Flu Singapura - Gejala, Penyebab dan Mengobati

Penyakit Flu Singapura

Penyakit flu Singapura dikenal dengan nama lain HFMD (hand, foot and mouth disease). Penyakit ini disebut juga sebagai HFMD karena biasanya bagian tubuh dari si penderita yang diserang adalah sekitar kaki, tangan dan kaki, meski tak jarang pula penyakit ini menyerang sampai ke pantat penderitanya.
Di Indonesia sendiri, HFMD dinamakan penyakit flu Singapura karena wabah flu ini sebelumnya pernah menyerang Singapura pada awal tahun 2000-an. Flu Singapura disebabkan oleh enterovirus yang biasanya menjangkit bayi dan balita karena sistem imun dan kekebalan tubuhnya masih lemah.
Enterovirus hidup di saluran pencernaan dan dapat menyebar ke sesama manusia melalui tangan, ludah, cairan dari kulit yang ruam, batuk, bersin dan kontaminasi dari tinja atau feses manusia yang merupakan media penularan virusnya.

Gejala Flu Singapura

Saat seseorang mengidap flu Singapura, terutama anak-anak, maka tubuhnya dapat menimbulkan beberapa gejala. Berikut beberapa gejala yang mungkin timbul:

  • Demam tinggi.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Adanya luka seperti lepuhan pada lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.
  • Luka ini umumnya berwarna merah.
  • Ruam merah.
  • Bayi dan balita akan rewel dan mudah marah.
  • Sakit perut.

Seperti kebanyakan penyakit, jenis flu ini diawali juga dengan demam. Setelah beberapa hari, terlihat ada luka di area gusi, lidah, atau pipi bagian dalam. Saat terjadi, anak kesulitan untuk makan, minum atau bahkan menelan karena rasa sakitnya. Setelah itu, timbul ruam yang umumnya pada telapak tangan dan kaki hingga bokong dan selangkangan.

Selain itu, setelah jangka waktu 3-6 hari masa inkubasi virus, gejala penyakit flu Singapura yang akan timbul berupa demam, tenggorokan terasa sakit, nafsu makan hilang, timbulnya sariawan di sekujur dalam mulut, kulit ruam kemerahan, perut terasa nyeri serta batuk.
Hal tersebut akan berdampak membuat bayi atau balita Anda rewel dan menangis terus menerus karena rasa sakit yang timbul.

Penyebab Flu Singapura

Penyakit flu Singapura ini umumnya disebabkan oleh strain coxsackievirus dan yang paling sering adalah jenis A16. Coxsackievirus adalah bagian dari kelompok virus yang disebut dengan enterovirus. Virus ini dapat menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain.

Virus jenis ini menyebar ke jaringan di mulut, sekitar amandel, dan masuk ke dalam sistem pencernaan. Pada akhirnya, penyakit ini akan menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Namun, sebelum menyerang ke organ vital di dalam tubuh, sistem kekebalan akan berusaha mengendalikannya.

Flu Singapura bisa menyebar lewat berbagai cara dari pengidapnya ke orang lain. Misalnya melalui:

  • Cairan dari hidung maupun tenggorokan yang keluar saat bersin.
  • Air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk.
  • Cairan yang berasal dari luka melepuh.
  • Permukaan benda yang sudah terkontaminasi oleh kotoran (tinja) pengidap.

Penyakit ini juga rentan untuk terjadi pada penitipan anak. Hal ini karena anak-anak ini rutin mengganti popok dan melakukan toilet training. Saat hal tersebut dilakukan, mungkin saja anak memasukkan tangan ke dalam mulut. Bahkan setelah anak sembuh, virus masih berada di dalam tubuh selama beberapa minggu. Artinya masih bisa menulari orang lain.

Diagnosis Flu Singapura

Pihak medis akan melakukan tanya jawab seputar gejala yang dialami pasien, riwayat aktivitas dan perjalanan pasien sebelumnya, disertai pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik, medis akan melihat pola dan penyebaran ruam dan sariawan.

Pada beberapa kondisi, medis bisa melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis. Beberapa pemeriksaan tersebut meliputi:

  1. Tes darah
  2. Tes feses
  3. Tes usap

Penanganan Flu Singapura

Langkah penanganan yang harus Anda lakukan untuk mengusir virus ini yaitu :

  • Pastikan anak Anda mendapatkan istirahat yang cukup.
  • Pastikan anak Anda mendapatkan cukup minum untuk mencegah terjadinya dehidrasi karena kekurangan cairan.
  • Berikan anak Anda minuman yang dingin untuk membantu meredakan rasa sakit pada tenggorokannya.
  • Hindari pemberian makanan serta minuman yang pedas dan asam agar luka pada mulut dan tenggorokannya tidak semakin parah.
  • Berikan anak Anda makanan yang sifatnya lunak karena dia susah menelan makanan yang keras.
  • Berikan krim pereda gatal pada kulitnya yang ruam.
  • Berikan anak Anda obat pereda rasa sakit dan penurun demam yang sesuai dengan usianya.

Penderita juga dianjurkan untuk minum air es atau makan es krim guna membantu mengurangi peradangan, serta banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

Komplikasi Flu Singapura

Seperti telah dijelaskan di atas, flu Singapura biasanya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, flu Singapura dapat menyebabkan beberapa komplikasi berikut:

  • Dehidrasi akibat sariawan yang membuat penderita sulit minum
  • Ensefalitis
  • Meningitis
  • Miokarditis
  • Paralisis atau kelumpuhan

Pencegahan Flu Singapura

Untuk mengurangi resiko penyebaran flu Singapura, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Mengisolasi pengidap flu Singapura hingga dinyatakan sembuh.
  • Rutin membersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus.
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun.
  • Ajarkan anak cara menjaga kebersihan dengan tidak memasukkan apapun ke mulut sebelum mencuci tangan.
  • Jangan mencium anak yang mengidap penyakit ini.
  • Hindari berbagai peralatan atau barang pribadi dengan pengidap flu Singapura.