Erosi Gigi | Tanda dan Gejala, Penyebab, Cara Mengobati

Penyakit Erosi Gigi

Saat memikirkan permasalahan gigi, pasti yang terlintas karang gigi, gigi menguning. terdapat lubang pada gigi. Tapi ada banyak lagi permasalahan tentang gigi, salah satunya erosi gigi. Kondisi ini bisa dialami siapa saja baik laki-laki maupun perempuan yang disebabkan kurang merawat gigi dengan benar.
Dental erosion atau Erosi gigi pada dasarnya enamel gigi yang terkikis atau rusak, sehingga gigi tidak terlindungi. enamel sendiri berfungsi melindungi gigi, karena berada di lapisan terluar dengan jaringan keras transparan. Enamel tidak bisa meregenerasi karena tidak memiliki sel hidup. Itu sebabnya saat enamel terkikis maka gigi kehilangan perlindungan. Kondisi ini dikategorikan sebagai erosi gigi.

Gejala Erosi Gigi

Salah satu tanda erosi gigi yang mulai mengikis gigi adalah perubahan tampilan permukaan gigi yang tampak lebih halus dan berkilau. Hal ini juga berpotensi membuat struktur gigi dalam, yakni enamel terekspos dan menjadi sensitif terhadap makanan dan minuman manis, panas, atau dingin.

Selain dari gejala erosi gigi ringan yang hanya menimbulkan gigi sensitif atau ngilu, masalah kesehatan gigi ini juga dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Beberapa tanda-tanda yang perlu Anda waspadai, di antaranya:

Perubahan warna gigi: seiring dengan terkikisnya lapisan enamel, dentin akan mulai terekspos sehingga bisa menyebabkan tampilan gigi kuning.
Gigi retak dan tidak rata: bagian tepi gigi akan menjadi lebih keras dan berpola tidak beraturan saat lapisan enamel mulai terkikis.
Peningkatan sensitivitas: lapisan enamel yang semakin terkikis menyebabkan gigi akan semakin sensitif terhadap makanan manis dan suhu sehingga menimbulkan rasa tak nyaman bagi penderitanya.
Masalah berupa gigi berlubang (karies) juga lebih rentan apabila lapisan enamel makin terkikis. Lubang kecil mungkin tidak menyebabkan masalah apapun.

Namun apabila lubang pada gigi berkembang dan mempengaruhi saraf-saraf kecil di dalamnya, hal ini dapat menyebabkan abses gigi dan infeksi yang sangat menyakitkan.
Gejala lain juga muncul diantaranya nyeri dan rapuh. Kepekaan gigi juga sangat terasa diawal munculnya erosi pada gigi saat mengkonsumsi makanan dingin, panas, maupun yang bersifat manis.

Penyebab Erosi Gigi

Setiap kali Anda mengonsumsi makanan dan minuman asam, hal ini dapat membuat lapisan enamel menjadi lebih lunak dan kehilangan sebagian mineralnya. Kelenjar air ludah berfungsi untuk menetralkan asam dalam mulut dan mengembalikannya ke kondisi normal.

Namun apabila makanan dan minuman asam dikonsumsi terus-menerus serta diikuti dengan perawatan gigi yang tidak sesuai, tentu hal ini akan mempercepat proses erosi pada gigi.

Erosi gigi juga bisa terjadi akibat masalah kesehatan yang dialami oleh penderita, misalnya dari zat asam dalam lambung dan sistem pencernaan. Adapun beberapa penyebab erosi gigi adalah sebagai berikut.

  1. Konsumsi minuman ringan berlebih dengan kadar fosfor dan asam sitrat yang tinggi
  2. Minuman buah-buahan, dikarenakan beberapa asam dari jenis minuman bersifat korosif
  3. Makanan tinggi kandungan gula dan pati
  4. Produksi air liur sedikit dan mulut kering (xerostomia)
  5. Asam lambung
  6. Gangguan pencernaan
  7. Obat-obatan, seperti aspirin, antihistamin
  8. Kondisi genetik dan turunan
  9. Faktor lingkungan, seperti gesekan, keausan, stres, dan korosi

Diagnosis Erosi Gigi

Diagnosis erosi gigi dapat ditegakkan dengan wawancara dan pemeriksaan klinis. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup pemeriksaan permukaan gigi, seperti pola kerusakan lapisan gigi.

Pengobatan Erosi Gigi

Pengobatan erosi pada gigi paling baik adalah mencegah terjadinya erosi gigi itu sendiri. Karena tidak akan bisa terganti secara alami saat enamel gigi sudah hilang atau terkikis. Untuk melindungi gigi dari erosi yang lebih parah, ada baiknya menambal gigi yang berlubang. Jika diperlukan, akan akan dilakukan dental crown untuk menutupi gigi.

Jika Anda mengalami rasa sakit atau ngilu saat makan, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut untuk meringankan rasa sakit sebelum melakukan kunjungan ke dokter gigi.

  • Berkumur air hangat untuk mengeluarkan sisa makanan yang tersangkut pada sela dan lubang gigi.
  • Gunakan benang gigi (dental floss) untuk mengangkat makanan yang tersangkut pada sela-sela gigi.
  • Jangan menggunakan aspirin dengan meletakkan pada gigi yang sakit atau jaringan gusi di sekitarnya.

Pencegahan Erosi Gigi

Dilansir melalui Oral Health Foundation, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk melindungi enamel gigi dan mencegah erosi gigi, di antaranya:

  1. Hanya mengonsumsi makanan dan minuman asam atau minuman bersoda hanya ketika saat waktu makan. Hal ini dapat mengurangi jumlah reaksi asam pada gigi.
  2. Minum dengan cepat dengan tanpa menahan minuman pada mulut atau “berkumur”. Gunakan sedotan untuk membantu mengantarkan minuman langsung ke belakang mulut, sehingga dapat mengurangi durasi kontak dengan gigi.
  3. Mengonsumsi keju atau susu setelah makan, dikarenakan hal dapat mengatasi asam.
  4. Mengunyah permen karet bebas gula setelah makan. Hal ini dapat membantu produksi air liur untuk membilas asam yang terbentuk pada mulut setelah makan.
  5. Tunggu setidaknya satu jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam sebelum menyikat gigi. Hal ini dapat memberi waktu bagi gigi untuk membangun kandungan mineral kembali.
  6. Menyikat gigi dengan benar dan rutin dua kali sehari dengan menggunakan pasta gigi fluoride.
  7. Sebaiknya gunakan tipe sikat gigi dengan kepala yang kecil dan bulu sedang ke halus.
  8. Jangan buru-buru bilas pasta gigi setelah menyikat gigi, hal ini dimaksudkan agar kandungan fluoride dapat lebih bertahan lama pada gigi.

Selain beberapa langkah pencegahan di atas, Anda juga bisa menerapkan pola hidup sehat dan seimbang, termasuk asupan makanan dan minuman.