Herpes - Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Diagnosis, dan Cara Mengobati

Penyakit Herpes

Permasalahan kesehatan seperti halnya gangguan kesehatan herpes ini disebabkan oleh virus yang dikenal dengan sebutan herpesviridae. Seseorang yang mengalami permasalahan ini cenderung akan mendapati adanya lepuhan kulit sekaligus kulit kering. Dari sekian banyak virus yang ada, salah satu yang paling terkenal yaitu herpes simplex virus atau HSV. Jenis virus ini bisa menyebar dan menyerang bagian kelamin, wajah dan mulut.
Dalam dunia kedokteran, gangguan kesehatan herpes ini memiliki berbagai tahapan yang berupa stadium primer, stadium laten, stadium peluruhan dan stadium rekurensi. Semua tahapan tersebut ditandai dengan berbagai kondisi kulit yang ringan hingga berat.

Faktor Risiko Herpes

Semua orang memiliki risiko terkena virus herpes simpleks, dari mulai anak-anak hingga dewasa. Namun, dalam kasus HSV-2 yang menyerang kelamin akan lebih mudah menginfeksi orang-orang yang tidak menerapkan hubungan intim yang aman. Berbagai faktor risiko HSV-2, seperti:

  • Berjenis kelamin perempuan.
  • Memiliki pasangan seks lebih dari satu.
  • Berhubungan intim di usia yang sangat muda.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Memiliki penyakit kelamin yang lain.

Semua orang yang pernah mengalami cacar air dapat terkena herpes zoster. Ada berbagai faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang terkena herpes zoster, yaitu:

  • Berusia lebih dari 50 tahun.
  • Memiliki penyakit tertentu yang melemahkan sistem imun, seperti HIV/AIDS dan kanker.
  • Sedang menjalani perawatan kanker, seperti radiasi dan kemoterapi yang dapat menurunkan kekebalan tubuh terhadap penyakit.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang dirancang untuk mencegah penolakan terhadap organ transplantasi, misalnya penggunaan steroid yang berkepanjangan.

Gejala Herpes

Berbagai tanda untuk kemudian dijadikan sebagai perhatian atas munculnya gangguan kesehatan herpes. Untuk diketahui bahwa gejala tersebut pada hakikatnya tidaklah sama antara satu jenis herpes dengan herpes lainnya. Untuk herpes simpleks cenderung terjadi pada kelamin yang ditandai dengan adanya luka, perasaan terbakar, keputihan, demam, pembengkakan kelenjar getah bening hingga kondisi yang tidak enak badan.
Sedangkan untuk herpes zoster ditandai dengan adanya ruam dan juga lenting secara berkelompok di bagian tubuh tertentu, rasa sakit serta gatal yang berlebih serta ruam yang dimulai dengan adanya benjolan kecil. selain itu, gejala yang ada yaitu demam, panas dingin, sakit kepala hingga tingginya sensitivitas terhadap cahaya.

Penyebab Herpes

Sama halnya dengan gejala yang ada, untuk penyebab gangguan kesehatan herpes ini juga terbagi sesuai dengan jenis yang ada. dalam hal ini, untuk jenis herpes simplex akan terjadi ketika seseorang melakukan seks bebas, seks oral, menggunakan mainan seks bebas, berciuman dengan seseorang yang memiliki suatu ruam pada mulut hingga melalui proses kelahiran.
Untuk herpes zoster ini disebabkan oleh berbagai hal lain yang diantaranya adalah penyakit yang menyebabkan menurunya sistem kekebalan tubuh, penuaan yang dini, melakukan kemoterapi dan tindakan mengkonsumsi obat yang berdampak pada melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Diagnosis Herpes

Herpes dapat didiagnosis melalui pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek koreng yang terbentuk akibat herpes serta menanyakan gejala yang muncul pada pasien. Tidak hanya itu, untuk membantu diagnosis herpes agar lebih akurat, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti:

Kultur virus herpes simplex. Kultur virus herpes ditujuankan untuk mendiagnosis adanya virus herpes. Kultur virus herpes ini dilakukan dengan cara mengusap area kulit atau genital yang terinfeksi, kemudian mengambil cairan genital atau cairan tubuh lainnya yang diduga mengalami herpes untuk kemudian diperiksa di laboratorium.
Tes antibodi. Tes antibodi spesifik virus HSV 1 dan HSV 2 dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi primer herpes, tapi tidak dapat mendeteksi infeksi herpes rekuren. Tes antibodi dilakukan dengan mengambil sampel darah dari tubuh, kemudian dianalisis di lab untuk dicek keberadaan antibodi spesifik HSV 1 ataupun HSV 2. Penting diingat bahwa tubuh memerlukan waktu sekitar 12-16 minggu untuk membentuk antibodi anti HSV 1 atau HSV 2, setelah virus HSV masuk ke dalam tubuh pertama kali. Tes antibodi HSV 1 dan HSV 2 sangat membantu diagnosis, terutama jika pasien tidak mengalami koreng atau pelepuhan pada kulit.

Komplikasi Herpes

Komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit ini, antara lain:

  1. Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain.
  2. Radang otak dan selaputnya.
  3. Radang paru-paru.
  4. Hepatitis.
  5. Esofagitis.
  6. Kematian jaringan retina mata.

Komplikasi dari infeksi virus varicella-zoster tidak selalu terjadi pada pengidap cacar air. Komplikasi sering kali terjadi pada anak-anak, lansia, wanita hamil, dan orang yang kekebalan tubuhnya lemah. Beberapa komplikasi yang terjadi akibat cacar air, antara lain:

  • Ruam menyebar ke bagian mata.
  • Ruam yang diikuti oleh sesak napas dan sakit kepala.
  • Ruam yang diikuti dengan infeksi bakteri sekunder pada daerah tersebut.

Pengobatan Herpes

Fokus pengobatan herpes adalah untuk menghilangkan blister, serta untuk mencegah penyebaran herpes, meskipun koreng dan lepuhan akibat herpes dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Selain itu, pemberian obat-obatan antivirus juga bisa mengurangi komplikasi akibat herpes.

Sementara itu, untuk mengurangi nyeri yang ditimbulkan oleh herpes, tips-tips berikut ini dapat dilakukan selama masa penyembuhan herpes, antara lain:

  1. Mengonsumsi obat Herbal yang Membantu meredakan nyeri.
  2. Mandi dengan menggunakan air suam.
  3. Kompres dengan air hangat atau atau air dingin pada kulit yang terkena.
  4. Menggunakan pakaian dalam berbahan katun.
  5. Menggunakan pakaian longgar.
  6. Menjaga area koreng tetap kering dan bersih.

Pencegahan Herpes

Herpes adalah penyakit yang ditandai dengan munculnya lepuhan pada kulit yang berwarna kemerahan dan berisi cairan. Penyakit herpes termasuk kondisi jangka panjang, sebab virusnya bisa bertahan seumur hidup di dalam tubuh. Di antara sekian banyak virus herpes, herpes simpleks dan herpes zoster merupakan dua penyakit yang paling banyak angka kejadiannya. Berbagai obat herpes Herbal atau dari Medis akan membantu meringankan gejala, bahkan mempersingkat waktu kemunculannya.