekunder. Ini artinya, penyebaran sel kanker berasal dari bagian tubuh lain.
    Umumnya, organ tubuh yang dapat menyebarkan sel kanker sekunder adalah kulit (melanoma), paru-paru, payudara, dan usus besar.

Gejala kanker Usus Halus

Gejala kanker usus halus sangatlah bervariasi, tetapi umumnya pasien akan merasakan kram atau rasa sakit pada perut. Rasa sakit tersebut juga seringkali disertai dengan muntah dan buang air besar berdarah.
Berikut adalah gejala-gejala utama penyakit ini:

  • Kram atau sakit perut
  • Kehilangan berat badan tanpa penyebab yang jelas
  • Mual dan muntah
  • Buang air besar berdarah akibat usus halus terluka
  • Kelelahan, akibat kehilangan banyak sel darah merah
  • Diare hebat.

Terkadang, kanker dapat menyebabkan penyumbatan di dalam usus. Kondisi ini terkadang berupa penyumbatan sebagian atau menyeluruh. Gejala-gejalanya adalah:

  • Muntah
  • Konstipasi
  • Sakit perut
  • Perut kembung.

Pada kasus yang jarang terjadi, penyumbatan pada usus halus dapat menyebabkan usus sobek. Ini adalah kondisi yang sangat serius dan membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin. Gejala-gejalanya meliputi:

  • Sakit perut parah
  • Merasa pusing
  • Pingsan
  • Perut membengkak.

Gejala-gejala yang disebutkan kemungkinan juga dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya. Selain itu, kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Penyebab Kanker Usus Halus

Setiap penyakit pasti ada penyebabnya. Untuk kanker usus haluspun juga begitu. Memang penyebab pastinya belum diketahui namun ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya antara lain:

  • Seorang dengan usia diatas 50 tahun
  • Laki-laki memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan wanita
  • Memiliki riwayat polip atau riwayat kanker usus dalam keluarga
  • Terpapar zat karsinogen yang merupakan salah satu zat dari rokok
  • Memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas
  • Mengonsumsi alkohol berlebihan

Selain beberapa faktor diatas, faktor lain yang juga menaikkan risiko terkena kanker usus halus yakni riwayat radiasi pada bagian perut, kurangnya aktivitas fisik, dan keseringan mengonsumsi daging merah.

Diagnosis kanker Usus Halus

Kanker usus halus adalah penyakit yang agak sulit untuk didiagnosis. Pada saat proses diagnosis, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Pihak medis akan menanyakan apa saja keluhan Anda, gejala yang Anda alami, serta riwayat kesehatan Anda. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan dengan pemindaian untuk memantau perkembangan kanker. Misalnya lewat X-ray, CT scan, atau MRI.

Anda juga mungkin diminta melakukan endoskopi (memasukkan kamera kecil ke dalam kerongkongan, lambung, dan usus) untuk melihat lokasi kanker.

1. Tes pengambilan gambar
Tes pengambilan gambar dilakukan untuk mendapat gambaran yang jelas mengenai bagian dalam tubuh Anda, terutama usus halus. Tes-tes yang biasanya dijalankan adalah:

  • CT scan
  • MRI scan
  • Positron emission tomography (PET)
  • X-ray pada bagian atas sistem pencernaan dan usus halus
  • Nuclear medicine scans

2. Tes untuk melihat bagian dalam usus halus
Tes endoskopi dilakukan dengan memasukkan kamera ke dalam usus halus Anda, sehingga pihak medis dapat mengamati dinding usus dengan lebih jelas. Prosedur yang dilakukan adalah:

  • Endoskopi atas
  • Endoskopi kapsul
  • Enteroskopi single-balloon
  • Enteroskopi double balloon
  • Enteroskopi spiral

3. Operasi
Operasi dilakukan karena terkadang sel kanker terletak di area tubuh yang sulit dideteksi. Biasanya, pihak medis akan menyarankan laparotomi atau laparoskopi untuk tes ini.
Pihak medis akan memasukkan kamera pada prosedur bedah ini dan melihat bagian dalam perut Anda.
Pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan antara lain:

  • Tes darah untuk melihat zat-zat dalam tubuh
  • Pemeriksaan fungsi hati (liver), bisa dengan tes darah
  • Pemeriksaan feses yang bisa mendeteksi adanya darah.

Penanganan Kanker Usus Halus

Sama halnya dengan jenis kanker lainnya, kanker usus halus juga tidak mudah dideteksi. Banyak kejadian yang baru diketahui ketika kanker telah mencapai stadium lanjut. Karena itulah jika dirasa seseorang memiliki keluhan di area perut terus menerus, bahkan hingga berminggu-minggu, disarankan untuk segera melakukan diagnosis awal.
Setelah didiagnosis dan positif mengidap kanker usu halus, nantinya pihak medis akan menyarankan beberapa metode pengobatan untuk membunuh sel kanker. beberapa metode yang umumnya digunakan antara lain:

1. Operasi
Pihak medis bedah akan mengeluarkan seluruh sel kanker apabila memungkinkan. Jika hanya menyerang sebagian dari usus halus, mungkin dokter akan memotong bagian yang terdampak.
Namun, jika hampir seluruh bagian usus halus terserang kanker, dokter harus mengeluarkan seluruh usus halus Anda.

2. Kemoterapi
Kemoterapi dinilai ampuh membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi biasanya merupakan kombinasi beberapa obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang bertumbuh terlalu cepat, termasuk sel kanker.

3. Targeted drug therapy
Obat ini berfokus pada kelemahan tertentu yang terdapat di sel kanker. Dengan cara mengatasi kelemahan ini, obat ini dapat membunuh sel-sel kanker. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi kanker jenis limfoma dan GIST.

4. Imunoterapi
Obat imunoterapi membantu sistem imun tubuh Anda melawan sel kanker. Sistem imun tubuh Anda mungkin tidak akan menyerang sel kanker karena sel-sel tersebut menghasilkan protein yang membingungkan sistem imun.

5. Pengobatan Alternative
Salah satu pengobatan alternativ yang disarankan adalah dengan mengonsumsi Obat-obatan Herbal yang dapat membantu mengobati kanker usus halus. Akan tetapi, anda juga harus memastikan bahwa obat yang anda konsumsi sudah bersertifikat dan terjamin kualitasnya.

Pencegahan Kanker Usus Halus

Belum diketahui secara pasti apa yang dapat membantu mengurangi risiko kanker usus halus, karena kondisi ini sangat jarang terjadi. Jika kamu berniat untuk mengurangi risiko kanker usus halus, mungkin kamu dapat melakukan hal berikut:

  • Makan berbagai macam buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Buah, sayuran, dan biji-bijian mengandung vitamin, mineral, serat, dan antioksidan, yang dapat membantu mengurangi risiko kanker dan penyakit lainnya.
  • Kurangi konsumsi alkohol.
  • Berhenti merokok.
  • Berolahraga secara teratur. Usahakan berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari. Jika kamu sudah tidak aktif, mulailah perlahan dan tingkatkan secara bertahap hingga 30 menit.
  • Pertahankan berat badan yang sehat. Jika kamu memiliki berat badan yang sehat, usahakan untuk menjaga berat badan dengan menggabungkan pola makan sehat dengan olahraga setiap hari.