Kanker Laring - Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Kanker Laring

Sebagaimana penyakit kanker lainnya, penyakit kanker laring merupakan jenis tumor ganas yang muncul pada laring. Laring sendiri merupakan bagian dari saluran pernafasan dimana disinilah tempat pita suara, letaknya sebeum trakea dan sesudah tenggorokan. Karena hal itulah laring tak hanya berperan dalam sistem pernafasan namun juga memengaruhi kemampuan bicara.
Seorang yang terkena kanker laring maka akan mengalami kesulitan bernafas, suara yang sesak dan sakit tenggorokan. Jika sudah parah diperlukan tindakan pengangkatan laring yang akan berakibat pada gangguan berbicara. Pengangkatan laring ini juga akan meninggalkan lubang buatan pada leher untuk membantunya bernafas.

Gejala

Pada stadium awal, penyakit ini hampir tidak menunjukkan gejala apapun. Gejala akan mulai timbul ketika sel kanker mulai menyebar. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain:

  1. Suara serak
  2. Batuk darah
  3. Sakit tenggorokan
  4. Sakit telinga
  5. Ada benjolan pada leher
  6. Kesulitan bernafas
  7. Kesulitan menelan
  8. Dan berat badan yang turun drastic.

Penyebab

Penyebab dari pertumbuhan sel yang tidak terkendali pada laring ini masih belum diketahui pasti, namun beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena penyakit kanker laring antara lain:

  1. Merokok pasif ataupun aktif
  2. Usia diatas 60 tahun
  3. Memiliki riwayat keluarga dengan kanker tenggorokan
  4. Minum alkohol
  5. Kekurangan nutrisi akibat diet
  6. Terkena debu asbes dalam jangka panjang
  7. Menderita genetic tertentu misalnya anemia Fanconi
  8. Terkena HPV.

Faktor Risiko Kanker Laring

Beberapa faktor risiko kanker laring yang kerap dicurigai, meliputi:

  • Usia > 40 tahun
    Merokok
  • Konsumsi alkohol
  • Infeksi virus HPV
  • Pola makan tidak baik (jarang konsumsi sayur dan buah yang kaya antioksidan)
  • Riwayat kanker kepala dan leher pada keluarga
  • Kekebalan tubuh yang menurun
  • Paparan terhadap bahan kimia (seperti serbuk kayu, serbuk batu bara, cat, diesel); dan
    Refluks asam lambung.

Diagnosis Kanker Laring

Untuk mendiagnosis kanker laring, Pihak Medis akan terlebih dahulu menanyakan gejala, keluhan, dan riwayat penyakit pasien. Setelah itu, pihak medis akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk melihat bagian luar dan dalam tenggorokan untuk mendeteksi benjolan.

Usai sesi tanya jawab dan pemeriksaan fisik, Pihak Medis akan melakukan pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis. Pemeriksaan penunjang tersebut antara lain:

  1. Endoskopi
    Endoskopi bertujuan untuk melihat kondisi tenggorokan dan kotak suara. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan selang kecil berkamera (endoskop) melalui lubang hidung (nasoendoskopi) atau melalui mulut (laringoskopi).
  2. Biopsi
    Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan yang dicurigai sebagai kanker untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Sampel jaringan dapat diambil dari kotak suara melalui endoskopi atau dari benjolan di leher melalui tindakan aspirasi.
  3. Pemindaian
    Pemindaian untuk mendiagnosis kanker laring dapat dilakukan dengan USG, CT scan, PET scan, atau MRI. Selain bertujuan untuk mengetahui ukuran kanker, pemindaian juga berfungsi untuk mendeteksi penyebaran kanker ke kelenjar getah bening atau area tubuh lain.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi acuan bagi Pihak Medis untuk menentukan stadium atau tingkat keparahan kanker laring. Berikut ini adalah stadium-stadium kanker laring:

  • Stadium 0
    Stadium 0 menandakan bahwa sel abnormal muncul di laring dan belum menyebar ke organ lain. Sel ini dapat berkembang menjadi kanker dan menyebar ke organ lain.
  • Stadium I
    Pada stadium ini, sel abnormal di laring telah berubah menjadi kanker. Sel ini masih berukuran kecil dan belum menyebar.
  • Stadium II
    Stadium II menandakan bahwa kanker bertambah besar, tetapi belum menyebar ke organ lain.
  • Stadium III
    Pada stadium III, kanker makin bertambah besar dan mulai menyebar ke kelenjar getah bening atau organ terdekat.
  • Stadium IV
    Stadium IV menandakan bahwa kanker telah menyebar (metastasis) ke organ tubuh lain yang jauh dari laring.

Komplikasi

Kanker laring dapat menyebabkan beberapa komplikasi, baik yang disebabkan langsung oleh kanker laring maupun oleh tindakan selama pengobatan kanker laring, yaitu:

  • Disfagia
  • Kehilangan suara
  • Gangguan pada fungsi lidah dalam mengecap rasa
  • Penurunan fungsi sistem imun
  • Mulut kering
  • Kelelahan
  • Sesak napas
  • Mengalami kesulitan menelan
  • Perubahan pada kulit
  • Peradangan mukosa tenggorokan atau lapisan dalam tenggorokan
  • Mual dan muntah
  • Malnutrisi.

Penanganan

Pengobatan kanker laring tergantung pada letak dan ukuran kanker, serta kondisi kesehatan pasien. Pada kanker laring yang masih stadium awal, Pihak medis akan memilih tindakan bedah atau radioterapi. Sementara pada kanker laring stadium lanjut, Pihak medis dapat menjalankan kombinasi bedah, radioterapi, dan kemoterapi.

Semua metode pengobatan tersebut dilakukan untuk mengangkat atau membunuh sel kanker, sekaligus meredakan gejala yang dialami pasien. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing pengobatan kanker laring:

Radioterapi
Radioterapi adalah prosedur yang menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya. Radioterapi dapat dilakukan sebelum bedah, untuk memperkecil tumor agar mudah diangkat, atau bisa juga dilakukan setelah bedah, untuk mencegah sel kanker tumbuh kembali jika masih ada yang tersisa.

Pengobatan Alternative
pengobatan Alternative bisa dilakukan antara lain dengan mengonsumsi Obat-obatan Herbal yang dapat membantu pengobatan dari Kanker laring.

Kemoterapi
Kemoterapi adalah pemberian obat-obatan khusus untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan kanker. Sama seperti radioterapi, kemoterapi dapat dilakukan sebelum atau setelah bedah. Kemoterapi juga bisa dilakukan bersamaan dengan radioterapi jika opsi bedah tidak dapat dilakukan.

Bedah
Ada tiga jenis bedah untuk menangani kanker laring. Metode bedah yang dipilih oleh Pihak Medis akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Berikut ini adalah jenis bedah tersebut:

  1. Reseksi endoskopi
    Reseksi endoskopi dilakukan untuk memotong tumor berukuran kecil di laring dengan bantuan endoskop yang dimasukkan melalui mulut, sehingga tidak membutuhkan sayatan dari luar. Pemotongan dapat dilakukan dengan laser atau alat bedah khusus yang dimasukkan bersama endoskop.
  2. Laringektomi parsial
    Laringektomi parsial dilakukan untuk memotong bagian laring yang terserang kanker. Prosedur ini membutuhkan sayatan di leher pasien. Setelah kanker diangkat, Pihak Medis akan membuat lubang sementara di leher untuk membantu pasien bernapas dan berbicara selama proses pemulihan.
  3. Laringektomi total
    Laringektomi total dilakukan untuk memotong seluruh bagian laring. Kelenjar getah bening di sekitar laring juga akan diangkat jika telah terserang kanker. Setelah itu, Pihak Medis akan membuat lubang permanen pada leher untuk membantu pasien bernapas.

Pasien yang menjalani laringektomi total tidak dapat bicara dengan normal seperti sebelumnya. Namun, pasien dapat menjalani beberapa terapi untuk melatih cara lain dalam berkomunikasi atau menggunakan bahasa isyarat.

Pencegahan Kanker Laring

Beberapa tindakan dan usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko timbulnya kanker laring, yaitu

  • Hindari merokok
  • Hentikan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Makan makanan yang kaya gizi, terutama makanan yang mengandung antioksidan, seperti stroberi, kacang-kacangan, dan bayam
  • Gunakan alat pelindung diri saat melakukan aktivitas atau bekerja di tempat yang berisiko menyebabkan paparan racun.