Hordeolum (Bintitan) – Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit Hordeolum (Bintitan)

Penyakit bintitan atau yang bernama medis hordeolum adalah jenis penyakit pada mata tepatnya di dekat bulu mata yang biasanya berbentuk benjolan kecil menyerupai jerawat. Penyakit hordeolum (bintitan) ini bagi sebagian orang juga dikenal dengan istilah timbilan. Terdapat 2 jenis bintitan, yaitu ada bintitan yang terbentuk di dalam kelopak mata dan ada juga yang terbentuk di luar kelopak mata.
Penyakit ini merupakan jenis penyakit ringan yang tidak memerlukan penanganan serius. Hanya dengan didiamkan saja, bintitan tersebut dapat sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari. Akan tetapi meskipun demikian, penyakit ini bisa mengganggu aktivitas penderitanya sehari-hari karena menimbulkan rasa nyeri. Selain itu, hordeolum juga dapat merusak penampilan si penderita sehingga mengurangi rasa percaya dirinya dalam berkegiatan.

Penyebab Bintitan

Penyakit hordeolum (bintitan) disebabkan karena adanya penyumbatan lubang tempat tumbuhnya akar bulu mata oleh berbagai kotoran dan minyak (keringat). Terjadinya penyumbatan tersebut mengakibatkan tumbuhnya bakteri berjenis Staphylococcus aureus sehingga terjadi infeksi.

Gejala Bintitan

Timbulnya penyakit hordeolum (bintitan) diawali dengan terjadinya beberapa gejala yang ditunjukkannya sebagai berikut :

  • Mata merah dan terasa gatal.
  • Kondisi mata selalu berair dan jadi sensitive terhadap sinar atau cahaya.
  • Muncul benjolan berukuran kecil di kelopak mata bagian atas ataupun bagian bawah.
  • Benjolan yang muncul di kelopak mata tersebut akan terasa nyeri dan hangat ketika diraba.
  • Lama kelamaan benjolan tersebut akan sedikit membesar dari ukuran awalnya dan berwarna kemerahan.

Penanganan Hordeolum

Sebagian besar bintitan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7–21 hari, terutama bila bintitan telah pecah dan mengeluarkan nanah. Namun, jangan pernah memencet atau memecahkan bintitan sendiri, karena dapat memicu penyebaran infeksi.

Beberapa langkah sederhana berikut ini bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala dan rasa tidak nyaman akibat bintitan:

  • Menjaga kebersihan mata
  • Cucilah kelopak mata yang bintitan dengan sabun berbahan lembut dan hindari pemakaian kosmetik mata sampai bintitan sembuh.
  • Mengompres kelopak mata dengan air hangat
  • Kompres kelopak mata 2–4 kali sehari dengan handuk yang sudah direndam air hangat.
  • Tidak memakai lensa kontak
  • Hindari penggunaan lensa kontak sampai bintitan benar-benar
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri
  • Konsumsilah obat pereda nyeri yang dijual bebas tanpa resep, seperti paracetamol, untuk meredakan rasa sakit pada mata.

Apabila bintitan tidak kunjung sembuh dan bertambah nyeri, segera periksakan ke dokter. Penanganan yang umumnya dilakukan dokter adalah memberikan salep atau tetes mata antibiotik.

Bila bintitan tidak juga membaik dengan obat-obatan tersebut, dokter mata akan melakukan sayatan kecil pada bintil untuk mengeluarkan nanah.

Komplikasi Bintitan

Bintitan atau hordeolum yang tidak kunjung sembuh dapat berkembang menjadi kista akibat tersumbatnya kelenjar di kelopak mata (kalazion), atau penyebaran infeksi ke jaringan di sekitar kelopak mata (selulitis preseptal).

Pencegahan Bintitan

Langkah utama untuk mencegah munculnya bintitan adalah menjaga kebersihan mata, antara lain melalui upaya berikut:

  • Tidak mengaruk mata, karena dapat memicu iritasi dan berpindahnya bakteri ke mata
  • Mencuci tangan sebelum menyentuh mata, dan memakai kacamata pelindung saat membersihkan rumah agar terhindar dari debu
  • Tidak berbagi penggunaan handuk dengan orang lain, terutama dengan orang yang sedang bintitan
  • Mensterilkan lensa kontak sebelum digunakan, dan mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasangkan lensa kontak pada mata
  • Tidak menggunakan kosmetik yang sudah kedaluwarsa dan tidak menggunakan kembali kosmetik mata yang pernah digunakan saat bintitan
  • Memeriksakan diri ke dokter jika mengalami infeksi atau peradangan di sekitar kelopak mata
  • Membersihkan wajah sebelum tidur.