Kanker Paru-Paru - Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Kanker Paru

Penyakit kanker paru banyak dialami oleh mereka yang memiliki kebiasaan merokok. Jenis kanker ini masuk kategori tiga yang paling berbahaya di Indonesia. Meski jenis kanker ini lebih sering menyerang perokok, kanker paru juga kerap menyerang mereka yang bukan perokok, khususnya yang sering terpapar asap rokok atau disebut dengan perokok pasif.

Gejala Kanker Paru

Sebenarnya, jenis kanker ini jika bisa diketahui lebih awal maka tingkat keberhasilan dari pengobatannya akan kian tinggi. Sayangnya gejala penyakit kanker paru umumnya baru bisa terdeteksi ketika sudah stadium lanjut. Beberapa gejala yang sering dirasakan antara lain:

  1. Batuk darah
  2. Batuk kronis
  3. Sesak nafas
  4. Penurunan berat badan
  5. Suara serak
  6. Tubuh lemas
  7. Nyeri pada bagian dada.

Ketika sudah semakin parah, maka beberapa gejala tambahan lainnya akan muncul seperti:

  1. Mata dan kulit yang mulai menguning
  2. Sakit kepala
  3. Daya ingat menurun
  4. Gangguan kesehatan
  5. Mati rasa pada tungkai atau lengan
  6. Pembengkakan pada wajah dan leher.

Penyebab Kanker Paru

Kebanyakan kasus dari kanker paru-paru disebabkan karena rokok. Rokok adalah faktor risiko terbesar dari kanker paru. Rokok mengandung 60 zat racun yang berbeda, sehingga dapat menyebabkan kanker. Zat racun tersebut dikenal sebagai zat karsinogenik.

Jika seseorang merokok 25 batang sehari, berarti orang tersebut berisiko 25 kali lebih besar untuk mengidap kanker paru daripada orang yang tidak merokok. Mengonsumsi tembakau lain dengan cara berbeda, seperti cerutu atau kunyah, juga dapat menyebabkan kanker paru dan kanker lainnya. Misalnya, kanker esofagus dan mulut.

Menghisap ganja juga meningkatkan risiko terkena kanker paru. Perokok pasif juga meningkatkan risiko kanker paru. Riset membuktikan bahwa perokok pasif wanita yang pasangannya merokok, maka memiliki risiko 25 persen lebih besar daripada yang tinggal dengan orang yang tidak merokok.

Paparan terhadap zat racun lainya seperti arsen, asbes, silika, bau gas atau bensin, gas NO (hasil dari kendaraan), dan sebagainya juga meningkatkan risiko terkena kanker paru.

Faktor Risiko Kanker Paru

Merokok bisa dikatakan sebagai penyebab utama kanker paru-paru. Orang yang paling berisiko terkena kanker paru-paru adalah perokok aktif. Sekitar 85 persen kanker paru-paru dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Meski begitu, bukan berarti setiap perokok akan terkena kanker paru-paru. Selain itu, orang yang tidak merokok juga berkemungkinan terserang kanker paru-paru, meski lebih rendah jumlahnya.

Selain rokok, beberapa penyebab kanker paru-paru lain adalah menghirup arsenik, radiasi, dan polusi udara. Kanker paru-paru juga lebih umum terjadi pada orang yang sudah lanjut usia.

Diagnosis Kanker Paru

Pihak medis akan menentukan diagnosis kanker paru-paru dari gejala dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang lainnya juga diperlukan. Pemeriksaan spirometri untuk memeriksa fungsi paru dengan mengukur jumlah udara yang keluar dan masuk ketika bernapas. Pemeriksaan darah biasa dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi.

Pemeriksaan radiologi juga dibutuhkan dalam mendiagnosis kanker paru. Pemeriksaan sinar X dada biasanya dilakukan pertama kali dan dapat menunjukkan adanya massa berwarna putih keabuan. Namun, penampakan tersebut juga dapat disebabkan oleh abses paru.

Pemeriksaan radiologi lain, seperti CT scan, PET-CT scan dapat memeriksa kanker paru secara lebih mendetail. Jika sudah dipastikan memiliki kanker paru, prosedur bronkoskopi dan biopsi akan dilakukan. Sampel jaringan yang diambil dari biopsi akan diperiksa.

Stadium Kanker Paru

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan pasien positif menderita kanker paru-paru, maka pihak medis akan menentukan stadium kanker paru yang diderita pasien. Ada 4 stadium kanker paru-paru, yaitu:

  • Stadium I
    Pada stadium ini, kanker masih berada di dalam paru-paru dan belum menyebar ke kelenjar atau organ sekitarnya.
  • Stadium II
    Pada stadium ini, kanker masih berada di dalam paru-paru, namun telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Stadium III
    Pada stadium ini, kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening yang letaknya jauh dari paru-paru atau bagian tubuh lainnya, seperti batang tenggorok (trakea), kerongkongan, atau pembuluh darah utama di jantung.
  • Stadium IV
    Pada stadium ini, kanker telah menyebar di kedua paru-paru dan organ lain yang letaknya jauh dari paru-paru, seperti otak dan hati. Kanker juga telah menyebabkan penumpukan cairan di dalam selaput paru-paru (pleura).

Penanganan Kanker Paru

Pengobatan kanker dilakukan berdasarkan jenis, ukuran, letak, dan stadium kanker, serta kondisi pasien secara keseluruhan. Ada beberapa jenis pengobatan yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Operasi
Operasi dilakukan jika kanker masih berada di satu sisi paru-paru dan belum menyebar ke sisi lain paru atau organ lain (stadium I dan II). Prosedur torakotomi bertujuan untuk mengangkat tumor dan sebagian jaringan sehat di sekitarnya. Tindakan ini dilakukan untuk menghambat penyebaran sel kanker.

Jika tumor berukuran cukup besar, maka dokter bedah toraks akan melakukan lobektomi untuk mengangkat sebagian paru-paru. Jika kanker telah menyebar hingga ke seluruh paru kanan atau paru kiri, maka dokter akan mengangkat salah satu paru secara keseluruhan. Penderita kanker paru-paru tetap dapat bernapas secara normal, meskipun hanya dengan satu paru.

2. Kemoterapi
Pada kanker stadium lanjut, kemoterapi dilakukan selama beberapa minggu atau beberapa bulan untuk membunuh sel kanker, serta menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker yang masih tersisa setelah operasi.

Kemoterapi juga dapat dilakukan sebelum operasi dengan tujuan untuk membuat kanker menyusut, agar lebih mudah diangkat. Fungsi lain kemoterapi adalah untuk meredakan gejala kanker yang dialami penderita.

3. Radioterapi
Radioterapi merupakan metode pengobatan yang dilakukan setelah operasi, untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa. Ketika operasi tidak mungkin lagi dilakukan pada kondisi kanker stadium lanjut, maka terapi radiasi bertujuan untuk meredakan gejala dan menghambat penyebaran kanker.

4. Terapi target
Terapi ini merupakan obat tablet yang langsung menyerang protein pertumbuhan dari sel-sel kanker. Obat ini diberikan pada stadium lanjut, ketika operasi dan radioterapi sudah tidak dapat dilakukan untuk menangani kanker. Contoh obat terapi target untuk kanker paru-paru adalah obat golongan penghambat protein kinase, seperti erlotinib dan gefitinib.

5. Krioterapi
Jenis pengobatan ini menggunakan gas dengan suhu yang sangat dingin untuk menyusutkan tumor atau membunuh sel kanker. Krioterapi dilakukan jika kanker telah menyumbat saluran pernapasan, sehingga penderita sulit bernapas.

6. Terapi ablasi
Terapi ini ditujukan pada penderita kanker paru-paru stadium awal. Terapi ablasi menggunakan gelombang radio yang dapat menghasilkan panas untuk membunuh sel kanker.

7. Terapi fotodinamik
Pengobatan ini ditujukan pada penderita kanker paru-paru stadium awal yang menolak untuk menjalani operasi. Terapi fotodinamik menggunakan sinar laser untuk menghancurkan sel kanker.

8. Pengobatan Alternative
Pengobatan ini juga bisa dilakukan oleh penderita, diantara pengobatan Alternative yang ada salah satunya adalah dengan Mengonsumsi Obat-obatan Herbal yang dapat membantu pemulihan bahkan beberapa kasus ada yang bisa menyembuhkan. Namun, perlu diingat bahwa anda harus benar-benar memilih obat Herbal yang sudah bersertifikat agar terjamin kualitasnya.

Komplikasi Kanker Paru

Kanker paru-paru yang telah menyebar hingga ke bagian tubuh lain, berisiko memicu terjadinya komplikasi. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah:

  • Efusi pleura atau cairan yang menumpuk di selaput paru-paru
  • Deep vein thrombosis dan emboli paru
  • Patah tulang belakang
  • Gangguan saraf
  • Penyakit jantung
  • Kadar kalsium tinggi dalam darah (hiperkalsemia)
  • Kadar natrium rendah dalam darah (hiponatremia)
  • Kanker paru-paru juga dapat menyebabkan komplikasi yang dikenal dengan superior vena cava syndrome. Komplikasi ini terjadi jika tumor muncul di bagian atas paru-paru dan menekan vena besar yang bertugas mengembalikan darah dari tubuh bagian atas ke jantung.

Tekanan pada vena besar ini menyebabkan aliran darah terhambat dan memicu munculnya gejala, seperti pembengkakan di wajah, lengan, dan tubuh bagian atas, sulit menelan, serta sesak napas. Radioterapi merupakan pengobatan standar untuk superior vena cava syndrome, dan dapat dilakukan sebagai pengobatan darurat (segera).

Pencegahan Kanker Paru

Kanker paru-paru dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya kanker ini. Cara yang dapat dilakukan adalah:

  • Jangan merokok, berhentilah merokok, dan hindari asap rokok. Ini merupakan cara utama untuk mencegah kanker paru-paru.
  • Gunakan alat pelindung diri di tempat kerja yang banyak paparan bahan kimia berbahaya.
  • Lakukan pemeriksaan secara rutin, terutama bila Anda memiliki riwayat merokok atau bekerja di lingkungan yang tinggi paparan bahan kimia.
  • Perbanyak konsumsi buah dan sayur, serta hindari mengonsumsi suplemen vitamin dalam dosis besar.
  • Lakukan olahraga secara teratur selama 30 menit tiap harinya.
  • Perbanyak konsumsi makanan dan minuman pencegah kanker.