Antraks: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Penyakit Antraks

Penyakit antraks merupakan jenis penyakit infeksi yang ditularkan oleh hewan ternak. Bakteri Bacillus anthracis menyerang manusia yang bersentuhan atau memakan daging yang telah terkontaminasi antraks. Belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa antraks bisa menular dari manusia yang tertular infeksi pada orang lain.

Gejala penyakit antraks

Orang yang terkena infeksi antraks akan menunjukkan gejala berbeda tergantung dengan cara penularan berikut ini.

  1. Antraks kulit
    Terdapat benjolan pada kulit yang biasa muncul di leher, wajah dan lengan. Pada tahap awal, benjolan akan terasa gatal sebelum akhirnya menjadi borok hitam yang nyeri.
  2. Antraks pencernaan
    Gejala yang sering terjadi pada orang yang tertular antraks pencernaan antara lain mual, muntah, tenggorokan terasa sakit, dan mengalami kesulitan menelan makanan. Selain itu, penderita sering mengalami rasa sakit perut, sakit kepala, demam, benjolan pada leher, dan mengalami penurunan nafsu makan.
  3. Antraks pernapasan
    Penyakit antraks pernapasan memberikan gejala awal seperti flu, demam, nyeri menelan, nyeri otot, dan mengalami kelelahan. Jika penderita merasakan gejala lebih parah seperti syok dan sesak napas, sebaiknya segera melakukan penanganan ke dokter. Pasalnya, penderita antraks pencernaan bisa saja mengalami peradangan selaput otak dan tulang belakang. Pada kasus tertentu di benua Eropa, ada penularan antraks melalui penggunaan jarum heroin suntik.

Penyebab penyakit antraks

Penyebab antraks bisa dikarenakan bersinggungan atau mengkonsumsi daging ternak yang terkontaminasi bakteri antraks. Selain itu, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena antraks lebih besar seperti aktivitas di kawasan yang terpapar antraks, bekerja di bidang pemrosesan bulu hewan ternak seperti domba, kambing, peneliti antraks dan dokter hewan khususnya ternak.

Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa penyebab anthraks yang dibagi berdasarkan cara penyebarannya:

  1. Anthraks kulit
    Seseorang yang memiliki luka terbuka pada kulit dapat terpapar oleh bakteri anthraks. Bakteri anthraks ini berasal dari kulit, bulu, tulang, atau daging hewan yang terinfeksi. Anthraks jenis ini tidak berbahaya, dan biasanya baru berkembang 1-7 hari setelah seseorang terpapar.
  2. Anthraks pencernaan
    Anthraks jenis ini terjadi ketika seseorang memakan daging yang sudah terinfeksi, sehingga bakteri anthraks akan masuk ke saluran pencernaan. Infeksi saluran pencernaan akibat anthraks ini baru terjadi sejak 1-7 hari setelah seseorang terpapar bakteri.
  3. Anthraks pernapasan
    Anthraks ini merupakan anthraks yang paling berbahaya. Seseorang dapat terinfeksi jenis anthraks ini jika menghirup serbuk (spora) dari bakteri anthraks, seperti ketika memproses bulu atau kulit dari hewan ternak. Infeksi akibat anthraks ini biasanya baru berkembang setelah 7 hari hingga 2 bulan sesudah seseorang terpapar.

Selain ketiga cara penularan di atas, anthraks juga dapat menular pada pengguna heroin suntik. Anthraks jenis ini hanya berada di negara benua Eropa, dan tidak terjadi di Indonesia. Melihat cara penularannya, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang terinfeksi anthraks, di antaranya:

  • Beraktivitas di kawasan yang memiliki riwayat anthraks.
  • Memiliki pekerjaan untuk memproses kulit, bulu, atau daging dari hewan ternak, atau mengurus hewan.
  • Peneliti anthraks di laboratorium.
  • Memiliki pekerjaan sebagai dokter hewan, khususnya yang menangani hewan ternak.

Sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa anthraks dapat ditularkan dari seseorang ke orang lainnya. Akan tetapi, ada kemungkinan seseorang yang mengalami kontak dengan luka di kulit seseorang yang terinfeksi anthraks dapat terinfeksi juga.

Pencegahan Antraks

Anthraks dicegah dengan menghindari faktor-faktor pemicu penularan anthraks. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

  • Memastikan daging telah dimasak hingga matang sebelum dimakan.
  • Menjalani vaksinasi anthrax, terutama jika Anda berisiko tertular anthraks.
  • Menghindari interaksi dengan binatang yang terinfeksi anthraks.

Penanganan penyakit antraks

Kasus penyakit antraks sebenarnya langka atau jarang terjadi. Namun, Anda tetap harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar terhindar dari risiko terpapar bakteri antraks dari hewan ternak. Sebaiknya lakukan vaksinasi jika memang bekerja yang berkaitan dengan hewan ternak. Usahakan untuk memasak daging hingga matang untuk menghindari risiko tertular antraks. Lakukan pemeriksaan dini jika Anda mengalami gejala penyakit sesuai dengan cara penularan yang disebutkan di atas ya, dan apabila sudah terkena penyakit Antraks ini bisa diobati dengan cara Medis dan Non-medis. pengobatan Non-medis bisa dengan pengobatan Alternative antara lain yaitu mengonsumsi OBAT HERBAL.