Kanker Ginjal – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Kanker Ginjal

Penyakit kanker ginjal merupakan kanker yang menyerang pada bagian tubuh manusia yaitu ginjal. Ginjal sendiri merupakan salah satu organ tubuh yang berperan sangat penting untuk metabolisme manusia, yaitu untuk memproduksi air seni yang nantinya akan membuang sampah hasil pencernaan manusia. Kanker ginjal sendiri yang paling umum menyerang manusia adalah kanker ginjal sel transisi, tumor Wilms, dan juga renal sarkoma.

Gejala Kanker Ginjal

Pada mulanya, gejala dari penyakit kanker ginjal mungkin tidak akan terdeteksi akan tetapi ketika tumor sudah berkembang akan muncul beberapa gejala yang dapat diamati dan dirasakan oleh penderitanya seperti :

  • Munculnya pembengkakan pada area sekitar ginjal
  • Kencing yang mengeluarkan darah
  • Lemah, lesu, dan tidak ada tenaga
  • Nafsu makan yang menurun dan hilang
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Demam tinggi
  • Sakit pada bagian perut

Penyebab Kanker Ginjal

Kanker ginjal terjadi akibat DNA dalam sel-sel ginjal bermutasi, yaitu berubah struktur dan sifat genetiknya. Mutasi ini menyebabkan sel ginjal tumbuh abnormal dan tidak terkendali. Akibatnya, kumpulan sel abnormal tersebut membentuk tumor yang dapat menyebar ke seluruh ginjal atau organ tubuh lainnya.

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya mutasi DNA dalam sel-sel ginjal. Meski demikian, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker ginjal, yaitu:

  • Merokok
  • Mengalami hipertensi
  • Memiliki berat badan yang berlebihan
  • Memiliki riwayat kanker ginjal dalam keluarga
  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Menjalani perawatan gagal ginjal dalam jangka panjang, seperti cuci darah
  • Bekerja di lingkungan yang mengakibatkan terpapar bahan kimia tertentu, seperti kadmium
  • Menderita penyakit kelainan bawaan, seperti sindrom Von Hippel-
  • Lindau
  • Berjenis kelamin laki-laki

Jenis kanker ginjal
Berdasarkan karakteristiknya, kanker ginjal dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Renal cell carcinoma
    Jenis ini adalah jenis yang paling sering terjadi pada orang dewasa. Renal cell carcinoma bermula di lapisan tubulus ginjal, yaitu serangkaian tabung yang berfungsi untuk mengangkut cairan tubuh dan darah menuju ginjal.
  • Urothelial carcinoma
    Urothelial carcinoma adalah jenis kanker ginjal yang bermula di pelvis ginjal. Pengobatan untuk kanker ginjal jenis ini biasanya sama seperti kanker kandung kemih karena berasal dari sel yang sama.
  • Sarcoma
    Jenis kanker ginjal ini adalah jenis yang sangat jarang terjadi. Sarcoma bermula pada jaringan ikat yang mengelilingi organ ginjal.
  • Wilm’s tumor
    Wilm’s tumor adalah jenis kanker ginjal yang paling sering terjadi pada anak-anak. Umumnya, jenis ini terdiagnosa sebelum anak berusia 10 tahun.

Diagnosis Kanker Ginjal

Untuk mendiagnosis, pihak medis akan melakukan tanya jawab tentang gejala dan keluhan yang dialami pasien, kapan gejala tersebut muncul, serta riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, pihak medis akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi adanya benjolan atau pembengkakan di sekitar punggung bawah dan pinggang.

Pihak medis juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan lanjutan tersebut meliputi:

  • Tes darah, untuk memeriksa tanda gangguan fungsi pada ginjal
  • Tes urine, untuk mendeteksi adanya infeksi atau darah dalam urine
  • Tes pencitraan, seperti USG, CT scan, atau MRI, untuk memeriksa ginjal secara lebih detail
  • Biopsi, untuk mendeteksi adanya kanker dengan mengambil sampel jaringan ginjal

Stadium kanker ginjal
Selain untuk mendiagnosis, hasil pemeriksaan juga akan digunakan dokter untuk menentukan stadium kanker ginjal. Berdasarkan tingkat keparahannya, kanker ginjal terbagi menjadi 4 stadium, yaitu:

  • Stadium 1
    Pada stadium ini, kanker berdiameter tidak lebih dari 7 cm dan belum menyebar ke kelenjar sekitarnya.
  • Stadium 2
    Kanker ginjal stadium 2 menandakan kanker sudah berdiameter lebih dari 7 cm, tetapi masih belum menyebar ke kelenjar sekitarnya.
  • Stadium 3
    Pada stadium 3, kanker pada ginjal telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Stadium 4
    Stadium ini adalah stadium yang paling parah pada kanker ginjal. Pada stadium ini, kanker telah menyebar hingga ke organ-organ lainnya.

Penanganan Kanker Ginjal

Pengobatan kanker ginjal disesuaikan dengan ukuran, letak, dan stadium kanker, serta kondisi pasien secara keseluruhan. Ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan dokter untuk menangani kanker ginjal, yaitu:

1. Operasi
Operasi adalah metode yang paling sering digunakan untuk menangani kanker ginjal. Operasi dapat dilakukan jika kanker masih stadium awal dengan tujuan untuk mengangkat tumor. Ada 2 jenis operasi kanker ginjal, yaitu:

  • Nefrektomi parsial, yaitu prosedur operasi yang mengangkat bagian tertentu pada ginjal yang terkena kanker
  • Nefrektomi radikal, yaitu prosedur operasi yang mengangkat seluruh bagian ginjal yang terdapat sel kanker

Prosedur operasi kanker ginjal dapat dilakukan dengan 2 teknik, yaitu dengan operasi terbuka yang membutuhkan sayatan besar pada perut atau punggung atau dengan laparoskopi yang hanya membutuhkan sayatan kecil.

2. Terapi ablasi
Terapi ablasi dapat dilakukan jika kondisi penderita kanker ginjal tidak memungkinkan untuk menjalani operasi. Terapi ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:

  • Krioterapi
    Krioterapi adalah terapi yang bertujuan untuk menghancurkan sel-sel kanker dengan cara membekukan sel-sel tersebut.
  • Ablasi radiofrekuensi
    Ablasi radiofrekuensi adalah terapi yang dilakukan untuk menghancurkan sel-sel kanker dengan cara memanaskan sel-sel tersebut.

Terapi ablasi umumnya tidak menyebabkan komplikasi yang serius, tetapi terapi ini memiliki efek samping berupa perdarahan di sekitar ginjal dan kerusakan pada ureter, yaitu saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih.

3. Embolisasi
Embolisasi dapat dilakukan jika kanker sudah memasuki stadium lanjut dan kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menjalani operasi. Prosedur ini bertujuan untuk menghambat atau mengurangi pasokan darah ke sel kanker di ginjal dengan menyuntikkan zat khusus melalui kateter ke dalam pembuluh darah vena ginjal.

Dengan terhambatnya pasokan darah ke kanker, maka sel-sel kanker pada ginjal secara perlahan akan mati.

4. Radioterapi
Radioterapi adalah metode pengobatan yang menggunakan energi sinar-X berkekuatan tinggi untuk membunuh sel kanker. Salah satu jenis radioterapi yang digunakan adalah radioterapi eksternal, yaitu dengan mengarahkan sinar radiasi ke ginjal dari luar tubuh pasien.

Radioterapi tidak dapat mengobati kanker ginjal sepenuhnya, tetapi bisa mengurangi gejala yang dirasakan pasien dan memperlambat perkembangan kanker.

Metode ini dilakukan jika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti tulang atau otak. Meski demikian, radioterapi memiliki beberapa efek samping, seperti kelelahan, diare, atau perubahan warna kulit di area yang terkena radiasi.

5. Terapi target
Terapi target adalah pemberian obat-obatan khusus untuk mengatasi kanker ginjal. Terapi ini umumnya digunakan untuk menangani kanker ginjal stadium lanjut yang tidak sembuh dengan terapi lain. Obat-obatan yang dapat diberikan pada terapi ini adalah:

  • Sunitinib
    Obat ini bekerja dengan cara menghambat protein kinase, yaitu enzim yang membantu pertumbuhan sel kanker, sehingga perkembangan kanker dapat dihentikan. Sunitinib tersedia dalam bentuk kapsul.
  • Pazopanib
    Obat ini bekerja dengan cara menghambat tirosin kinase, enzim yang menstimulasi sel kanker, sehingga pertumbuhan sel-sel kanker dapat dihentikan. Pazopanib tersedia dalam bentuk tablet.
  • Sorafenib
    Obat ini berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker dengan mencegah pembentukan pembuluh darah baru yang dibutuhkan sel kanker untuk tumbuh.
  • Everolimus dan Temsirolimus
    Kedua obat ini bekerja dengan cara menghambat atau mengganggu fungsi protein MTOR yang terdapat di dalam sel-sel kanker, sehingga jumlah sel kanker tidak bertambah banyak.

Komplikasi Kanker Ginjal

Kanker ginjal dapat menyebabkan komplikasi jika tidak segera ditangani. Beberapa komplikasi tersebut adalah:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Tingginya kadar kalsium dalam darah
  • Peningkatan eritrosit
  • Gangguan pada hati atau limpa
  • Sel kanker yang menyebar

Pencegahan Kanker Ginjal

Mengingat penyebab kanker ginjal belum diketahui secara pasti, maka belum ada cara untuk mencegah penyakit ini. Upaya terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat agar risiko kanker ginjal berkurang.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Berhenti merokok
  • Menjaga tekanan darah
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal
  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur
  • Berolahraga secara rutin
  • Menggunakan alat pelindung diri di lingkungan kerja yang rentan terhadap paparan bahan kimia berbahaya.