HIV dan AIDS - Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Penyakit HIV & AIDS

Penyakit HIV dan AIDS adalah dua penyakit yang bisa dibilang cukup menjadi momok di Indonesia. HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan nama dari sebuah virus yang menyerang kekebalan tubuh seseorang. Hasil dari penyebaran virus ini yakni kondisi tubuh yang kian rentan terhadap penyakit dan kian lemah dari hari ke hari.


Jika infeksi virus HIV tidak lekas ditangani, maka penyakit akan berkembang lebih serius dan disebut AIDS atau Acquired Immune Deficiency Sindrome. AIDS sendiri merupakan stadium akhir dari seorang yang terkena HIV. Ketika ini kemampuan tubuh dalam melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Gejala

Gejala dari penyakit HIV dan AIDS bisa dibedakan menjadi beberapa tahapan. Tahapan pertama yakni tahap infeksi akut yang akan terjadi di bulan-bulan awal seorang terkena HIV. Ketika ini sistem kekebalan tubuh pasien masih membentuk antibody guna melawan birus HIV. Ketika ini umumnya penderita tidak akan merasakan adanya gejala HIV karena gejala yang muncul mirip dengan gejala penyakit flu.


Gejala pada tahapan ini bisa datang dan kambuh lagi dan bisa ringat atau bisa juga berat serta bisa berlangsung selama beberapa minggu.

Beberapa gejala yang muncul pada tahapan ini antara lain muntah, muncul ruam, sakit kepala, demam, nyeri pada otot dan sendi, pembengkakan kelenjar getah bening, sariawan dan sakit perut.


Setelah beberapa bulan, barulah nanti masuk ke tahapan selanjutnya yakni tahap laten. Pada tahapan ini virus akan berkembang dan merusak kekebalan tubuh. Jangka waktunya bisa bertahun-tahun atau bahkan decade. Gejala dari tahapan inipun bervariasi seperti: berkeringat di malam hari, diare, mual, demam, muntah, berat badan turun, tubuh yang melemah dan sakit kepala.


Jika tidak ditangani, maka virus akan berkembang dan memicu AIDS. Pada tahapan ini gejala yang akan dirasakan penderita antara lain: muncul bintik ungu pada kulit, bercak putih pada beberapa bagian tubuh (lidah, kelamin, anus, dll), berat badan kian turun, mudah berkeringat di malam hari, diare kronis, demam lebih dari 10 hari, gangguan saraf, infeksi jamur pada bagian tubuh (vagina, tenggorokan dan mulut), mudah marah atau depresi, mudah berdarah atau memar tanpa sebab, sesak nafas, tubuh melemah dan lain sebagainya.

Penyebab

Adapun penyebab penyakit HIV dan AIDS belum diketahui pasti, namun ada beberapa hal yang menjadi pemicu menyebarnya virus ini antara lain:

  1. Hubungan seks
  2. Berbagi bersama jarum suntik
  3. Transfuse darah
  4. Kehamilan dan proses menyusui (jika sang ibu mengidap penyakit HIV dan AIDS, maka bisa menular ke anaknya)
  5. Menderita infeksi menular seksual

Diagnosis HIV/AIDS

Apabila menyadari perilaku kita beresiko, segera melakukan pemeriksaan ke Pihak Medis untuk mendapatkan penanganan. Penanganan awal yaitu dengan diagnosa untuk mendeteksi apakah seseorang tersebut terinfeksi HIV. Diagnosis HIV ditegakkan dengan pemeriksaan laboratorium. Jenis pemeriksaan laboratorium HIV dapat berupa:

  • Tes serologi yang terdiri dari:
  • Tes cepat (Rapid Test)
  • Tes Enzyme Immunoassay (EIA)
  • Tes virologis yang terdiri dari:
    HIV DNA kualitatif (EID), tes ini digunakan untuk mendiagnosis keberadan virus pada bayi berumur kurang dari 18 bulan
    HIV RNA kuantitatif, tes ini digunakan untuk memeriksa jumlah virus dalam darah

Penanganan

Sampai saat ini masih belum ditemukan obat penyakit HIV dan AIDS, namun ada beberapa obat yang digunakan untuk melambatkan penyebaran virus tersebut. Sayangnya obat ini juga akan menimbulkan efek samping bagi penggunanya seperti mual, muntah, kerapuhan tulang, kadar gula yang tinggi, kerusakan jaringan otot, mulut kering, pusing, penyakit jantung, sulit tidur, dan lain sebagainya. Disarankan bagi penderita untuk menjalani pengobatan alternative, seperti mengonsumsi obat-obatan herbal atau pengobatan alternative lainnya.

Pencegahan HIV dan AIDS

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari dan meminimalkan penularan HIV:

  • Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Menghindari penggunaan narkoba, terutama jenis suntik
  • Mendapatkan informasi yang benar terkait HIV, cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya, terutama bagi anak remaja