Heat Exhaustion – Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Penyakit Heat Exhaustion

Gangguan kesehatan heat exhaustion merupakan sebuah kondisi tubuh yang sangat panas karena disebabkan oleh paparan sinar matahari yang berlebih hingga sering menyebabkan seseorang mengalami dehidrasi. Secara umum, heat exhaustion terbagi menjadi dua jenis yang diantaranya adalah deplesi air dan juga deplesi garam. Dua kondisi inilah yang kemudian menyebabkan seseorang kram, pusing hingga berpeluang menyebabkan adanya kehilangan kesadaran.
Disebutkan bahwa gangguan kesehatan heat exhaustion ini bukanlah sebuah kondisi yang sangat parah, namun juga memerlukan suatu penanganan yang tepat. Hal ini tidak lain karena kondisi ini nantinya bisa berkembang menjadi heat stroke yang justru akan berbahaya bagi orang yang bersangkutan karena bisa menyebabkan kematian.

Penyebab Heat Exhaustion

Untuk penyebab dari gangguan kesehatan heat exhaustion ini bisa terjadi karena adanya paparan pada sinar matahari yang berlebih sehingga tubuh mengeluarkan cairan keringat yang berlebih. Selain itu, beberapa penyebab lain yang akan sering menyebabkan seseorang mengalami heat exhaustion ini diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Kebiasaan mengkonsumsi alcohol yang kemudian bisa menyebabkan adanya penurunan suhu tubuh
  2. Kondisi yang kekurangan cairan atau dehidrasi sehingga suhu tubuh tidak lagi stabil
  3. Kebiasaan mengenakan pakaian secara berlebih sehingga keringat yang keluar akan sulit untuk menguap

Gejala Heat Exhaustion

Dengan adanya penyebab atas gangguan kesehatan heat exhaustion yang tersebut di atas, beberapa gejala lain yang sering kali menyertainya bisa dibilang sangat banyak dan hal semacam ini harus dipahami bersama. Mengenai gejala yang ada, berikut beberapa yang perlu diketahui.

  1. Kondisi yang linglung
  2. Kelelahan yang berlebih
  3. Sakit kepala yang muncul mendadak
  4. Nyeri pada bagian perut
  5. Munculnya keringat yang berlebih
  6. Kondisi detak jantung yang berdetak dengan sangat cepat
  7. Tekanan darah yang rendah di kala berdiri
  8. Mual, muntah dan disertai dengan diare.

Faktor Risiko Heat Exhaustion

Kondisi ini terbilang umum dan dapat terjadi pada siapa pun. Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena kelelahan akibat suhu panas.

1. Usia
Bayi dan anak-anak di bawah 4 tahun serta lansia di atas 65 tahun berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan heat exhaustion.

Kemampuan tubuh mengatur suhu tidak terbentuk sempurna pada anak-anak, sedangkan hal ini akan menurun seiring dengan penyakit, obat-obatan, atau faktor lainnya pada lansia.

2. Obat-obatan tertentu
Penggunaan obat-obatan tertentu dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk tetap terhidrasi dan merespons untuk mendinginkan diri dalam cuaca panas.

Obat-obatan tersebut, meliputi obat tekanan darah tinggi dan jantung (beta blocker, diuretik), obat alergi (antihistamin), atau obat antipsikotik.

Selain itu, beberapa obat terlarang, seperti kokain dan amfetamin, dapat meningkatkan temperatur pusat pada tubuh Anda.

3. Obesitas
Kondisi berat badan berlebih dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur suhu yang juga dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak panas.

Obesitas yang tidak segera ditangani juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes.

4. Perubahan suhu mendadak
Jika tidak terbiasa dengan panas, Anda lebih rentan terhadap penyakit yang terkait dengan panas, seperti heat exhaustion.

Bepergian ke daerah dengan iklim yang panas atau tinggal di area yang mengalami gelombang panas dapat berisiko terhadap gangguan terkait panas.

Hal ini terjadi karena tubuh Anda tidak bisa menyesuaikan perubahan suhu secara mendadak.

5. Indeks panas yang tinggi
Indeks panas adalah nilai suhu yang menunjukkan bagaimana suhu luar ruangan dan kelembapan mempengaruhi tubuh Anda.

Jika kelembapan tinggi, keringat tidak mudah menguap dan tubuh sulit untuk mendinginkan diri sehingga membuat Anda rentan terhadap heat exhaustion dan heat stroke.

Umumnya, bila indeks panas mencapai 33 ºC atau lebih tinggi, Anda harus lebih berhati-hati terhadap risiko kelelahan akibat suhu panas.

Pengobatan Heat Exhaustion

Mengenai pengobatan yang dilakukan atas adanya gangguan kesehatan heat exhaustion ini sangatlah beragam yang salah satunya adalah dengan mengukur suhu tubuh untuk memastikan kondisi kesehatan yang tidak berkembang pada heat stroke. Selain itu, beberapa tes juga akan dilakukan yang diantaranya adalah tes untuk melihat kadar natrium, komposisi urin hingga tes imaging untuk melihat kondisi organ tubuh seseorang. Tentu saja hal ini diimbangi dengan konsumsi cairan yang cukup demi hindari resiko dehidrasi.

Pengobatan di Rumah untuk Heat Exhaustion

Dalam kebanyakan kasus, Anda bisa mengobati heat exhaustion tanpa bantuan tenaga medis. Berikut ini adalah penanganan mandiri yang dapat Anda lakukan.

  • Beristirahat di tempat yang sejuk, seperti dalam ruangan ber-AC, lokasi yang teduh, atau duduk di depan kipas.
  • Istirahatkan kepala dengan kaki terangkat lebih tinggi dari jantung Anda.
  • Minum minuman dingin, seperti air dingin atau minuman olahraga.
  • Jangan konsumsi minuman beralkohol yang malah menyebabkan dehidrasi.
  • Lakukan pendinginan, misalnya dengan berendam atau mandi air dingin. Apabila tidak memungkinkan, cukup letakkan handuk yang direndam air dingin pada kulit Anda.
  • Lepas pakaian yang tidak diperlukan dan pastikan ringan dan tidak mengikat.

    Meski terlihat berbahaya, heat exhaustion sebenarnya dapat Anda cegah dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi saat beraktivitas dalam cuaca panas.

Pastikan untuk selalu memperhatikan kondisi tubuh. Bila merasa haus atau lemah, artinya Anda harus segera minum cairan dan beristirahat.