Gigi Kuning - Gejala, Penyebab, dan Cara Memutihkan

Gangguan Kesehatan Gigi kuning

Gigi kuning merupakan suatu permasalahan yang kerap disepelekan oleh sebagian orang. Namun siapa yang betah dengan penampilan gigi yang berwarna kuning? Pasti diantara kalian ingin segera mengatasi masalah gigi dan mulut yang satu ini bukan? Gigi yang berwarna kuning tentu menandakan keadaan gigi yang tidak sehat, untuk itu sangat perlu dilakukan penanganan yang tepat.

Gejala

Gejala gigi kuning sendiri cukup sederhana dan mudah diamati. Yakni dengan ditandai adanya perubahan warna pada satu atau keseluruhan gigi sekaligus. Baik gigi bagian atas maupun gigi bagian bawah. Biasanya warna kuning yang terlihat memang berbeda-beda. Mulai dari kuning pekat, putih kekuning-kuningan, hingga cokelat kehitaman dan ini yang paling parah.
Selain dapat ditemukan gejala pada warna gigi. Ada pula gejala lainnya yang menyertai daerah sekitar mulut. Seperti gigi yang berlubang, karies gigi, hingga bau mulut yang tidak sedap.

Penyebab

Tentu saja, gejala ini bukan tanpa penyebab. Ada beberapa penyebab yang perlu Anda hindari jika tidak ingin memiliki gigi kuning. Penelitian menunjukkan bahwa warna gigi yang berubah menjadi kekuningan bisa disebabkan oleh banyak factor.
Beberapa faktor tersebut diantaranya karena jarang menyikat gigi, memakan makanan atau minuman yang terlalu dingin/panas, seperti kopi, teh, coklat, juga merokok hingga alcohol.

Faktor Risiko

Didukung oleh pernyataan Harold Katz, DDS, dokter gigi sekaligus pendiri California Breath Clinics pada Prevention yang menjelaskan bahwa selain faktor genetik dan penyakit tertentu, gigi kuning bisa disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari Anda yang mengikis enamel.

Oleh karenanya banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan gigi Anda berwarna kekuningan. Berikut di antaranya:

1. Jarang menyikat gigi
Penumpukan plak merupakan akar dari segala masalah yang menyerang gigi dan mulut.

Bila Anda jarang menyikat gigi dan flossing, gigi Anda akan semakin tampak kusam karena plak tidak kunjung dibersihkan.

2. Makanan dan minuman tertentu
Sering minum kopi, teh, dan minuman yang mengandung kafein dapat menyebabkan gigi Anda menguning. Selain itu, wine, kunyit, dan kebiasaan menyirih juga bisa meninggalkan noda pada gigi.

Kandungan kafein yang tinggi dalam kopi, teh, dan minuman energi dapat mengikis enamel gigi jika dikonsumsi berlebihan (2-3 kali sehari) dan secara terus menerus.

Sementara minuman lainnya seperti soda pada minuman berkarbonasi mengandung asam yang juga memberikan efek sama pada gigi seperti kopi dan teh.

Dosis tinggi kafein dapat memunculkan noda pada lapisan enamel. Di samping itu, minuman yang mengandung kafein juga cenderung memiliki sifat asam. Paparan asam dalam waktu lama dapat merusak gigi dan menyebabkan gigi berubah warna.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung pewarna buatan dan tinggi gula juga dapat menyebabkan hal yang serupa.

Oleh karena itu mengurangi konsumsi teh, kopi, dan soda merupakan bagian penting dalam perawatan kesehatan gigi.

3. Menyikat gigi terlalu keras
Banyak orang sering menyikat gigi terlalu keras karena menganggap cara ini akan membuat gigi menjadi lebih bersih.

Padahal, menyikat gigi terlalu keras justru dapat merusak lapisan enamel sehingga mengekspos lapisan dentin yang berwarna kuning.

Hal tersebut karena tekanan dalam menyikat gigi akan merusak dan mengikis lapisan enamel yang tipis dan mengekspos lapisan dentin, sehingga gigi menguning.

4. Merokok
Merokok adalah salah satu kebiasaan penyebab gigi kuning yang paling umum. Racun dalam rokok seperti tartar dan nikotin ternyata juga memengaruhi warna gigi Anda. Efek ini pun bisa langsung terlihat dalam waktu yang sangat singkat.

Perokok berat bahkan bisa memiliki warna gigi yang kecoklatan bahkan hitam setelah bertahun-tahun merokok. Prinsipnya, semakin lama dan banyak Anda mengisap rokok maka gigi Anda akan semakin pekat.

Banyak yang kini beralih ke rokok vape atau rokok elektronik. Mereka yang beralih beranggapan bahwa rokok vape akan lebih aman dan tidak menyebabkan gigi kuning.

Nyatanya, rokok vape tetap memiliki kandungan zat nikotin dari tembakau yang sama halnya terkandung di rokok kretek biasa.

Merokok, baik vape maupun rokok tembakau, juga dipastikan bisa mengubah warna gigi menjadi kuning lewat penelitian yang dimuat dalam jurnal BMC Public Health. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 6.000 orang dewasa di Inggris.

Hasilnya, 28 persen perokok melaporkan mengalami perubahan warna gigi sampai 15% lebih cepat dan warnanya lebih kuning daripada yang tidak merokok.

5. Terlalu sering menggunakan obat kumur
Obat kumur memang efektif untuk membersihkan mulut dari sisa makanan yang menyelip di sela gigi dan sekaligus menyegarkan napas. Sayangnya, banyak obat kumur yang dijual di pasaran memiliki kadar asam yang tinggi.

Bila digunakan terlalu sering dalam jumlah yang banyak, mulut akan menjadi kering dan akhirnya merusak email gigi.

Padahal air liur berperan untuk menjaga kelembapan mulut, mengurangi tingkat keasaman, melumpuhkan bakteri jahat, dan mencegah noda yang menempel pada enamel.

Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk mendapatkan saran mengenai obat kumur yang sesuai dengan kondisi gigi Anda dan batas penggunaan obat kumur tersebut. Sebab penggunaan obat kumur terlalu sering juga dikaitkan dengan penyakit diabetes.

6. Penuaan
Seiring bertambahnya usia, lapisan enamel yang melindungi gigi perlahan terkikis dan memudar. Akibatnya, lapisan dentin yang berwarna kekuningan akan terlihat.

Warna kuning dapat semakin pekat bila Anda mengalami sejumlah masalah gigi lain, seperti karies, gigi berlubang, dan lain sebagainya.

7. Obat-obatan tertentu
Tanpa disadari, obat-obatan yang Anda minum sehari-sehari juga bisa menyebabkan gigi Anda berubah warna. Sejumlah obat yang paling sering menyebabkan perubahan warna pada gigi di antaranya:

  • Antibiotik tetrasiklin dan
  • doksisiklin
  • Glibenclamide
  • Obat kumur chlorhexidine
  • Obat antihistamin tertentu
  • Obat antipsikotik
  • Obat untuk penyakit darah tinggi

8. Riwayat medis tertentu
Beberapa penyakit yang mempengaruhi lapisan enamel dan dentin juga dapat menyebabkan noda pada gigi. Bahkan pengobatan untuk kondisi tertentu juga dapat menyebabkan hal serupa, misalnya saja radiasi di leher dan kemoterapi.

Infeksi yang dialami ibu hamil juga dapat berimbas pada perkembangan enamel janin nantinya. Gangguan pada enamel ini memungkinkan anak punya gigi yang lebih kuning dibanding pada umumnya.

Diagnosis

Gigi kuning dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik oleh dokter gigi. Dokter gigi akan meminta Anda untuk membuka mulut untuk beberapa waktu. Kemudian dokter akan membandingkan warna gigi asli Anda dengan gigi peraga.

Selama pemeriksaan, dokter mungkin akan menanyakan seputar riwayat kesehatan dan cara Anda dalam merawat gigi. Dokter mungkin juga akan menanyakan semua obat yang sedang Anda konsumsi belakangan ini.

Beri tahu kepada dokter tentang obat apa pun yang sedang Anda minum. Entah itu obat suplemen, vitamin, obat resep, hingga obat herbal. Bila diperlukan, dokter dapat melakukan rontgen gigi dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan diagnosis.

Penanganan

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan yaitu dengan menyikat gigi sebanyak dua kali sehari. Menyikat atau membersihkan gigi juga efektif jika dilakukan setelah makan. Anda bisa memilih pasta gigi yang mengandung fluoride, ataupun sesekali mencoba memakai bahan alami seperti siwak, biji pinang hingga kulit jeruk. Kemudian usahakan menyikat gigi dengan pelan menggunakan sikat yang lembut dan halus.
Hindari minuman ataupun makanan yang memiliki rasa asam dan berkafein tinggi, berhenti merokok, minum memakai sedotan, konsumsi buah dan sayur, serta yang terakhir jangan lupa untuk memerikasakan gigi ke dokter terdekat agar gigi senantiasa terawat.